Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia

Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia
Bab 100 Memilih


__ADS_3

Bella yang baru saja selesai makan melihat papihnya yang terburu buru membereskan pakaian Bella dan juga yang lainnya.


"Kenapa papih terburu buru ada apa "


"Kita akan pergi, kau harus pergi dari laki laki itu, papih sudah tahu dia adalah seorang mafia, dia adalah laki laki jahat kau tak boleh bersamanya Bella "


"Tapi papi aku tidak mau pergi kemana-mana lagi, aku sudah menerima apapun keadaan dari mas Adi itu tak masalah untukku, selama ini tak pernah ada musuhnya yang mengincarku atau menginginkanku tolong papih jangan dipersulit semuanya"


"Tak bisa, meskipun kau mencintainya tapi nyawamu yang harus menjadi taruhannya, sebentar lagi kau akan melahirkan dan punya anak maka tanggung jawabnya akan lebih besar lagi jangan sampai musuh-musuh itu mencarimu dan menghabisimu dan juga anak-anakmu, pikirkan itu juga jangan memikirkan terus tentang cinta. Ayah sudah tahu siapa Adi sebenarnya sudah kita harus pergi sekarang Rizki tolong bantu bereskan barang Bella dan bantu juga Bella untuk naik ke dalam mobil"


"Ki "


"Maaf Bella kita ikutin dulu apa mau ayah mu ayo "


Rizki membatu Bella bangkit mereka berjalan dengan berlahan Bella berdoa semoga mas Adi muncul sekarang, dirinya ingin bertemu dengan mas Adi, dirinya tak bisa seperti ini.


Dirinya tak mau dipisahkan kembali dengan mas Adi, kenapa ayahnya begitu egois kenapa harus seperti ini, dirinya ingin bersama mas Adi.


Saat sudah masuk kedalam mobil Bella tak henti hentinya celingak celinguk mencari keberadaan Adi, tapi tak ada lalu ayahnya sekarang akan membawanya kemana.


"Ki gimana aku gak bisa "


"Kita ikutin dulu mau ayahmu ya, aku pasti akan bantu kamu " bisik Rizki.


Dan tanpa ada yang tahu Rizki sudah memberikan pesan pada Adi, nanti setelah sampai ditempatnya Rizki akan mengirimkan lokasinya.


Dirinya tak bisa membiarkan Bella seperti ini, dirinya tak mau melihat Bella menangis dan stres kembali kasian dia, ini sudah pilihan Bella dan Bella juga yakin dengan pilihannya kan.


***


"Sayang aku datang "


Adi diam saat tak melihat siapa siapa diruang inap Bella "kosong kemana Bella, Rizki Rizki kau dimana "


Adi mencari keberadaan dua orang itu tapi tak ada "sialan Rizki "

__ADS_1


Saat Adi membuka ponselnya dia melihat ada pesan dari Rizki.


Bella mau dibawa pergi oleh ayahnya, ayo cepat susul jika kau memang benar benar suka pada Bella dan mencintainya, ayo kejar kami sebelum kami jauh. Ayo bos mafia kejar kami 😝


Adi saat melihat kata akhir dan juga emoticonnya hanya bisa mendengus, " mereka sudah tahu mari kita main main tuan Rey, aku akan mendapatkan Bella, apa yang aku inginkan harus tercapai"


Adi menelfon seseorang " bawa semua pasukan dan hadang semua jalan, akan aku kirimkan plat nomor mobilnya, sebelum aku datang jangan kau apa apakan dahulu mereka "


"Baik tuan "


Adi merenggangkan badannya "mari kita siapkan pertempuran pertamaku dengan ayah mertua "


Adi dengan cepat berlari kearah mobilnya dirinya akan cepat menyusul kesana dan mengambil apa yang sudah menjadi miliknya.


***


Ckittt "Ada apa papih " sambil memegang perutnya yang hampir saja terbentur.


Bella yang tak mendapatkan jawaban kaget melihat didepannya ada banyak orang menghadang mereka, lalu melingkari mobil mereka.


"Waw aku seperti sedang difilm gangster gangster Bella, aku baru pertama kali melihat orang orang membawa senjata seperti itu dan menodongkannya pada mobil kita seru ya" celetuk Rizki


"Hehehe habisnya ini yang pertama untuk ku, sepertinya aku akan ikut dengan calon mu nanti sepertinya hidupnya begitu menantang "


"Gila kau "


Rizki yang tak takut malah keluar dan menyapa mereka semua " hallo hallo apa kabar, kenalkan aku Rizki temannya Bella, eh bukan teman sahabatnya Bella calon istri dari tuan kalian, pasti kalian adalah suruhan dari tuan Adipramana kan "


Diam tak ada yang menjawab mereka diam, "Hey kenapa kalian diam, ayo bicaralah jangan diam terus kalian bukan robot kan "


Masih tak menjawab, Rizki yang mulai takut segera masuk kembali kedalam mobil.


"Sepertinya mereka ini bukan orang orang baik ya, apa mungkin ini bukan suruhan tuan Adi "


"Tapi mereka diam saja Ki, mereka tak menyerang "

__ADS_1


Ayahnya Bella yang dari tadi diam, langsung saja keluar dari dalam mobil.


"Awas kalian awas jangan ada disini, awas jangan menghalangi ku, apa mau kalian hah, apa "


"Kami hanya melakukan perintah. Sebelum tuan kami datang maka kami tak akan pergi "


"Awas aku telfon polisi "


Ayah Bella sudah bersiap akan menghubungi polisi tapi ada salah satu orang diantara mereka semua yang mengambil ponsel itu dan melemparkannya sampai hancur bahkan sampai diinjak injak ponselnya.


"Sialan kalian "


Ayah Bella yang kesal mendorong dengan kesal orang orang itu, tapi percuma karena mereka diam saja tak membalas atau berbicara.


Tiba tiba datang seseorang memecah kerumunan itu "sialan kau Adi, enyahkan semua orang orang ini "


"Tidak bisa aku sudah meminta Bella baik-baik padamu dan aku juga sudah bilang aku akan mengejar Bella dan membuatmu menerima aku, tapi kau mengambil keputusan seperti ayahku dulu ingin membawa Bella kabur sebenarnya apa inginmu, apa karena aku seorang mafia lalu kau takut anakmu akan kenapa-napa aku bisa melindunginya dan aku juga bisa melindungimu kau tidak usah takut"


"Aku tidak pernah percaya dengan seorang penjahat, kau sama saja seorang penjahat aku pun melakukan ini untuk kebaikan anakku dan cucu-cucuku"


Adi diam, menatap kedalam mobil, dia melihat temannya Bella itu malah mengedipkan matanya, ada apa coba dengan temannya Bella itu, apa dia menyukai laki laki Adi bergidik ngeri dan menatap.


Adi mendekati ayahnya Bella, Adi memegang tangan ayahnya Bella dan langsung terduduk ditanah.


"Apakah aku harus bersujud padamu, apakah aku harus mencium kakimu tuan Rey, aku bener benar mencintai anak mu, tolong jangan dipersulit seperti ini aku mencintai Bella "


"Mas jangan seperti ini " Bella membantu Adi bangun namun Adi sama sekali tak bangun.


"Mas "


"Sayang akan aku lakukan apapun itu untuk mu, kau masuk kedalam mobil ya "


Adi memegang kaki ayahnya Bella "apa aku harus mencium kakimu, tolong jangan seperti ini tuan jangan, tolong aku mencintai Bella aku mau melakukan apapun untuk mu "


Tuan Rey diam menatap Adi, lalu melihat anaknya Bella, tanpa banyak bicara tuan Rey masuk kedalam mobil lalu membuka jendela.

__ADS_1


"Masuk Bella, kalau kau sayang papih masuk kedalam mobil jangan ikut dengan laki laki itu, jika kau sayang nyawamu masuk"


Adi masih diam, kepalanya menunduk sambil menutup kedua bola matanya.


__ADS_2