Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia

Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia
Bab 251 belajar berenang


__ADS_3

"Aku menjadi tak suka pada Aliya. dia terlalu angkuh dan seenaknya saja pada kita memang kita ini apa"


"Ya sudahlah Cassandra dia kan memang seperti itu, dia juga nanti kan biasa lagi "


"Biasa bagaimana dia itu terlalu angkuh pada kita, padahal kita ini temannya tapi dia memperlakukan kita seperti babu"


"Cassandra kau tahu sendiri kan bagaimana Aliya "


"Iya aku tahu tapi aku tak suka diperlakukan seperti ini. Dia terlalu membiarkan Ayu menang kenapa dia tak membalasnya "


"Cassandra apakah kau tadi tidak mendengarkan kata-kata dari yang punya sekolah, kalau kita tidak boleh merundung murid-murid di sini. Kita harus memberi jeda. Nanti juga Aliya akan kembali seperti dulu sudahlah "


"Iya aku tahu, tapi aku muak diperlakukan seperti ini oleh Aliya. Apalagi kemarin kau tahu kan bagaimana dia memperlakukan kita semua dia marah pada Ayu, tapi melampiaskan semuanya pada kita. Aku tidak akan pernah tinggal diam"


"Kau gila, kau ingin dikucilkan dari kelompok kita, kau mau diperlakukan seperti Keysha nantinya"


"Aku tidak peduli aku akan melawannya"


"Terserah kau saja Casandra tapi jangan menyesal "


Cassandra tak menjawab langsung saja pergi meninggalkan Abigail.


...----------------...


"Ini Pak petisi yang kata Bapak tidak pernah ada. Kau kemarin mengatakan itukan pada Bu Bahar "


Pak Ginanjar melihat petisi itu lalu melemparkannya "Petisi tentang apa ini, hanya lelucon saja lagian Pak Farhan juga sudah mati. Apakah kita harus mempertahankan orang mati"


"Bukan begitu Pak, tapi di sini tertulis dengan jelas kalau di sekolah ini ada sebuah perundungan dan nama-nama di bawah ini adalah orang yang telah merundung. Apakah Bapak tadi tidak mendengar apa yang Tuan Adi katakan, kita harus menindaklanjuti semua masalah ini agar murid-murid yang selalu dirundung bisa tenang"


"Iya aku tahu, kau tidak usah ikut campur biar aku yang mengurusnya dengan Tuan Adi. Kau jangan terlalu dalam ikut dalam masalah ini, apalagi di sini ada anak dari pemilik sekolah"


"Iya Pak di sini ada Andaru pemilik dari sekolah ini, tapi tadi apa yang dikatakan Tuan Adi sudah jelas kan"


"Kau ini hanya seorang guru pengajar saja di sini, aku yang lebih berkuasa dan aku yang akan mengurus semuanya kau jangan terlalu ikut campur tentang masalah ini. Aku tahu apa yang harus aku lakukan"


"Jangan marah seperti itu Pak. Aku hanya ingin meluruskan semuanya. Jelas-jelas ada bukti tentang petisi ini yang dibuat oleh Pak Farhan berarti selama ini di sekolah ini memang sudah terjadi perundungan yang cukup lama"


"Maka jangan membuatku marah, urus saja masalahmu sendiri. Tentang masalah sekolah biar aku yang urus dengan Tuan Adi. Aku akan bisa menyelesaikan semuanya tanpa bantuanmu atau tanpa campur tangan darimu "

__ADS_1


Pak Ginanjar segera pergi ke arah pintu dan membukakan pintu ruangannya "Sepertinya pembicaraan kita sudah selesai, silahkan kau keluar dan urus masalahmu dan jangan pernah ikut campur. Di sini kau hanya perlu mengajar bahasa Indonesia dan tidak usah ikut campur tentang bagaimana sistem di sekolah ini"


Pak Renaldi membawa surat itu dan keluar dari ruangan Pak Ginanjar dengan muka yang sudah sangat marah. Sepertinya kepala sekolah ini menutupi segala hal.


...---------------...


Ayu yang baru keluar dari kamar mandi dikagetkan dengan Andaru yang ada di hadapannya "Kau ini mengagetkanku saja"


"Ayo ikut denganku Ayu"


"Ke mana sebentar lagi bel. Aku tidak mau ya ikut denganmu"


"Ayo ikut dulu denganku, ini sangat penting dari pelajaranmu itu. Ayo sebentar tidak akan lama kok"


"Mau ke mana sih"


"Ikut saja "


Ayu yang tak mau banyak berdebat mengikuti langkah Andaru. Tapi saat sampai diruangan berenang Ayu mundur .


"Kenapa kau membawaku kemari"


"Kenapa tidak, kau harus belajar berenang kau harus bisa berenang dan aku akan menjadi gurunya"


"Kau harus bisa berenang. Apakah kau mau terus diolok-olok oleh teman-temanmu, tidak akan. Kau harus bisa lebih dari mereka jika suatu saat terjadi lagi kembali hal seperti itu dan tidak ada aku kau bisa menyelamatkan dirimu sendiri"


"Tidak aku tidak mau"


Ayu langsung saja pergi, tapi Andaru langsung menggendong Ayu dan loncat kedalam air.


Ayu yang ketakutan memeluk Andaru "Bawa aku ke sana. Aku tidak mau berenang tolong aku tidak bisa berenang"


"Maka sekarang kau harus belajar, hal pertama yang harus kau pelajari adalah keseimbangan"


"Lepaskan aku, jangan kau peluk aku seperti ini "


"Baiklah jika aku lepaskan kau akan tenggelam"


Andaru benar-benar melepaskan Ayu dan Ayu tenggelam, tapi Andaru dengan cepat langsung menggapai tangan Ayu. Ayu sudah batuk-batuk dan dia kembali memeluk Andaru.

__ADS_1


"Jangan terus melawan maka semuanya akan baik-baik saja. Ayu tetaplah diam dan aku akan mengajarkanmu"


"Tidak lepaskan aku. Aku tidak mau berenang ayo bawa ke sana. Aku sudah sangat kedinginan"


Andaru bukannya melakukan apa yang Ayu mau, dia malah membawa Ayu masuk ke dalam air dan kembali muncul. Ayu sudah sangat ketakutan dan hanya bisa memeluk Andaru saja


...----------------...


Ayu keluar dari ruang ganti dan menatap Andaru yang masih menatapnya.


"Gara-gara kau kan aku menjadi memakai baju olahraga. Aku berbeda dengan yang lain"


"Lalu kenapa kalau berbeda dengan yang lain, aku pun sama aku juga pakai baju olahraga kau ada teman aku juga sama kan"


"Kalau saja kau tidak memaksa mungkin aku tidak akan masuk ke dalam kolam renang itu, harus membuat pakaianku basah"


"Makanya kalau kau dari tadi tidak menolak, mungkin aku tidak akan memaksamu dan membawamu berenang dengan paksa seperti tadi, tapi nanti kita akan belajar berenang lagi ya"


"Tidak, aku tidak mau belajar berenang lagi bersamamu. Kau terlalu memaksa padaku "


"Sudah ayo kita ke kelas sekarang, kau ini berisik katanya tadi takut pelajaranmu tertinggal tapi sekarang terus saja mengomel"


"Memang sudah tertinggal, harusnya sekarang aku ikut pelajaran pertama, tapi aku melewatkannya gara-gara kau membawaku ke ruangan berenang "


"Sudah tidak ada yang terlambat"


Andaru menggandeng tangan Ayu, meskipun Ayu mencoba untuk melepaskan tangan Andaru yang menggenggam erat tangannya itu percuma karena sulit sekali.


"Kau ingin membuat pacarmu itu cemburu dan nanti marah-marah lagi padaku"


"Tidak akan pernah, sudahlah kau jangan terus membawa-bawa Aliya saat kita sedang berdua seperti ini. Lihatlah koridor juga kosong tidak ada siapa-siapa kan"


"Andaru Ayu kenapa kalian ada di sini bukannya belajar"


"Ayah ada di sini, Ayah belum pulang aku sedang mengajarkan Ayu untuk berenang. Dia tidak bisa berenang. Maka aku harus mengajarkannya sebagai teman yang baik aku harus melakukan itu kan ayah"


"Tapi tidak di waktu saat belajar Andaru. Ada waktunya kau mengajarkan Ayu untuk berenang ini adalah waktunya belajar bukan untuk berenang"


"Habisnya tidak ada waktu, makanya aku mengajarkan Ayu sekarang. Ayah tidak usah khawatir aku akan melindungi Ayu"

__ADS_1


Andaru kembali menarik tangan Ayu, Ayu tersenyum pada Adi dan mengikuti kembali langkah Andaru yang sangat lebar ini.


"Bila aku membiarkan Andaru dia akan terus menjadi-jadi dan dia tidak akan pernah bisa melepaskan adiknya. Aku takut Andaru melakukan sesuatu yang fatal dan membuat keluarga hancur"


__ADS_2