Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia

Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia
Bab 225 Mengapa mereka diam saja


__ADS_3

Aliya masuk ke ruang ganti olahraga yang ada di dekat kolam renang, dia menghampiri Ayu yang lagi-lagi sedang akan mengganti pakaiannya.


"Ada apa Aliya, kamu mendatangiku"


"Ow aku sudah langsung disambut olehmu. Apakah kau lupa dengan apa yang telah kau lakukan Ayu, kau sudah membuatku marah kau pergi bersama pacarku"


"Lagi-lagi masalah itu, kau terus saja membahas masalah itu. Apa tidak ada masalah lain selain itu sampai setiap hari kau membuatku pusing hanya masalah itu. Cukup sudah cukup"


"Katamu cukup, masalah itu adalah masalah besar untukku. Kau berpura-pura tidak tahu, datang kepadaku dan menyapaku saat hal itu sudah terjadi. Kau ini tidak tahu malu sekali ya kau datang padaku say hai dan so asik, lalu kau telah menghianati aku kau sudah menusukku dari belakang"


"Kau ini kenapa"


"Kau tanya aku kenapa. Aku marah padamu"


"Aku yang harusnya marah padamu, jangan pernah temui Mamaku lagi di butik dan jangan pernah bicara apapun lagi padanya"


Aliya langsung mensejajarkan tubuhnya dengan Ayu lalu berpura-pura sedih "Maafkan aku Ayu, sungguh aku minta maaf aku tidak akan melakukan itu lagi. Maafkan aku ya Ayu cantik sayangku maafkan aku. Aku tidak akan pernah melakukan itu lagi, aku janji padamu aku sangat takut padamu. Oh ya Tuhan tolong aku, aku takut pada Ayu" Aliya menyatukan tangannya dan pura-pura takut.


Ayu yang melihat Aliya seperti itu mengernyitkan keningnya "Ada apa denganmu. Apakah kau sakit"


Aliya tertawa lalu berkaca pinggang" Iya aku sakit, aku gila"


"Orang gila yang mengakui dirinya gila, hebat sekali sekolah ini. Ternyata selama ini aku berteman dengan orang gila"


Ayu berbalik ke arah lokernya lagi dan mengambil ponselnya, namun ponselnya diambil oleh Aliya.


"Kembalikan ponselku, jangan macam-macam Aliya. Aku tidak mau bermain-main denganmu hanya masalah kecil saja kau besar-besarkan kembalikan ponselku"


Tangan Ayu dipegang oleh kedua teman Aliya, mereka memegang erat Ayu. Meskipun Ayu meronta-ronta tapi tenaganya kalah oleh mereka berdua.


"Lepaskan aku, jangan main-main seperti ini berikan ponsel aku Aliya, kau ini sialan kau benar-benar gila kembalikan ponselku lepaskan. Jangan pegangin aku seperti ini, kalau berani satu lawan satu jangan keroyokan"


Ayu mencoba untuk meronta-ronta lagi, dia sudah melakukan berbagai cara untuk membuat teman-temannya Aliya melepaskan tangannya dan teman-teman yang tadi sedang berganti pakaian mereka hanya menatap Ayu tanpa ada yang mau membantu Ayu.


"Ayo beritahu aku. Apa kata sandinya"

__ADS_1


"Apa yang ingin kau cari, sini biar aku carikan tidak perlu kau yang mencarinya"


"Sudah katakan saja. Apa kata sandinya Ayu sayang. Jangan keras kepala ayo aku ingin melihat ada apa saja di ponsel mu yang jelek ini cepat"


"Aku akan mencarikannya untukmu cepat kembalikan"


"Ow tidak, aku tidak mau cepat katakan apa kata sandinya"


Rambut Ayu langsung ditarik oleh Cassandra "Cepat katakan kata sandinya Ayu "


"Baiklah 0118"


"Apakah ini ada artinya tapi aku tidak peduli"


Jambakan di rambut Ayu segera dilepaskan, Aliya membuka semua apa yang ingin dia tahu lalu menatap Ayu dengan marah "Ternyata kau sudah menghapusnya, baiklah kita buat yang baru saja ayo lakukan apa yang sudah kita rencanakan"


Abigail segera maju lalu men vidio Ayu yang sedang dilucuti, almamater Ayu dibuka dengan paksa, lalu kemejanya dan terakhir roknya "Lepaskan aku, apa yang kau lakukan. Ini sama saja pelecehan aku bisa melaporkannya ya "


Aliya malah tersenyum dia melangkah pergi meninggalkan Ayu "Kau kemarilah Aliya lepaskan aku sialan lepaskan, dasar perempuan gila kau "


Aliya malah diam saja dia pergi dan membiarkan Ayu untuk dipermalukan oleh teman-temanya.


"Diamlah Ayu agar lebih cepat"


Ayu sekarang hanya menggunakan ********** saja dan juga roknya juga dibuka. Untung saja tadi dirinya memakai legging pendek Ayu menundukkan kepalanya dirinya di video seperti ini oleh teman-temannya Aliya sungguh sangat keterlaluan.


Ayu mencoba untuk melindungi ***********, tapi teman-teman Aliya malah menarik tangannya agar tak menghalangi.


Sedangkan di ruang ganti pria, Budi juga sama dia dilucuti, "Ada apa ini kenapa kalian membuka pakaianku ada apa ini hah "


"Buka baju dia dan juga celananya " teriak Galang


Budi segera mengambil kayu yang ada di sana dan mencoba untuk melawan "Jangan dekati aku. Aku tidak akan segan-segan untuk memukul kalian ya jangan seperti ini apa yang kalian lakukan"


Kemeja Budi langsung ditarik, kemejanya langsung sobek. Budi melemparkan kayu itu dan berlari pergi. Para laki-laki malah mengejar Budi atas perintah Galang.

__ADS_1


Budi melihat Andaru ada di depannya "Tolong aku Andaru mereka gila tolong aku"


Tapi Andaru hanya diam saja, dia hanya menatap Budi tanpa ada rasa ingin menolongnya. Lalu Budi melihat ke belakang di sana ada Aksa, dia juga sama saja dia hanya berkaca pinggang dan menatap Budi.


Budi berlari ke arah Aksa dan kembali dia dikejar-kejar oleh teman-temannya, lalu Budi dibawa kembali ke ruang ganti pakaian itu dan ditelanjangi, dia hanya menggunakan ********** saja sekarang.


"Ada apa dengan kalian semua ini hah. Kenapa kalian melakukan ini padaku. Apa salahku sebenarnya aku tidak pernah membuat masalah dengan kalian tapi kau memperlakukan aku seperti ini"


"Sudahlah kau diam, tidak usah banyak bicara badanmu ternyata bagus juga. Apakah kau menjadi tukang panggul di rumahmu "


Budi didorong dan dia hanya bisa diam menatap teman-temannya yang tertawa, melihat dirinya yang sudah ditelanjangi seperti ini.


Sama halnya dengan Ayu, dia digusur untuk pergi ke ruangan laki-laki oleh perempuan-perempuan yang ada di sana.


Ayu sudah meminta tolong untuk tidak melakukan ini, dia sudah menangis tapi teman-temannya tidak mau mendengarkan Ayu, mereka terus saja menarik Ayu.


Di sana juga Andaru, dia hanya menatap Ayu dengan senyum tipisnya dia sama sekali tidak ada niat untuk menolong Ayu. Dia hanya diam saja.


Ayu didorong dan tubuhnya menabrak tubuh Budi yang sedang berjongkok. Lalu Abigail kembali men video mereka berdua.


"sudah kalian semua keluar "usir Galang


"Tapi kan kami "


"Sudah kubilang keluar dari sini, cepat keluar sana kalian tutup pintunya"


Sekarang tinggal Ayu, Budi, Galang dan juga Abigail. Budi yang melihat Ayu hanya mengenakan ********** saja segera menyelimutinya dengan handuk, tapi Galang langsung menariknya dan membuangnya


"Ada apa ini kenapa kau malah menutupinya, aku yakin kau sudah melihatnya setiap hari dia kan pacarmu. Ayolah kalian ciuman atau pelukan atau apa gitu"


Galang mendekat dekatkan wajah Ayu dan Budi. Ayu hanya bisa menangis diperlakukan seperti ini. Ayu menatap Abigail yang tidak punya hati.


Ayu terus menetap kedua orang itu yang terus saja mengolok-olok dirinya, bahkan Galang mendorong-dorong tubuh dirinya dan Budi mengunakan kayu.


Ayu mencoba untuk tidak menangis, dia terus menatap kedua orang itu ternyata di sekolah ini semua orang tidak punya hati. Tidak ada satupun orang yang membantunya ataupun Budi. Mereka malah ikut merundung dirinya dan juga Budi tidak ada yang menyelamatkannya.

__ADS_1


Sebenarnya ini sekolah apa. Kenapa orang-orangnya begitu jahat, kenapa sekolah ini tidak punya attitude sama sekali. Kenapa orang-orang di sini tidak menyelamatkan orang yang di-bully. Kalau hal ini terjadi pada dirinya bagaimana coba.


Ayu menghapus air matanya, sebisa mungkin dirinya tidak boleh menangis dirinya harus kuat menghadapi semua ini. Ini adalah sebuah cobaan untuknya dan lihat saja suatu saat dirinya akan membalas apa yang telah mereka lakukan padanya.


__ADS_2