
"Ayo kemari masuk "
Ayu dan juga Aina segera masuk dan berhadapan dengan Pak Ginanjar kepala sekolah. Ada juga seorang bapak-bapak yang Ayu tahu itu Ayahnya Andaru dan Aksa.
"Baiklah semuanya sudah kumpul. Saya hanya ingin memberitahu tentang pesta yang akan diadakan sekolah. Untuk kalian berempat tolong jaga sikap nanti di sana dan jangan membuat ulah ya. Jangan membuat malu"
"Bapak bisa tenang. Kami berempat bukan tinggal di kolong jembatan. Jadi kami tidak akan membuat malu dan kami juga akan memakai pakaian yang benar dan juga cocok saat pesta nanti" jawab Budi
"Nah ini yang akan membuat malu dari kata-katamu itu, mungkin aku tidak mempermasalahkan pakaian apa yang akan kalian pakai. Tapi itu dari ucapanmu yang akan membuat malu jadi jaga sikapmu persiapkan diri kalian berempat untuk pesta nanti dan kalian juga akan aku kenalkan pada yang lainnya, kalau kalian masuk ke sekolah ini dengan jalur beasiswa. Kalian juga boleh membawa orang tua kalian. Sudah kalian bisa masuk ke kelas lagi"
Mereka berempat menganggukan kepala, lalu tiba-tiba saja "Ayu bisa kita bicara"
"Tentu boleh Tuan "
"Kemarilah "
Laki-laki itu menyuruh Ayu untuk duduk di sampingnya, "Pak Ginanjar anda keluar dulu saya ingin berbicara berdua bersama Ayu"
"Baik Tuan "
Dengan canggung Ayu duduk disamping Ayahnya Andaru dan juga Aksa.
"Ada yang bisa saya bantu Tuan "
"Emm, kau mengingatkan ku dengan anakku Cempaka. Kau sudah lama tinggal disini "
"Begitu Tuan, iya aku sudah lama tinggal di sini bersama mama mungkin 5 tahun mau ke 6 tahun "
"Lalu Ayahmu "
"Aku dari kecil tidak punya Ayah, kata Mama Ayah sudah meninggal aku hanya tinggal bersama mama dan juga kakek tapi kakek tidak tinggal bersama kami"
"Begitu ya, siapa mamamu. Apakah aku boleh melihat foto masa kecilmu"
"Nama mamaku Nadia. Aku tidak punya foto masa kecilku. Mama tidak pernah memperlihatkan foto masa kecilku kata Mama sih kalau album fotonya hilang"
"Begitu ya, wajahmu begitu mirip dengan Cempaka "
__ADS_1
"Mungkin hanya mirip saja Tuan, "
"Iya mungkin hanya mirip saja, anakku hilang diculik dan sampai sekarang belum ditemukan. Dia adalah kembaran Andaru dan Aksa. Mereka kembar tiga "
"Aku turut sedih Tuan atas apa yang terjadi dengan keluarga anda "
"Ya tak masalah, kau akan datang bersama Mamah mu kan kemari "
"Kalau mama tidak sibuk. Mungkin dia akan ikut, sekarang mama mengurus butik sendirian aku tidak ikut mengurus lagi. Dulu aku suka membantu tapi saat masuk sekolah ini Mama menyuruh untuk fokus belajar"
"Baik ya mamah mu "
"Iya dia begitu baik, aku sangat menyayanginya "
"Baguslah, kapan-kapan kau bisa datang ke rumahku istriku pasti akan senang saat kau datang ke rumah, kau bisa melihat wajah Cempaka dan dirimu sangat mirip memang kau adalah versi dewasanya sedangkan Cempaka versi kecilnya "
"Tunggu aku punya foto Cempaka diponselku "
Adi memperlihatkan foto Cempaka pada Ayu, Ayu mengerutkan kening, tiba-tiba saja kepalanya sakit, sangat sakit sekali ada sekelebat memori anak kecil sedang bermain disebuah taman.
"Kau baik-baik saja Ayu "
Ayu menundukkan kepalanya, dia menutup kedua bola matanya bayangan itu samar hitam putih ada tiga anak yang sedang bermain. Salah satunya adalah perempuan.
"Ayu kita kerumah sakit "
Ayu yang sudah mendingan segera menegakkan kepalanya dan menatap Adi "Aku sudah baik-baik saja Tuan aku tidak perlu ke rumah sakit boleh aku keluar"
"Yakin kau tak apa-apa "
"Aku yakin, aku permisi Tuan "
Ayu langsung keluar dari ruangan itu, sepertinya Tuan itu aneh sekali. Menanyakan segalanya padanya. Tapi tadi kenapa tiba-tiba kepalanya sakit dan ada sekelebat bayangan 3 anak kecil.
...----------------...
"Mah di sekolahku hari ini ada pesta. Apakah mamah mau ikut"
__ADS_1
"Pesta ? Mama akan ikut, oh ya siapa pemilik sekolah itu apakah kau tahu siapa pemiliknya "
"Pemiliknya adalah tuan Adipramana"
Prang piring yang mamahnya pegang tiba-tiba saja terjatuh "Mamah kenapa, pasti mamah kecapean " .
Ayu memungut semua piring-piring pecah itu "Kau harus keluar dari sekolah itu, kita pindah rumah dan pergi dari sini"
"Kenapa Mama, bukannya Mama ingin aku sekolah di sana. Lalu kenapa tiba-tiba Mama ingin aku keluar dari sana itu. Tidak mungkin aku baru saja masuk dan aku tidak mau pindah sekolah kemana-mana, aku ingin sekolah di sana saja itu kan yang Mama mau"
"Iya tapi Adipramana itu bukan laki-laki baik. Mama mengenal baik dia jangan pernah mengobrol lagi dengannya ataupun dekat dengannya dia laki-laki berbahaya"
"Maksud Mama laki-laki berbahaya bagaimana"
"Intinya kau jangan pernah dekat dengan laki-laki itu ataupun dengan istrinya Bella, dia itu perempuan jahat kau jangan sampai dekat-dekat dengannya dan cepatlah keluar dari sekolah itu kita pergi"
"Aku sudah bilang kan ma, aku tidak mau pergi dari sekolah itu, kalau mama terus ngotot seperti itu aku akan bicara pada kakek. Aku tidak mau memangnya apa yang pernah dilakukan Nyonya Bella "
"Kau tidak tahu masa lalu Mama dengan mereka. Jadi kau menjauh jika kau masih ingin sekolah di sana, jauhi mereka dan jangan pernah mengungkap namamu, nama Mamah, nama kakek ataupun tentang keluarga kita. Kau hanya perlu bungkam atau perlu kau berbohong saja pada mereka"
"Mereka itu orang berbahaya Ayu, mereka itu bukan orang baik bahkan hidup Mamah dihancurkan oleh mereka berdua, Mamah masih trauma jika kau ingin pergi ke sana silakan tapi jangan pernah mengungkap apapun pada mereka jangan bicara apapun itu"
"Apakah mamah menyimpan sesuatu dari Ayu"
"Tidak ada yang Mama simpan. Sudah kau siap-siap untuk pergi ke pesta itu, lihat itu Aina dia sudah datang cepat kalian siap-siap ya Mama akan beres-beres rumah oke"
Ayu menatap kearah pintu ternyata benar itu Aina, sebenarnya apa yang mamahnya sembunyikan, masa lalu apa yang mamah punya. Ada hubungan apa mamah dan Tuan Adipramana.
"Yu kenapa melamun "
"Tidak Aina, ayo juga bersiap-siap "
"Hemm, baiklah "
Ayu berjalan terlebih dahulu dan di ikuti oleh Aina, meskipun kepala Ayu penuh dengan pertanyaan, tapi seperti tak seharusnya dirinya bertanya sekarang.
Mamahnya seperti syok dan takut, apakah benar yang dikatakan oleh mamahnya kalau Tuan Adi dan istrinya itu orang jahat, tapi kenapa dirinya sangat ragu sekali dengan ucapan mamahnya tentang yang satu ini.
__ADS_1
Mamahnya begitu banyak rahasia, sama seperti kakeknya. Mereka menyimpan sebuah rahasia yang begitu besar. Apa itu tentang masa lalu Ayu.