Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia

Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia
Bab 52 Takut


__ADS_3

"Kau periksa dulu Bella Darma "


"Tapi Tuan lebih parah lebih baik saya obati dulu Tuan setelah itu saya periksa Nona Bella "


"Sudah Darma kau obati dulu Bella dan periksa dia apakah ada yang luka di tubuhnya coba kau periksa juga kandungannya, apakah baik-baik saja masalah tentang diriku itu gampang kau periksa dulu Bella patuhi apa yang aku bicarakan, cepat lakukan dan periksa Bella "


"Baik Tuan"


Darma segera mengecek keadaan Bella kandungannya, semuanya sedangkan Bella masih saja tertidur dengan begitu nyenyak dia sampai tidak tahu kalau sekarang dia sudah sampai rumah dan sedang diperiksa oleh dokter Darma.


"Semuanya baik-baik saja Tuan tidak ada masalah Nona Bella juga baik-baik saja dan kandungannya juga baik-baik saja, semuanya aman tuan "


Adi menghembuskan nafas lega. Untung saja Bella baik-baik saja "Baiklah sekarang kau obati aku dan sekarang kau Sera jaga Bella jangan sampai ada orang yang masuk ke dalam ruangan ini selain aku dan dokter Darma dan juga Zack "


"Baik Tuan " Sera segera berdiri di samping Bella.


Sedangkan Adi dia keluar bersama dokter Darma, lebih baik diobati di ruangannya saja kasihan takutnya Bella malah terganggu oleh suaranya dan juga dokter Darma.


Bella harus istirahat, dia pasti takut dengan keadaan tadi, pasti Bella akan trauma, awas saja dirinya tak akan mengampuni orang yang telah melakukan ini pada Bella. Habis orang itu.


Setelah kepergian tuannya Sera duduk di samping Bella dan menggenggam tangannya "apa yang terjadi padamu Nona, apakah kau benar baik-baik saja saat kau pergi bersama nyoya Ziva malah kecelakaan seperti ini apa ini ulah dari nyonya Ziva, aku begitu khawatir padamu nona"


Sera menatap wajah Bella, dirinya tak mau melepaskan tatapannya, kasian sekali nona Bella ini, kenapa tadi harus pergi kerumah sakit kalau pada akhirnya malah ada yang menyerang.


Kenapa dirinya tahu, karena tadi dirinya sedikit mendengar tuan bicara dengan dokter Darma tentang masalah penyerangan itu.


***


Ziva mondar-mandir di dalam kamarnya dia bingung sekarang harus melakukan apa, harus kabur atau harus diam dan menunggu Adi tahu siapa dalang dari semua ini bagaimana kalau orang itu mengatakan kalau dalang dari semua ini adalah dirinya bagaimana kalau Adi menangkap Zea dan Zea mengatakan yang sejujurnya, kalau dirinya dalang dari semua ini dirinya yang ingin Bella mati.


"Aku harus menghubungi Zea, aku harus menghubunginya segera, aku harus berbicara padannya apa yang harus aku lakukan sekarang "


Ziva dengan tangan yang gemetaran segera menghubungi Zea namun nomornya tidak aktif "ke mana sih Zea sebenarnya kenapa dia tidak bisa dihubungi, apakah kau sengaja pergi meninggalkanku, ayolah jangan begini Zea"

__ADS_1


Kembali Ziva memencet nomor Zea namun nihil tetap nomornya tidak aktif, semuanya kacau kalau saja Adi tadi tidak balik lagi mungkin semua ini tidak akan terjadi, mungkin Bella sekarang sudah mati dan dirinya akan sangat bahagia tapi gara-gara Adi kembali lagi semuanya gagal total, semua rencananya hancur uangnya pun melayang dengan begitu saja.


"Zea kau ke mana jangan membuatku takut, kau kenapa tiba tiba seperti ini, tak biasanya ponsel mu tak aktif "


Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamarnya, Ziva sampai kaget dengan cepat dia membuka pintu dan melihat ada pelayannya yang menatap ke arahnya" Ada apa kau menggangguku, aku sedang sibuk, apa mau mu "


"Maaf nyonya dibawa ada Tuan besar Anggabaya ingin bertemu dengan anda"


"Ayah mertuaku ada di sini, tidak salahkan ayah mertuaku ada disini "


"Iya nyonya tuan besar ada disini dan ingin bertemu dengan nyonya dan tuan juga, beliau sudah menunggu diruang tengah "


"Baiklah aku akan menemuinya nanti, kau kesana lah turun dan berbicara kalau aku sedang mandi, "


"Baik nyonya "


Ziva segera menutup pintunya dengan keras tangannya masih gemetaran dia membuka lemarinya dan mengambil salah satu pakaiannya, sampai-sampai pakaiannya itu jatuh karena tangannya yang tidak bisa dikontrol bagaimana ini ayah mertuanya datang. Suaminya kalau tahu bagaimana kenapa sih ayah mertuanya datang di waktu yang tidak tepat Ada apa dia apakah akan bertanya tentang kehamilannya lagi.


Ziva segera menganti pakaiannya dan berdandan, sudah cukup seperti ini saja, ini lebih baik dari pada penampilannya tadi, dirinya harus menguatkan mental untuk bisa bertemu dengan ayah mertuanya yang cerewet dan menyebalkan..


***


Adi yang masih diobati kembali mengingat tentang dirinya yang tadi tiba tiba saja khawatir dengan keadaan Bella. Entahlah firasatnya mengatakan kalau akan ada yang terjadi dan benarkan.


flashback on


"Zack tiba-tiba aku khawatir dengan Bella lebih baik kita putar balik dan ikuti mobilnya saja, kita pulang saja masalah kantor bisa diurus nanti sore ataupun nanti malam lebih baik kita ikuti saja Bella dulu ya"


"Tapi Tuan ini masalah besar sekali apakah kita tidak pergi saya dulu ke kantor. Nona Bella kan dengan nyonya Ziva pasti dia akan baik-baik saja Tuan "


"Tidak aku tidak percaya pada Ziva, aku tidak percaya padanya ayolah kita putar balik dan kita ikuti saja mobilnya aku tidak bisa tenang kalau belum melihat keadaan Bella yang sesungguhnya. Aku mempunyai firasat buruk aku tadi bodoh meninggalkan Bella bersama Ziva ayo ayo sebelum terlambat kita harus kembali lagi ke sana Zack, aku mulai gelisah Zack "


Zach menganggukan kepalanya dan memutarbalikkan mobilnya ke arah rumah mereka memang arahnya berlawanan, selama perjalanan tuannya tidak sabaran ingin cepat-cepat menyusul mobil itu.

__ADS_1


Adi dari kejauhan melihat ada sebuah mobil berhenti dan itu memang mobilnya dan dirinya juga melihat Ada anak buahnya yang sedang berkelahi lalu pandangannya beralih ke arah Bella yang sedang berlari sambil memegang perutnya dan Ziva yang diam saja.


Lalu Bella berhenti dan menatap Ziva serta berteriak-teriak namun Ziva seperti acuh dan diam saja. Saat ada orang yang akan melukai Bella dan mengejarnya Adi segera berlari ke arah Bella tanpa memikirkan apapun Adi melindungi Bella dan botol itu langsung menghantam kepalanya. Kepalanya langsung pusing dan sakit sekali tapi yang terpenting dirinya sudah bisa menyelamatkan bela dan melindunginya.


Bella tidak terkena pecahan itu. Adi dengan sekuat tenaga berbalik dan melihat orang itu lalu memukulnya saat melihat keadaan Bella baik-baik saja dirinya bersyukur tiba-tiba sakit di kepalanya sudah menghilang dan yang sekarang ada dalam pikirannya adalah keselamatan Bella saja, untuk dirinya itu ke belakangan.


flasback off


Adi tersadarkan dengan ketukan pintu diruangannya " masuk " perintah Adi


"Maaf tuan ada tuan besar Anggabaya katanya ingin bertemu dengan Tuan dan nyonya Ziva juga "


"Baiklah nanti aku akan menemuinya"


"Baik tuan "


pelayan itu langsung pergi dan Adi melihat dokter Darma" apakah sudah beres dokter Darma "


"Sudah tuan "


"Baiklah kau jangan kemana-mana dan aku minta kau carikan dokter kandungan yang bisa bekerja dan diam di rumah ini, serta susternya pula ya dan aku minta kau beli alat-alat lengkap rumah sakit untuk memeriksa Bella dan kita tidak akan pernah ke rumah sakit lagi ataupun keluar manapun"


"Baik Tuan saya akan mencarikan dokternya dan juga semuanya yang tuan perintahkan "


"Baik satu lagi dokternya tidak boleh laki-laki harus perempuan, oh ya satu lagi apakah kau bisa mencari guru privat untuk Bella sekalian"


"Untuk Tuan saya akan mencarikan juga guru privat untuk Nona Bella. Saya akan mencarikan semuanya tuan dan tuan hanya menerima beres saja "


"Baiklah Darma terima kasih atas bantuanmu nanti setelah Bella bangun kau cek lagi keadaannya ya, aku tidak mau sampai dia kenapa-napa apalagi dengan kandungannya"


"Iya tuan pasti"


Adi langsung keluar dan akan menemui ayahnya apa yang Ayahnya akan bicarakan. Pasti tentang anak lagi bagaimana ini. Baiklah sekarang waktunya berekting dan bagaimana kalau Ayahnya melihat Bella, apa yang harus dirinya katakan pada ayahnya, karena ayahnya tak tahu apa apa, dan Zack juga kenapa belum pulang.

__ADS_1


__ADS_2