
Galang yang memang sudah sangat marah sekali pada Lia mendekati kedua temanya "Bawa perempuan gendut itu padaku "
"Apa yang akan kita lakukan padanya"
"Nanti juga kau akan tahu apa yang akan aku lakukan, bawa dia ke bawah tanah dan kalian akan tahu apa yang akan aku lakukan. Dia sudah terlalu bermain-main denganku"
"Baiklah "
Kedua teman Galang segera pergi mencari Lia, dan ketemu dia sedang makan. Pasti dia sedang makan apa sih yang akan dilakukan oleh Lia selain makan.
"Lia ayo ikut kami "
"Ke mana. Mau ke mana aku sedang makan, aku tidak bisa kemana-mana "
"Sudah ayo ikut saja kami punya kejutan untuk mu "
Lia digandeng oleh salah satu laki-laki setelah keluar pintu Lia langsung digandeng oleh kedua laki-laki itu "Mau kemana sebenarnya kita "
Mereka diam membawa Lia ke lift " Lepaskan aku, tolong lepaskan aku jangan seperti ini "
"Sudah diam "
Lift terbuka dan Galang langsung menyambut Lia "Halo Lia sayang, kau sudah sampai di tempat kejutanmu ini. Kau akan menjadi pemeran utama di film ini. Ayo bawa dia"
"Apa yang akan kau lakukan Galang, lepaskan aku, tolong siapa saja lepaskan aku "
"Galang apa yang akan kau lakukan lepaskan aku"
"Siapa saja lepaskan aku, aku tidak mau "
Galang membuka sebuah lemari "Masukan dia "
"Tidak jangan, aku tidak akan bisa bernafas siapa saja tolong jangan bermain-main seperti ini, tolong "
Tapi Galang tidak menghiraukannya, dia diam saja melihat temannya memasukan Lia kedalam lemari itu, setelah Lia masuk dia langsung dikunci dari luar.
"Galang lepaskan aku, aku disini tidak bisa bernafas tolong jangan seperti ini "
"Sudahlah diam Lia, ini adalah akibatnya kau bermain-main denganku. Sudah aku bilang kan jangan pernah bermain-main denganku, sudah kau diam saja di dalam lemari itu agar badanmu kecil dan kau bisa bahagia memiliki badan yang mungil dan bagus seperti Aliya "
"Tolong keluarkan aku, aku di sini kehabisan nafas jangan seperti ini tolong, bisa mati aku "
Galang melempar kuncinya ketemuannya lalu mereka pergi begitu saja membiarkan Lia sendirian didalam lemari itu.
Lia mengeluarkan ponselnya dan melihat tidak ada sinyal, Lia sudah sangat ketakutan. Enggap sekali, badannya sakit dan sangat susah bergerak.
"Siapa saja tolong aku, apakah ada orang tolong aku. Tolong tolong tolong "
Tapi tetap saja tak ada yang menolong Lia, apalagi dia lantai paling bawah dan jarang sekali yang datang kesana.
__ADS_1
...----------------...
"Oke baiklah, pelajaran kita sudah selesai "
Andaru hanya diam saja pak Renaldi langsung turun, dan Andaru langsung menjalankan mobilnya keluar dari sekolah.
Pak Renaldi tidak bisa mencegahnya dirinya juga harus segera masuk kedalam sekolah. Lalu segera mengajar.
Sedangkan didalam kelas, Keisha sedang melakukan siaran langsung "Baiklah ini adalah Sinta teman baru kita, bagaimana dia cantik. Oh ya satu lagi dia ini adalah orang yang waktu itu kecelakaan dia satu kelas dengan kami sekarang"
Wajah Sinta langsung berubah seperti malu, lalu Keisha mengakhiri siaran langsung itu dan duduk "Lihatlah banyak yang menonton " heboh teman Aliya yang lain.
"Berarti kau sudah menjadi bagian kami Sinta " ucap Aliya.
Sinta hanya tersenyum saja dan Galang masuk kedalam kelas dengan wajah yang merah menahan amarah. Dia langsung duduk disamping Aliya.
"Bagaimana menyenangkan "
"Sungguh menyenangkan " ucap Galang dia tersenyum juga pada Sinta. Senyum yang dipaksakan.
Sinta yang bosan mengeluarkan ponselnya dan memberikan pesan pada Andaru KW.
Andaru : Kalau saja kita satu kelas pasti akan sangat menyenangkan. Sungguh aku akan sangat bahagia.
Tiba-tiba ponsel Galang berbunyi, Sinta langsung menatap Galang "Ada apa "
Sinta langsung mengelengkan kepalanya dan kembali fokus pada ponselnya menunggu jawaban dari Andaru pacarnya ini, belahan jiwanya.
...----------------...
Lia kembali melihat ponselnya tapi masih belum ada sinyal, Lia sudah menangis, sudah tak tahu harus melakukan apa. Kenapa mereka begitu kejam padanya, kenapa mereka begitu pada dirinya.
Kenapa mereka tak pernah membiarkan hidup dirinya tenang. Kenapa mereka selalu mengusik hidupnya. Kenapa begitu kenapa.
Sedangkan Andaru yang sedang diam di sebuah cafe melihat kembali hasil fotonya kembali, yaitu foto belahan jiwanya Cempaka adiknya sendiri.
Andaru terus saja menatap wajah adiknya itu, banyak sekali foto yang dirinya ambil, kenapa dirinya bisa tergila-gila seperti ini pada adiknya sendiri.
Kenapa adiknya ini begitu menggoda dan membuat dirinya ingin sekali memilikinya. Rasanya tak bisa dirinya melupakan Cempaka dan menganggapnya sebagai Adik.
Tiba-tiba saja Aliya malah menelfon "Ada apa Aliya"
"Kau ini sebenarnya di mana. Kenapa aku tidak melihatmu masuk sekolah, di mana kau sekarang berada Andaru "
"Kenapa, kau sudah puas dengan permainanmu itu, puas membawa perempuan itu ke sekolah dan mengacaukan semuanya"
"Kenapa kau begitu marah, kenapa harus marah padaku. Bukan aku kan yang melakukan itu, kau bisa langsung menegur Galang bukan aku"
"Sudahlah kalian berdua sama saja, aku jadi malas untuk ada di sekolah"
__ADS_1
"Kita harus bertemu dan bicara"
"Tidak perlu ada yang dibicarakan"
"Harus, harus dibicarakan sampai jumpa sayang"
Aliya langsung mematikan sambungannya. Sinta yang ada di samping Aliya langsung menatap Aliya "Kamu sepertinya sedang kesal, kenapa apakah Andaru membuatmu seperti ini "
"Tidak ada, kau tahu kan dalam sebuah hubungan pasti seperti ini"
"Ceritakan padaku, siapa tahu aku bisa membantumu. Sepertinya kau sangat tertekan"
Aliya langsung menatap Sinta "Tidak usah, ini adalah masalahku dengan Andaru, biasalah dalam hal pacaran pasti ada masalah dan itu akan baik-baik saja sebentar lagi. Aku tidak butuh bantuan orang lain cukup aku dan Andaru yang menyelesaikan"
Sinta akhirnya diam saja tak kembali bertanya kalau terus bertanya pasti Aliya akan marah nantinya.
...----------------...
Kepala sekolah langsung bangkit dan menatap orang yang datang keruangannya. "Jadi bagaimana "
"Seperti yang saya tadi katakan pada anda tuan, kalau Dion sudah pergi ke kantor polisi tapi dia tidak mengatakan apa-apa"
"Sepertinya kita harus mulai bertindak. Aku tidak mau dia melakukan hal yang bodoh"
"Aku tahu kau khawatir dengan anakmu, tapi sepertinya kita tidak usah melakukan kekerasan juga tuan"
"Apakah kau akan menjamin semuanya. Apakah kau akan menjamin kalau anakku akan selamat dan tidak dituduh. Lakukan semua perintahku sekarang telepon orangmu untuk melukai keponakannya itu sekarang juga. Aku tidak mau ditunda-tunda lagi dan aku tidak mau dia seenaknya dia harus merasakan bagaimana bermain-main denganku "
"Baik tuan "
Kepala sekolah tidak bisa melakukan apa-apa lagi, dengan cepat dia menelpon orangnya "Lakukan sekarang seperti yang pernah aku perintahkan"
...----------------...
Galang yang mendapatkan sebuah pesan segera melihat pesan itu, lalu kembali fokus menyetir.
"Pesan dari siapa, sepertinya kau sangat menyembunyikannya, tak biasannya kau seperti ini ada apa Galang dari siapa "
"Bukan dari siapa-siapa "
"Kenapa kau menyembunyikannya, bukannya kita tak pernah seperti ini. Jangan merahasiakannya dari kami "
"Mungkin dari Lia " ucap laki-laki yang di belakang
Mereka tertawa sama-sama tapi tiba-tiba Galang ingat sesuatu "Apakah kalian mengeluarkan Lia dari lemari "
"Hah tidak, memangnya kau menyuruhku "
"Gila kau, aku sudah bilangkan keluarkan perempuan itu, kenapa kau tak mengeluarkannya "
__ADS_1
"Aku salah memberi kalian tugas "
Galang langsung memutar balikan mobilnya, apakah Lia masih hidup apakah akan mati ?