
"Ayo bergegas kita harus mencari Tuan, tuan belum sampai-sampai sekarang juga telusuri semua jalan siapa tahu ada sesuatu yang Tuan butuhkan atau terjadi sesuatu pada Tuan"
"Baik "
Mereka semua menyebar, dengan cepat masuk kedalam mobil yang sudah disediakan dan pergi, Zack juga sama dia pergi dengan memimpin jalan dan saat di jalan utama mereka berpencar untuk mencari tuannya.
"Kenapa kau tuan sebenarnya " Zack terus menghubungi tuannya tapi nihil tak diangkat
"Lebih cepat lagi "
"Baik tuan "
"Tunggu tunggu itu bukannya mobil tuan " tanya salah satu anak buah Adi
Zack segera memfokuskan pandangannya " hemm ya itu mobil tuan ayo turun "
Mereka semua turun dan berlari kearah tubuh yang tergeletak, Zack mengecek denyut nadi tuannya sangat lemah " ayo cepat bawa tuan kerumah sakit terdekat" .
Mereka bertiga memangku Adi dan memasukannya kedalam mobil, sedangkan Zack sendiri membawa mobil tuannya yang dari tadi menyala.
"Sialan siapa yang melakukan ini " sambil memukul setir
"Apa yang harus aku bilang pada nyonya"
Zack mengambil nafas terlebih dahulu dan menghubungi Bella, dirinya harus memberitahu nyonya, kalau tidak dikasih tahu akan lebih gawat lagi kan.
"Bagaimana Zack " belum juga dirinya berbicara nyonya sudah lebih dulu berbicara.
"Bisa nyonya pergi kerumah sakit "
"Ada apa, apa yang terjadi apa terjadi sesuatu dengan suamiku "
"Nyonya kerumah sakit saja ya, aku akan menunggu nyonya "
"Kirimkan saja alamatnya "
"Baik nyonya "
Zack setelah mematikan sambungannya segera memberikan alamat rumah sakit, disini rumah sakit tuan dekat dan pasti yang lain akan membawa tuannya kerumah sakit itu.
***
"Jangan menangis Bella "
"Suamiku kerumah sakit Ki, apa yang terjadi apa kecelakaan apa ada yang menyerangnya"
__ADS_1
"Jangan berkata seperti itu mungkin ada anak buahnya yang terluka makanya dia di rumah sakit dan bilang ke rumah sakit atau mungkin ponselnya rusak jadi kak Zack yang menghubungimu. Jangan berbicara seperti itu dulu"
"Tapi kalau pun ponselnya mati dia akan meminjam ponsel kak Zack dan dia sendiri yang berbicara bukan kak Zackq Ki "
Rizki diam tak bisa menenangkan kembali Bella padahal dirinya baru saja tadi berbicara dengan tuan Adi kenapa sekarang tiba tiba menjadi seperti ini, ada apa coba.
Rizki mentap Bella yang menangis dan memegang tangannya, tapi Bella terus saja menangis bahkan sekarang dia terisak.
"Aku akan mempercepatnya Bella "
Setelah sampai di jalan raya, Rizki mengebut untuk pergi kerumah sakit yang kak Zack katakan, dirinya juga dapat pesan dari kak Zack.
***
Adi langsung dibawa keruang operasi semua dokter tegang melihat keadaan Adi yang begitu menghawatirkan darah sudah dimana mana, dan juga nadinya sudah sangat lemah sekali, badannya dingin.
Zack diam diluar dia menatap pintu itu sesekali menengok ke kaca bundar yang menempel dipintu, keadaan didalam sangat banyak dokter dan juga suster yang menangani tuan Adi.
"Kak Zack "
Zack melihat kearah Bella yang berlari kepadanya " bagaimana suamiku apakah dia baik baik saja, bagaimana keadaannya apakah dia baik "
"Tuan sedang ditangani nyonya, sepertinya ada yang menyerang beliau "
Bella menutup mulutnya dan tubuhnya lemas mendengar semua ini, untuk saja ada Rizki yang siap menahan tubuh Bella, Bella menangis kembali bahkan sekarang dia meraung raung sambil terduduk lemas dia lantai.
Bella tak menjawab malah makin kencang menangis, Rizki dengan cepat memeluk Bella dengan sangat erat, biarkan Bella menumpahkan semua kesedihannya diperlukannya.
"Kak Zack aku boleh minta tolong "
"Ada apa Ki "
"Tolong belikan sesuatu untuk Bella dia belum makan apa apa "
"Baik kalian tunggu disini dengan yang lain "
Rizki mengangguk dan memangku Bella memindahkannya untuk duduk dikursi, badan Bella begitu lemas " Ki bagaimana dengan suamiku, apakah dia tak akan kenapa napa siapa yang menyerangnya kenapa dia tega menyerang suamiku "
"Aku juga tidak tahu kau doakan saja yang terbaik untuk suamimu ya, aku yakin dia akan kuat dia tidak mungkin menyerah begitu saja"
Bell bangkit dia berjalan dengan perlahan ,Rizki mengikutinya dari belakang sambil memegang tangannya, Bella melihat operasi itu dan tangisnya kembali lagi, tapi sekarang kesadaran Bella hilang dia pingsan.
"Bella "
Rizki segera memangku Bella kembali " ayo cepat minta kamar kosong " teriak Rizki
__ADS_1
Mereka semua segera berpencar dan datang suster membuka kamar sebelah, Rizki dengan cepat membawa Bella dan membaringkannya ditempat tidur.
Dokter juga datang, dia segera memeriksa Bella " dia syok tuan, makanya nyonya langsung pingsan "
"Tolong di urus dokter " ucap Zack yang baru datang
"Iya tuan Zack, nyonya juga kelelahan saya akan memasang infus "
"Ya lakukan yang terbaik "
Dokter itu segera melakukan tugas nya " sudah selesai tuan tuan saya permisi, kalau nyonya siumana langsung panggil saya ya, "
"Baik "
Zack memberikan makannya pada Rizki " terimakasih kak"
"Ya, bagaimana apakah sudah ada kabar dari ruang operasi itu untuk keadaan tuan "
"Belum kak, belum ada kabar "
"Hemm baiklah aku akan menunggu diluar kau jaga nona Bella "
"Baik kak "
Zack dan juga anak buah yang lain keluar hanya tinggal Rizki saja dan juga Bella.
"Bella kau harus bangun kau jangan tinggalkan aku ya, kau harus kuat aku tahu kau pasti bisa melewati semua ini "
Rizki memegang erat tangan Bella dan menundukan kepalanya. Sedangkan Bella sendiri sekarang sedang ada di sebuah hutan yang begitu indah dengan sinar matahari yang menyorotinya.
"Bella "
"Mas kau baik baik saja " tanya Bella sambil berlari kearah suaminya
"Aku baik, jika aku pergi kau bisa kan sendiri tanpa aku, kau bisa menjaga anak-anak tanpa aku kan"
Bella memundurkan langkah "apa yang kau bicarakan, aku tidak mau aku tidak mau sendiri dan aku juga tidak bisa mengurus anak-anak tanpamu"
Adi berjalan kearah istrinya dan memeluk tubuh sang istri dengan erat "tapi aku tidak bisa bertahan"
"Kenapa begitu kenapa kau tidak bisa bertahan untukku dan juga anak-anak, kenapa kau menjadi laki-laki lemah aku tidak mau aku tidak akan menjalani hidup jika tidak bersamamu"
Bella melepaskan pelukan itu dan menyusut air matanya "kau harus kembali dan kau tidak boleh pergi, aku tidak mengizinkan mu pergi kemanapun, jika aku tidak mengizinkan maka kau tidak boleh pergi jika aku tidak mengizinkan kau mati jadi kau jangan mati"
Bella makin memundurkan langkahnya dan menatap suaminya dari kejauhan " aku tidak akan pernah membiarkan itu mas, aku tak akan pernah mau ditinggalkan oleh mu, jika kau sampai melakukan itu aku akan ikut denganmu "
__ADS_1
Adi tersenyum dan menganggukan kepalanya " aku akan berjuang untuk mu sayang "
Perlahan Adi menghilang dan meninggalkan Bella sendirian di ke sunyian hutan ini.