Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia

Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia
Bab 121 Aku harus pergi


__ADS_3

"nyonya "


Bella menatap kearah pintu Sera membawa nampan dan mengunci kembali pintu.


"Kak Sera ada apa ini "


"Kau harus makan dulu ya nyonya "


"Ada apa diluar "


"Ada pengkhianat nyonya kau harus makan dulu ya"


"Tidak aku tak nafsu untuk makan"


"Nyonya harus makan "


"Tidak kak Sera aku tak mau, bagaimana keadaan Rizki apakah dia baik baik saja "


"Dia sedang ditangani nyonya "


"Lalu suamiku sedang apa "


"Dia sedang mengurus pengkhianat itu "


"Tapi suamiku tak apa apa kan "


"Tuan tak apa nyonya "


"Baiklah kak, simpan saja makanannya dimeja "


"Aku akan menunggu nyonya makan "


Bella yang tidak mau membuat Sera risau padannya langsung memakannya saja, meskipun fikirannya penuh dengan pertanyaan, tapi dirinya harus tetap memikirkan tentang anak anaknya ini.


***


"Kau siapa yang menyuruh mu "


"Tidak ada "


Adi menendang perempuan itu sedangkan Zack dia masih mengecek sebuah data dan memberikannya pada Adi.


Adi membacanya dan memberikannya kembali pada Zack " baiklah kau tak mau mengaku, akan aku bawa anak mu yang masih 8 tahun dan akan aku habisi didepan mu "


"Tidak jangan bawa anak ku, dia tak tahu apa apa "


"Zack bawa anaknya dan bunuh dihadapannya sekarang juga "


Dara memegang kaki Adi dengan erat namun lagi lagi Adi menendangnya lagi "bawa anaknya kemari sekarang juga Zack " teriak Adi dengan menggelegar.


"Baik tuan "


"Jangan yang menyuruhku adalah tuan Deri tolong jangan apa apa kan anak sayang, tolong "

__ADS_1


Dor dor Adi menepak kepala perempuan itu lalu membalikan badannya dan berjalan menjauhi mayat perempuan itu, tapi Adi tiba tiba berhenti "berikan dia pada Darwin, pasti dia akan suka diberi makan daging manusia dan cek juga keadaan Betrick Zack apakah dia sudah baik baik saja "


"Baik tuan "


Adi melangkah kakinya kembali kelantai dua, berani sekali mereka memasukan penghianat kesini awas saja akan habis mereka ditangannya tak akan dirinya biarkan mereka hidup dengan tenang.


Adi mengetuk dahulu pintunya dan terbuka, Sera langsung keluar dan meninggalkan tuan dan nyonya berdua.


"Mas apakah kau baik baik saja, apa yang terjadi "


Adi memeluk istrinya dan mencium keningnya " semuanya baik baik saja, jika makan kau harus hati hati mulai sekarang aku yang akan menyiapkan segalanya untuk mu"


"Siapa Dara sebenarnya "


"Dia suruhan musuhku, kau sudah makannya "


"Sudah mas, aku ingin lihat keadaan Rizki apakah dia baik baik saja "


"Ya sudah ayo kita lihat dia, "


Bella menganggukan kepalanya dengan cepat Bella mendahului Adi, dan Adi sendiri mengikutinya dari belakang, Adi sama sekali tak cemburu dengan Rizki karena dirinya tahu siapa Rizki sebelum dirinya membiarkan Rizki masuk kerumahnya, dirinya sudah lebih dahulu mencari informasi tentang Rizki.


"Ki kau baik baik saja "


Bella duduk disamping Rizki dan memegang kening serta wajah Rizki.


"Sekarang aku sudah baikan, untuk saja aku yang memakannya kalau kau entahlah aku tak bisa membayangkannya, apalagi ada anak mu didalam sini" jawab Rizki dengan lemah.


"Ist kau ini, aku ini manusia aku bisa menangis kapan saja, kau rela melakukan ini demi aku "


"Kenapa tidak kita sahabat, aku tak mungkin membiarkan mu celaka"


Bella memeluk Rizki meski kesusahan Bella berusaha memeluknya, ya ampun Rizki kenapa dirinya dulu pernah jahat pada Rizki, dia begitu peduli padannya.


***


"Kenapa bisa dipercepat, memangnya ada masalah apa, kenapa pertemuan itu dipercepat "


"Ada masalah besar tuan dan anda harus segera berangkat kesana"


"Harus hari ini kah "


"Ya tuan harus hari ini "


"Baiklah kita berangkat kau ikut denganku, dan juga siapkan 20 anak buah untuk ikut dengan kita "


"Baik tuan "


Zack keluar dari ruangannya sedangkan Adi masih diam, dia baru saja menikah tapi harus meninggalkan Bella secepat ini, apakah Bella tak akan apa apa ditinggalkan seperti ini, bagaimana kalau ada yang menyerang.


Adi segera keluar dari ruangannya dan menghampiri sang istri yang sedang mengobrol dengan Sera.


"Sayang "

__ADS_1


"Iya kenapa "


"Aku harus segera pergi "


"Kau ingin pergi kemana kenapa kau tiba tiba meninggalkan aku "


"Ada sebuah pertemuan yang harus aku datangi dan aku tak bisa tidak mendatanginya "


"Aku boleh ikut "


"Jangan sayang, kau jangan ikut ya, kau dirumah saja, aku sudah menyiapkan segalanya, aku sudah memperketat penjagaan kau dirumah saja ya "


"Tak akan lama kan " wajah Bella sudah gelisah dan takut ditinggal oleh suaminya.


"Tak akan sayang, aku tak akan lama "


"Baiklah kau harus pulang dengan selamat jangan sampai terjadi apa apa "


"Aku janji padamu, aku akan pulang dengan selamat sayang, aku harus segera bersiap "


Bella memegang tangan suaminya dan melangkah pergi ke kamar bersama sama, meski hatinya tak tenang saat suaminya pergi, tapi mau bagaimana lagi suaminya harus pergi.


***


"Pakailah kalung ini, aku akan selalu bisa memantau mu "


"Tapi "


"Sudah pakai sayang, aku harus pergi sekarang ya, aku akan sangat merindukan mu "


Adi mencium bibir Bella cukup lama, bahkan sampai ********** dan setelah itu Adi mencium kening sang istri.


"Awas kau harus hati hati dan jaga hatimu " ucap Bella dengan pelan


"Tentu aku tak akan mungkin menghianatimu sayang, aku akan selalu setia padamu, aku janji itu, jika sampai aku selingkuh kau boleh bunuh aku "


Adi memeluk Bella dengan erat lalu pergi meninggalkan Bella tanpa melihat kebelakang lagi.


Bella berlari kearah kaca dan melihat suaminya yang pergi dengan kak Zack dan yang lainnya.


"Kenapa mereka terburu buru sekali, ya tuhan semoga saja mereka selamat dan tak terjadi apa apa pada mereka "


***


"Kapan kita akan melakukan penyerangan "


"Malam ini Adi pergi untuk pertemuan dengan komplotan mafianya, maka kita sekarang harus menyiapkan senjata dan juga yang lainnya, istrinya ada dirumah dan tidak dibawa olehnya, ini adalah sebuah kesempatan kita untuk mengambil istrinya dan membunuhnya, kita buat dia merasakan apa yang pernah kita rasakan "


"Baiklah siapkan semuanya, malam ini juga kita ratakan rumah Adipramana, kita buat dia sengsara dan tak bisa bersama istrinya lagi, kita habisi semua orang yang ada didalam rumah itu, tapi sebelum kita membunuh istrinya kita perkosa dulu dan rekam, lalu berikan rekaman itu pada Adi agar itu menjadi kenang kenangan untuk Adi "


"Bagus ide yang sangat bagus kita lakukan itu, lumayan istri Adi kan cantik dan masih muda pasti akan nikmat sekali, kita keluarkan anaknya juga dari dalam perut istrinya "


"Waw makin bagus saja ide mu itu ayo laksanakan " .

__ADS_1


__ADS_2