
"Nona nona bangun"
"Hemm apakah kita sudah sampai "
"Sudah nona mari "
Johan segera membantu Bella untuk turun dihadapan Bella sekarang ada sebuah rumah yang cukup mewah dengan halaman rumah yang luas.
"Ini rumah siapa "
"Ini akan menjadi rumah nona "
Bella hanya bisa menganggukan kepalanya sungguh dirinya begitu terharu dengan apa yang dilakukan oleh ayah Anggabaya, dia sudah menyiapkan segalanya untuk dirinya semuanya.
Bella dan juga Johan terus masuk, dan Johan langsung membuka pintu namun sepi tak ada siapa siapa, Bella hanya bisa diam dan menatap sekitar lalu menatap kearah Johan.
Dirinya kira ayahnya sudah ada disini, sudah menunggunya tapi nyatanya ayahnya tak ada, apa ayahnya tak jadi diantar kesini.
"Bella "
Bella langsung membalikan badannya saat mendengar ada yang memangilnya, alangkah senangnya Bella saat melihat orang yang selama ini dirinya inginkan ada disampingnya.
"Pihh "
Bella berlari kearah papihnya air matanya sudah tak karuan mereka berdua langsung berpelukan dengan air mata yang sudah meleleh, ayahnya pun sama menangis melihat anak yang sudah dinyatakan tak ada, ada disampingnya kembali..
"Bella benar kan apa firasat papih kamu ada, dan kamu masih hidup, papih yakin pencarian papih tak pernah sia sia nak, kamu kemana sayang, kenapa kamu bisa diculik kenapa nak, papih tak bisa tanpa kamu, papih hancur saat mengetahui itu semua, tapi papih bersyukur kamu sekarang ada dihadapan papih"
Bella terus saja sesegukan rasanya begitu bahagia bisa memeluk orang yang kita sayangi. Sedangkan Johan sendiri langsung mundur dan pergi begitu saja dari rumah ini. Membiarkan ayah dan anak ini untuk saling bercerita biar nanti besok dirinya akan kembali lagi kesini untuk pamitan.
"Ayo sayang kita duduk disini ayo "
Setelah melepaskan pelukannya ayahnya Bella membawa Bella duduk disebuah sofa berhadap hadapan. "siapa yang telah menculik mu nak "
__ADS_1
"Aku selama ini bukan diculik papih aku selama ini dijual"
Diam ayah Bella diam, raut wajahnya menjadi raut wajah kemarahan, kecewa dan kesedihan "siapa yang tega menjual mu nak, aku membesarkanmu dengan susah payah aku membesarkanmu untuk menjadi anak yang baik, untuk menjadi anak yang sukses untuk menjadi anak kebanggaanku. Tapi kenapa ada yang tega menjualmu siapa"
Bella menggelengkan kepalanya " aku juga tidak tahu ayah, aku sungguh tidak tahu, siapa orang yang telah menjualku, saat aku pergi dari rumah tiba-tiba ada yang menculikku, awalnya aku tak mengira kalau ada seseorang yang telah menjual aku. Tapi saat orang itu berbicara kalau aku dijual oleh seseorang harga diriku jatuh ayah hidupku rasanya hancur, lalu aku harus menandatangani sebuah surat perjanjian untuk menjadi seorang ibu pengganti untuk mengandung anak mereka tapi aku harus menikah dengan suaminya dulu papih "
Ayahnya Bella bukannya menjawab malah menangis dengan sesegukan bahkan dia menundukan kepalanya, Bella langsung memeluk ayahnya, dia tak tega melihat ayahnya yang menangis seperti ini, ini untuk pertama kalianya dirinya melihat sang ayah menangis seperti ini.
"Papih maafkan aku telah membuatmu kecewa maafkan aku "
Namun papihnya Bella menggelengkan kepalanya " tidak ini bukan salahmu, ini salah papi yang tidak bisa menjagamu dengan baik, ini karena salah papih yang terlalu memikirkan bagaimana dengan Serena, bagaimana dengan masa depan dia tapi ayah tidak memikirkan anak papih sendiri bagaimana dia keadaannya apakah dia nyaman hidup bersama keluarganya, apakah dia nyaman selalu dibeda-bedakan dengan kakaknya sekarang papi sadar semua yang papi lakukan itu salah. Papih minta maaf padamu, papih disini yang salah nak papih minta maaf atas semua kesalahan papih yang tak akan pernah bisa dimaafkan, papih sudah gagal "
Papihnya Bella langsung terduduk dilantai dan memegang kaki Bella, bahkan papihnya Bella akan bersujud namun Bella segera menghalanginya dan duduk dilantai bersama ayahnya. Lalu Bella menggelengkan kepalanya " tidak ini bukan salah papih, jangan melakukan hal yang tadi aku tidak mau papih merendahkan diri didepan anaknya, selama ini papih adalah ayah terhebat yang aku punya kau tak bisa tergantikan oleh siapa pun, aku bahagia mempunyai papih seperti mu "
Ayahnya Bella mendongak dan memeluk anaknya dengan begitu erat, air mata terus saja bercucuran dipertemuan mereka yang pertama.
***
"Tuan ayo lebih baik kita pulang, ini sudah subuh "
Zack menggelengkan kepalanya " tak ada tuan, nona tak ada "
Brak " aku tak mau pulang sebelum istriku pulang " teriak Adi setelah mengebrak meja.
"Jika nona tahu tuan seperti ini pasti dia akan marah, ayo pulang tuan kita pulang "
"Bella marah baiklah ayo pulang "
Adi dengan sempoyongan bangkit dan berjalan kearah luar club, saat Zack akan memapahnya Adi menghentakan tangan Zack alhasil Zack hanya bisa mengikuti tuannya dari belakang saja.
"Kau tau Zack aku sungguh sungguh mencintai Bella, dia sudah membuat aku tergila gila padanya sampai sampai aku gila seperti ini, tapi kenapa ayahku memisahkan kami, padahal aku sudah akan menghabisi Ziva dan menjadikan Bella istriku satu satunya tapi Bella sudah tak ada disampingku Zack aku ingin hidup bersamanya aku hanya ingin dengannya saja "
"Kita cari nona Bella tuan "
__ADS_1
"Kenapa Zack kita akan mencari Bella"
"Kita cari ke seluruh dunia tuan "
"Ide yang bagus kita keliling dunia untuk mencari istriku yang hilang "
Zack membuka pintu belakang, belum juga tuan Adi masuk dia sudah muntah, memuntahkan semua alkohol yang tadi dia minum.
Zack Meraka kasian dengan keadaan tuannya begitu cintakah tuannya sampai seperti ini, kenapa nona Bella memutuskan untuk pergi, kenapa nona Bella tidak tunggu dulu tuan Adi beberapa hari lagi.
Zack mengambil tissue dan mengelap pakaian tuannya yang terkana muntahan dan membantunya masuk kedalam mobil, setelah melihat tuannya nyaman Zack masuk dan segera melajukan mobilnya untuk pulang.
"Bella kau dimana apakah kau tak rindu dengan suami mu ini, apakah kah tak mencintaiku, apakah kau lari pada Alvaro laki laki itu, kenapa kau lari padanya Bella, kenapa, aku mencintaimu sayang aku sungguh sungguh mencintaimu "
"Apakah aku telah menyakiti mu Bella sampai sampai kau pergi meninggalkan aku, apakah aku sudah membuatmu sakit hati Bella. Maafkan aku bila aku sudah melakukan itu, aku tahu aku laki laki bajingan aku laki laki yang kasar tapi aku akan berubah untuk mu sayang, bahkan jika kau menginginkan aku meninggalkan dunia hitam akan aku lakukan, aku akan melakukan apa saja untuk mu Bella "
Adi terus saja meracau dari tadi dia tak henti hentinya memikirkan Bella.
Zack segera memarkirkan mobilnya, dia segera membantu tuannya turun meskipun tak henti hentinya tuannya meracau, memangil manggil nona Bella yang sudah pergi entah ke mana tak ada yang tahu. Hanya tuan Anggabaya saja yang tahu dimana nona Bella.
"Ayo tuan berbaringlah " setelah melihat tuanya berbaring dan tak melakukan penolakan apa apa Zack membuka sepatunya dan segera menyelimutinya.
Zack langsung pergi keluar dari kamar tuannya dan juga nona Bella, entahlah kenapa Zack memasukan tuannya ke kamar itu.
Saat Zack akan beristirahat dia berpapasan dengan Sera " apakah kau mengetahui tentang pelarian nona Bella " tiba tiba saja Zack bertanya seperti itu pada Sera. Dirinya tahu Sera adalah bawaan dari tuan Anggabaya.
"Aku sama sekali tidak tahu tentang pelarian Nona Bella, aku hanya bertemu Nona Bella saat mendandaninya saja, setelah itu aku sibuk di dapur dan membantu pelayan yang lain aku juga kaget tentang pelarian nona Bella, aku tidak menyangka Nona Bella bisa pergi dan lolos "
Zack terus saja menatap Sera dengan begitu garang namun Sera sama sekali tak takut dia malah balik menatap Zack seperti yang dilakukan Zack.
"Baiklah jika aku sampai tahu kau juga ikut dalam pelarian nona Bella aku tidak akan memaafkanmu Sera"
"Terserah aku tak peduli "
__ADS_1
Sera langsung saja pergi, memangnya dirinya akan peduli kalau Zack tak akan memaafkannya bodo amat memangnya Zack siapa dirinya dia hanya rekan kerja biasa saja tak lebih kan.