Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia

Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia
Bab 124 Bertemu dengan mamih


__ADS_3

"Seorang Adi mendapatkan istri seperti itu, apakah kau senang " tanya Firman dengan tawa yang lepas.


Adi menatap temannya " sebenarnya aku tak menyangka kalau istriku akan sehebat itu, aku sungguh tak menyangka saja "


"Bagus itu akan bagus kau jadi tak usah takut untuk meninggalkannya kalau ada masalah, maksudku kalau ada pekerjaan diluar rumah "


"Hemm ya tapi tetap saja aku harus memperketat pengawasan aku tak mungkin meninggalkannya begitu saja, jadi kau ingin pergi kesana sendiri atau bagaimana"


"Aku seperti tak akan pergi sudah terlambat juga, aku pulang jaga istrimu itu, sulit mendapatkan istri seperti dia, dan lebih baik kau bawa dia pergi dari sini, dia sedang mengandung dan bersembunyi lah dahulu agar tak ada musuh yang menyerang "


"Hemm ide bagus "


"Aku pulang "


Firman melangkah keluar rumah sambil bersiul sedangkan Adi meninggi istrinya yang belum keluar dari penjara bawah tanah, dirinya tahu istrinya pergi kesana dan membiarkannya saja agar istrinya bisa nyaman saja.


"Sayang "


Adi mendekati istrinya dan memeluknya " apakah kau mau pindah ketempat lain selama kau hamil "


"Baru saja aku ingin mengatakan itu padamu, aku ingin pindah dulu saja dari sini, aku ingin tenang saat mengandung, kau tau anak kita kembar kan jadi aku tak mau membahayakan mereka bertiga musuh mu terlalu banyak "


Adi melepaskan pelukannya dan mengusap wajah sang istri yang sudah terlihat begitu lelah " maafkan aku, seharusnya aku tak membawa mu kemari seharusnya aku menyembunyikan mu "


"Tak usah meminta maaf aku tahu konsekuensi hidup bersama mu, ini sudah aku ambil dan aku akan menerima semuanya. Tapi sebelum kita pergi boleh ketemu dengan mamih ku dulu, rasanya aku ingin bertemu dengannya dan melihat keadaanya "


"Kau tak marah padanya "


"Aku marah dengan apa yang ibuku lakukan, tapi mau bagaimanapun dia tetap ibuku, aku tidak bisa membencinya aku tidak bisa marah lebih lama lagi padanya dia yang sudah melahirkanku aku tidak bisa melupakan dia" Bella mengusap air matanya dan membelakangi suaminya untuk menyembunyikan kesedihannya.


"Baiklah kita pergi kerumah mamih mu dulu, kita bertemu dengannya "


Bella membalikan badannya dan tersenyum pada Adi " terimakasih karena kau mau melakukan itu "


"Tentu sayang apapun ya kau mau akan aku lakukan, selagi tak membahayakan mu "

__ADS_1


Bella yang kegirangan memeluk Adi sampai sampai suaminya itu mundur beberapa langkah karena belum siap untuk dipeluk oleh sang istri, apalagi berat dan istri sekarang sudah bertambah.


***


"Apakah kau yakin mas ibuku tinggal disini "


"Ya Zack sudah mencari alamatnya dan ini rumahnya "


Bella melihat sekitar rumahnya kecil dan tak terurus, apakah ibunya tinggal disini bersama Serena kakaknya, kenapa disini apakah papihnya tak memberi mereka yang sama sekali.


Adi memegang tangan istrinya dan membawanya lebih dalam lagi untuk masuk kedalam rumah.


Tok tok tok, Adi mengetuk pintu perlahan, belum ada yang membukakan mereka diam menatap pintu, kembali Adi mengetuk pintunya dan dibuka.


"Siapa sih pagi pagi ganggu "


Serena mengangkat kepalanya dan ternyata Bella adiknya disini, Serena menatap sinis pada Bella " mau apa kau disini "


"Aku ingin bertemu dengan mamihku, "


"Kau tidak ada rasa bersalah padaku atau kau ingin minta maaf padaku setelah apa yang kau lakukan padaku. Apakah ini penyambutanmu pada adikmu yang baru saja menemuimu, aku hanya ingin menemui ibuku apakah salah"


"Untuk apa aku minta maaf padamu tidak ada gunanya. Kau itu hanya membuat onar di rumah kau selalu saja membuat rumah berantakan membuat semua keluarga risau dan juga bertengkar gara-gara sifatmu dan sikapmu itu"


Bella yang muak dengan kata kata kakaknya langsung saja masuk " heyy kau tak sopan ya " jerit Serena


Serena yang akan mengusir Bella tangannya dipegang Adi dengan erat "lepaskan"


"Biarkan dia bertemu dengan ibunya kau ini tak berhak untuk melarang dia bertemu dengan ibunya. Apakah kau tidak malu setelah menjual adikmu dan saat ada dia di depanmu kau sama sekali tidak minta maaf ternyata pilihanku sudah benar saat membeli Bella hidupnya tidak akan bahagia bersama perempuan licik sepertimu dan untuk tindakan Ayah mertuaku itu juga sudah bagus, mengusirmu dari rumah kau itu hanya benalu Serena dan aku juga tahu kau dan juga Deri ingin menyerang istriku kan. Tapi semua itu tidak akan terjadi dia sudah tiada jika kau berani macam-macam lagi kau yang akan mati selanjutnya"


Adi pelepasan cekalannya dan mengejar istrinya yang sudah masuk.


"Sialan kenapa bisa ketahuan belum juga dilaksanakan sudah gagal, lihat saja kau tak mengenal aku, aku bisa melakukan apa saja untuk menghancurkan Bella aku tak akan pernah membiarkan dia hidup bahagia"


**

__ADS_1


"Mamih kau dimana ini aku Bella "


Bella membuka satu persatu pintu dan saat membuka pintu belakang Bella melihat seseorang duduk dikursi roda dengan rambut berantakan melihat kearah jendela luar.


"Mamih "


Bella sedikit berlari dan memegang tangan mamihnya yang dingin " Bella anak ku kau ada disini Bella maafkan mamih, mamih minta maaf atas apa yang telah mamih lakukan sungguh apa yang mamih lakukan adalah sesuatu yang hina, mamih ini sudah tak pantas untuk dianggap ibu oleh mu, mamih sudah jahat padamu mamih sudah tega padamu, maafkan mamih " mamihnya Bella menangis dengan histeris sampai sampai dia terjatuh dan memeluk kaki Bella dengan erat.


"Jangan seperti ini mih " ucap Bella dengan suara lirih, Bella duduk dan memeluk ibunya yang menangis tak karuan, ibunya terus saja meminta maaf tak terhitung ibunya sudah mengucapkan itu berapa kali.


"Mamih minta maaf Bella, mamih minta maaf pasti kau tak akan memaafkan mamihkan, mamih begitu malu nak mamih malu dengan apa yang mamih lakukan tak seharusnya mamih melakukan itu padamu, tak seharusnya nak maafkan mamih "


"Jangan meminta maaf seperti itu, aku sudah memaafkan mamih, mamih kenapa menjadi seperti ini kenapa mamih duduk dikursi roda apakah mamih jatuh "


Ibunya Bella melepaskan pelukannya dan menatap anaknya dengan sangat lekat, " mamih merindukan mu, apakah kau benar memaafkan mamih, apakah kau tak kecewa dengan mamih "


Bella menggenggam kedua tangan ibunya dan memeluknya "aku mana mungkin bisa marah lama lama sama mamih, aku memang kecewa dengan apa yang mamih lakukan dengan Serena, aku sangat kecewa dengan tindakan kalian berdua tapi aku tak mau memendam dendam pada ibuku sendiri aku tak bisa mamih, aku begitu menyayangimu sampai sampai aku tak akan pernah bisa membalas apa yang telah mamih lakukan, aku gak bisa " tak terasa air mata Bella mengalir.


Menatap keadaan ibunya yang seperti itu membuatnya begitu sedih, membuatnya begitu hancur apakah kakaknya tak mengurus ibunya dengan benar .


"Mamih ikut Bella ya "


Mamihnya langsung mengelengkan kepalanya " kenapa mamih gak mau ikut Bella kenapa, mamih takut Bella celakain "


"Mamih gak mau repotin kamu, mamih gak mau ayah mu marah, mamih juga tau kau sudah menikah selamat ya, mamih akan mendoakan yang terbaik untuk mu, tapi kalau untuk tinggal bersama mu mamih tak bisa nak, mamih tak akan bisa mamih malu mamih akan sangat malu dengan suami mu, biarkan mamih disini bersama kakak mu biarkan mamih meratapi semuanya "


Bella memeluk ibunya, kenapa tak mau padahal dirinya ingin mengurus ibunya, dirinya ingin bersama ibunya dan selalu bersamanya apa lagi dirinya sebentar lagi akan melahirkan.


Adi yang dari tadi diam hanya menatap istrinya dan juga ibunya yang sedang berpelukan dan juga menangis, dirinya tak mau menganggu mereka.


Tapi satu hal yang membuat dirinya kagum, istrinya bisa memaafkan ibunya dengan cepat, kalau dirinya yang ada di posisi Bella, dirinya tak akan pernah bisa memaafkan ibunya dirinya akan terus membenci sang ibu sampai akhir hayatnya..


"Diam kau jangan menganggu mereka " Adi menahan Serena yang akan masuk.


"Ini rumahku jadi kau tak usah melarangku, dia ibuku dan Bella tak berhak untuk mendekatinya " jerit Serena.

__ADS_1


Ibu dan anak yang sedang berpelukan itu langsung menatap keributan didepan pintu, ibunya Bella menundukan kepalanya saat melihat Adi menatapnya dengan tajam.


__ADS_2