
"Selama Pagi anak-anak "
"Pagi Pak " ucap mereka semua serentak.
Pak Renaldi membawa wadah berbentuk kaca yang isinya semuanya kertas yang dilipat.
"Baiklah anak-anak kita mulai pembelajarannya. Kita akan membahas tentang cerita rakyat Nusantara dan disini didalam sini ada sesuatu yang harus kalian jawab nanti. Bapak kan sudah menjelaskan beberapa tentang cerita rakyat Nusantara. Pasti kalian akan bisa menjawabnya "
"Siap Pak " mereka begitu semangat dan menanti apa yang akan mereka dapatkan nanti.
Tapi tiba-tiba pintu dibuka, Aliya langsung duduk tanpa mengucapkan salam ataupun apapun..
"Orang yang masuk terakhir harus menutup pintunya Aliya"
"Aku menutup pintu, rasanya tak penting "
Aliya menatap Abigail dan tanpa banyak bicara Abigail langsung menutup pintu. Pak Renaldi yang melihat itu sangat miris. Kenapa harus seperti ini.
"Sepertinya di kelas ini harus lebih belajar lagi sopan santun dan tata krama ya "
"Ya begitulah Pak, kalau kau tak suka mengajar di sini maka tidak usah mengajar di sini Pak, memang murid-murid di sini memang beginilah"
"Hemm, begitu yah, baiklah aku akan berbicara pada Tuan Adi nanti "
Aliya langsung kaget, tapi dia menyembunyikan wajah paniknya itu.
"Baiklah kita mulai lagi pembelajarannya. Nanti biar Tuan Adi sendiri yang berbicara pada kalian bagaimana bersikap "
"Seperti yang sudah Bapak jelaskan cerita rakyat Indonesia adalah cerita yang berasal dari masyarakat yang telah diwarisi secara lisan. Cerita ini menjadi satu set dari sikap, perilaku, dan nilai-nilai yang dimiliki masyarakat Indonesia yang terus berlanjut ke generasi seterusnya melalui tradisi tutur "
"Cerita tersebut umumnya memiliki nilai-nilai kearifan lokal yang berhubungan erat dengan terjadinya suatu hal peristiwa, kejadian, dan sebagainya. Kearifan lokal tersebut biasanya tercermin dari kesenian, mata pencarian, bahasa, kekerabatan, teknologi dan pengetahuan alam "
"Pak "
"Iya Galang "
"Kalau misalnya cinta bertepuk sebelah tangan itu termasuk cerita rakyat "
Ada beberapa yang menahan tawa, Pak Renaldi menatap murid-muridnya "Kurasa pertanyaan melenceng ya"
"Hahaha Bapak ini "
"Kau ambil satu kertas ini dan bacakan "
"Siap Pak "
Galang mengambil satu kertas dan "Boleh saya berdiri Pak"
__ADS_1
"Silahkan "
"Cinta, Cinta adalah sesuatu yang bisa membuat sakit hati, tapi semua orang suka itu "
Teman-temanya langsung tertawa "Kurasa aku tidak menulis itu"
"Tapi ini aku membacanya dari yang bapak tulus "
"Aku akan lanjutkan "
Sekarang Aliya yang berulah "Cintaku ditolak dan diinjak-injak aku begitu malu dan aku selalu saja bersembunyi benarkan Lia "
"Ya benar mengaku lah anak kucing, mengaku lah, ayo mengaku lah "
Lia hanya diam menundukan kepalanya dia tak berani menatap teman-temannya hanya menahan kemarahannya. Tapi teman-temanya tak henti-hentinya menghina.
Lia bangkit dan berteriak pada Aliya "Kau dasar perempuan tak punya hati, kau menjijikan "
Lia langsung berlari keluar dari kelas, dan Ayu yang melihat itu langsung mengejarnya. Tak mungkin kan Ayu membiarkan Lia pergi sendirian seperti itu.
Lagi-lagi mereka semua membuat ulah, Pak Renaldi yang tak suka pelajarannya kacau dan anak-anak tak bisa diatur seperti ini langsung berteriak.
"Dian kalian semua tak ada yang lucu "
Diam semua siswa, Pak Renaldi memijat keningnya, lalu menyimpan wadah berbahan kaca itu dimeja Aliya. Aliya yang tak kehabisan akal langsung menjatuhkannya.
Aliya mengambil tasnya dan teman-temannya juga sama melakukan itu, tapi Pak Renaldi langsung memberhentikan nya.
"Duduk tak boleh ada yang pergi dari kelasku "
"Kenapa ini sudah tak bisa dilanjutkan "
Aliya dan Pak Renaldi saling pandang. lalu Pak Renaldi akhirnya mengalah dan membersihkan serpihan kaca itu.
Kawan-kawan Aliya langsung duduk, tapi Aliya sama sekali tidak "Minggir "
"Duduk Aliya "
"Kenapa aku harus duduk, satu lagi kau juga tak boleh memerintah teman-temanku seperti itu "
"Masa, aku bisa memerintah semua murid termasuk dirimu duduk dan jangan membuat masalah "
"Itu adalah kebiasan ku, jadi jangan pernah larang aku untuk membuat masalah "
"Duduk dan kau harus minta maaf pada semua teman-temanmu "
Aliya langsung duduk, tapi tatapan tajamnya tak pernah lepas dari Pak Renaldi. Dia begitu benci pada guru ini.
__ADS_1
...----------------...
"Lia ayo keluar jangan mengurung diri seperti ini. Ayo bicara denganku"
Ayu terus saja mengetuk-getuk pintu agar dibukakan tapi tidak dibukakan juga oleh Lia. Sedangkan Lia disana menangis sambil menggenggam sebuah pensil dan ada sebuah nama terukir disana.
"Lia ayo bicaralah , ayo ceritakan semuanya padaku. Aku pasti akan membantumu jangan takut aku tidak akan melukaimu"
"Lia bukalah pintunya "
"Jangan seperti ini, kau bisa mengatakan apapun padaku, jangan menangis ya"
Ayu menyenderkan tubuhnya di pintu "Aku akan menunggumu sampai kau baik-baik saja. Jangan melakukan apa-apa ya ingat jangan kau gegabah "
Tak ada jawaban Ayu seperti sedang bicara sendiri saja. Tapi itu tak masalah untuknya yang terpenting dirinya bisa membujuk Lia keluar dan berbicara.
...----------------...
Tok tok tok
"Masuklah "
"Pak Renaldi ada yang bisa anda bicarakan "
"Tentu ada Bu Bahar, makanya saya kemari dan akan bicara dengan anda "
"Ada apa Pak "
"Sepertinya di kelas ada bos yang memperlakukan murid-murid lain harus patuh padanya dan tanpa disuruh pun mereka patuh. Apa-apaan ini sekolah macam apa. Kenapa kau sebagai wali kelasnya tidak berbicara pada anak itu. Kau tahu kan tentang masalah ini"
"Iya aku tahu "
"Lalu kenapa kau tidak bertindak dan malah diam saja seperti ini. Seharusnya kamu memanggil anak itu dan berbicara dengannya atau perlu panggil orang tuanya agar dia juga mengerti tentang masalah ini, kalau anaknya itu telah menjadi bos di sini dan memerintah murid-murid yang lain. Itu tidak baik kedepannya"
"Kenapa anda seperti memerintah saya, saya bisa mengatur semua murid saya tanpa anda perintah"
"Apa anda takut kehilangan pekerjaan ini, sampai-sampai anda tidak menegur anak itu. Apakah dia sangat berkuasa sampai-sampai anda takut, apa orang tuanya sangat ditakuti sampai-sampai anda diam saja"
"Nanti saya akan bicara dengan anak itu. Jadi anda tidak usah menyuruh-nyuruh saya untuk melakukan itu"
"Atau perlu saya yang bertindak "
"Tidak usah saya bisa mengurusnya sendiri tanpa anda yang bertindak "
"Baiklah, selesaikan masalah Ayu juga. Jangan membuat mental murid-murid lain hancur karena 1 orang saja. Dia adalah benalu disekolah ini. Maka harus segera ditangani atau mungkin beri surat peringatan untuknya "
Pak Renaldi langsung saja pergi meninggalkan ruangan Bu Bahar, Bu Bahar seperti tak bisa melakukan apa-apa disekolah ini.
__ADS_1