Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia

Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia
Bab 7 Dipesawat


__ADS_3

Abi yang baru pulang langsung masuk kedalam kamar Bella, perlahan makin masuk dan masuk, lalu duduk dan pinggiran tempat tidur, sambil melihat wajah polos Bella saat tertidur seperti ini.


"Kau ini memang masih kecil Bella, kenapa aku tiba tiba ingin kau yang menjadi istri kedua ku, awalnya aku selalu menolak saat istriku menyuruhku untuk menikah lagi, tapi sekarang berbeda, sangat berbeda pertama saat melihat mu di pesawat aku sudah terpukau dengan wajahmu yang jutek, sangat menggemaskan rasa rasanya aku ingin menculik mu, tapi tiba tiba ada yang menawarkan mu kepadaku, aku tanpa fikir panjang langsung membeli mu "


"Memang kelihatannya seperti barang, tapi tenang saja aku sama sekali tak menganggap mu barang, aku menganggapmu sosok wanita yang sempurna "


Untuk pertama kalinya Adi tersenyum tulus pada seorang perempuan, ya meskipun perempuan itu tertidur namun dirinya rasanya ingin selalu saja tersenyum, karena perempuan yang dirinya inginkan ada disampingnya, ada di genggamannya.


Adi mengingat kembali saat pertama kali bertemu dengan Bella dipesawat.


flashback on


Adi yang sedang kesal karena bisnisnya gagal dikagetkan dengan seseorang yang duduk disampingnya sambil diantarkan oleh pramugari, dia mendumal sepertinya sedang kesal.


Adi terus saja menatapnya, untuk pertama kalinya dirinya terpesona dengan seorang wanita, sepertinya dia masih sekolah wajahnya imut kecil dan kulitnya begitu putih, dengan mata sedikit bulat, hidung mancung, bibir kecil tipis dan alis yang berwana hitam dan cukup tebal, lalu bulu matanya begitu lentik. Dia adalah tipe dirinya.


Ya meskipun dirinya sudah memili istri tetap saja dirinya tak bisa menolak pesona perempuan ini, kalau saja yang jadi istri keduanya adalah perempuan ini, dirinya dengan senang hati akan menerimanya daripada Zea Sahabat istrinya sudah celap celup sana sini.


Sepertinya kalau dia dandan makin cantik saja, sekarang dia memakai pakaian kaos dan juga celana jins, tapi akan lebih cantik lagi kalau dia memakai sebuah gaun selutut pasti akan cantik.


Tiba tiba saja pesawat berguncang, perempuan itu langsung memegang tanganku, sakit sih tapi ini kesempatanku, aku menggenggam tangannya dan dia juga menutup kedua bola matanya, tak lama kemudian pesawat tak lagi berguncang, perempuan itu membuka matanya dan mata kami langsung bertatapan.


Dia langsung melepaskan tangannya dan "maafkan aku tuan, aku tak sengaja, maaf sekali lagi " sambil melihat wajahku lalu melihat tanganku.


Aku tak menjawab hanya bisa diam dan menatap terus dia, lalu tak lama kemudian dia membuka tasnya dan membersihkan lukaku, lalu menempelkan plester bergambar monyet.

__ADS_1


"Maafkan aku sekali lagi "


"Ya " ucapku singkat.


Tiba tiba datang lagi pramugari dan membawa perempuan itu, sebelum pergi dia membungkuk padaku lalu tersenyum, dia pergi dan aku merasa kehilangan, aku yang tadinya sedang kesal langsung hilang saja. Digantikan dengan hatinya yang senang.


Saat aku sudah ada di bandara aku melihat dia lagi, dia sepertinya sedang menunggu jemputan atau taksi mungkin, saat aku akan menghampirinya dia sudah masuk kedalam mobil dan menghilang padahal aku ingin berkenalan dengannya.


Sudahlah pupus harapanku, namun sudahlah kalau memang jodoh akan bertemu lagi kan, aku pun segera pulang kerumah untuk bertemu dengan istriku.


flashback of


"Adi " aku langsung sadar dan melihat kearah Ziva yang tiba tiba saja muncul di depan pintu kamar Bella.


Aku sudah kembali lagi pada dunia kenyataan ku lagi, aku yang sedikit kesal langsung menghampiri Ziva "jangan berisik dia sedang tertidur "sambil menutup pintu.


"Kau cemburu "


"Mana ada perempuan yang tak cemburu saat suaminya menatap seorang perempuan lain seperti itu "


"Kalau kau cemburu maka jangan suruh aku menikah lagi"


"Tidak bisa kita harus mempunyai anak, jika sampai ayahmu tau aku tak bisa mempunyai anak dia pasti akan membuat kita bercerai, aku tak mau berpisah dengan mu "


"Ya maka kau jangan cemburu, kenapa aku ada disana agar aku lebih mengenalnya saja "

__ADS_1


"Baiklah Adi baik lah " ucap Ziva meskipun masih kesal dan tak rela suaminya menatap begitu pada perempuan lain.


Adi yang melihat istrinya cemberut langsung memeluknya dengan erat, namun seketika dilepaskan ,"kenapa kau bau asap roko apakah kah kau merokok kembali Ziva "


"Tidak aku sama sekali tak merokok tadi Zea yang merokok aku bertemu dengannya "


"Aku sudah melarang mu untuk bertemu dengannya kenapa kalian masih bertemu "


"Adi dia adalah sahabatku sebelum aku menikah denganmu jadi tolong biarkan aku pergi bersamanya jangan melarang ku, karena aku tak suka bila ada orang yang melarangku bertemu dengan Zea, jangan kau mengaturnya soal itu, aku mohon padamu "


"Kau sudah pernah dia khianati apakah kau ingin tertipu untuk kedua kalinya "


"Itu masa lalu sudah jangan bahas lagi "


"Seharusnya kau menjauhi Zea setelah penghianatan itu, bukannya kau mendekatinya lagi dan berteman dengannya kalau aku yang menjadi dirimu Ziva aku tidak akan pernah memaafkannya sedikitpun aku tidak akan pernah melakukan itu kau pikir-pikir lagi untuk bersahabat dengannya aku ini suamimu seharusnya kau menurut apa kata-kataku"


"Tolong jangan bahas masa lalu ku dan juga Zea, sudah aku bilang kan jangan bahas masa lalu aku dan Zea sudah baik-baik saja kami berdua sudah tidak bertengkar lagi jadi tolong jangan bahas lagi aku tidak mau membahasnya lagi"


Adi mengangkat bahunya dan langsung pergi meninggalkan istrinya, sulit sekali istrinya ini diberitahu selalu saja membantah, sudahlah biarkan nanti juga dia akan merasakan sendiri, mungkin 1 kali dikhianati bukan masalah besar untuk Ziva.


Ziva yang melihat suaminya pergi meninggalkannya segera berlari dan masuk kedalam kamar juga, entahlah setiap Zea melakukan kesalahan dirinya pasti akan cepat memaafkan sulit sekali untuk membiarkan Zea sendirian.


Dia adalah sahabat dirinya satu satunya, dia adalah orang yang selalu ada untuknya, ya meskipun pernah berkhianat tapi tetap saja itu sahabat dirinya.


Ziva yang melihat suaminya langsung tertidur sambil membelakanginya dirinya langsung saja Ziva memeluknya dari belakang, meskipun suaminya tak membalas biarlah, yang terpenting dirinya harus selalu memeluk suaminya.

__ADS_1


Dirinya begitu mencintai Adi, laki laki yang dijodohkan oleh orang tuanya, memang dari dulu dirinya sudah menyukai Adi dan saat mendengar akan dijodohkan dengan Adi aku begitu senang dan tak sabar ingin segera menikah dengannya.


Ya meskipun awalnya Adi begitu jutek dan menyebalkan namun dirinya sekarang bisa meluluhkan hatinya jugakan, senang sekali rasanya begitu bahagia bisa mendapatkan laki laki yang kita cintai, laki laki sempurna dan berkuasa di dunia hitam dan juga di dunia yang sebenarnya.


__ADS_2