Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia

Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia
Bab 328 Pulang tinggal nama


__ADS_3

Sedangkan Sinta sendiri dia belajar berjalan, seperti biasa dia bisa berjalan tapi berpegangan meskipun langkahnya lambat tapi dia bisa berjalan dengan jauh, tidak seperti sebelum-sebelumnya. Dia sudah ada kemajuan yang cukup jauh.


Suster yang selama ini selalu membantu Sinta langsung tersenyum, dia begitu senang Sinta bisa berjalan lagi dengan cepat. Sinta penuh semangat saat akan terapi "Akhirnya kamu bisa juga Sinta, kamu hebat "


"Nenek senang sekali nenek akan mengadakan syukuran, nenek akan memberitahu tetangga juga. Mereka juga pasti akan senang mendengar kalau kamu sudah bisa berjalan lagi, mereka pasti akan sangat senang "


"Tidak jangan nenek " teriak Sinta sampai-sampai suster yang ada disana kaget dengan teriakan Sinta yang tiba-tiba seperti itu.


"Kenapa, nenek hanya ingin mengadakan syukuran saja untuk memperlihatkan pada tetangga kalau kamu sekarang sudah mulai bisa berjalan. Kamu sudah sehat sayang, mereka juga akan ikut senang mendengar ini semua. Apalagi mereka juga sangat menunggu kamu sembuh dan bisa berjalan lagi "


"Jagan sekarang nek, aku belum benar-benar bisa berjalan biarkan aku dulu untuk bisa berjalan, nanti setelah itu baru nenek boleh membuat syukuran butuh cukup waktu yang lama aku untuk berjalan dengan lancar jadi nenek tenang dulu ya. Jangan terburu-buru apapun yang dilakukan dengan terburu-buru akan tidak baik "


"Baiklah kalau begitu, nenek akan mengadakan syukuran nanti, nenek begitu senang mendengarnya kamu akan segera bisa berjalan lagi. Nenek bahagia sekali mendengarnya"


"Ini aku akan memberikan hadiah ini untukmu Sinta, teruslah belajar di rumah ya jangan pernah menyerah. Kalau kamu mau latihan dirumah akan lebih gampang kan"


"Terima kasih suster"


Sinta tersenyum, dia sudah membayangkan akan bisa berjalan-jalan lagi. Nanti menemui Andaru ke kelasnya tanpa kursi roda lagi dan banyak lagi hal yang bisa dirinya lakukan nanti.


Pasti Andaru juga akan lebih tertarik padanya saat bisa berjalan seperti ini kan. Ayu akan kalah olehnya dia akan ditendang oleh Andaru, dirinya yang akan menjadi pemenangnya.


...----------------...


"Sudah sudah Andaru kita berhenti di sini saja, kita berhenti "Andaru memberhentikan kudanya dan mereka turun. Cempaka pusing rasanya sangat pusing sekali. Saat turun pun harus dipegangi dulu kalau tidak bisa jatuh dirinya ini.


Cempaka langsung membaringkan badannya diikuti oleh Andaru, Andaru membenarkan kepala Cempaka untuk bersandar di dadanya "Bagaimana menyenangkan naik kuda, ini adalah kali pertama kamu naik bagaimana rasannya ayo coba kamu ceritakan padaku "


"Memang menyenangkan, tapi sangat pusing sekali. Aduh kepalaku sampai puyeng "


"Bisa tidak ya kita selamanya seperti ini, tidak berubah kita akan terus bersama-sama rasanya aku ingin terus begini. Aku tidak mau hari ini berakhir dengan cepat, aku ingin waktu berhenti disini "


"Tidak bisa, pacaran kita akan sebentar lagi berakhir kita ini saudara ingat kamu jangan lupa itu jangan pura-pura untuk lupa semuanya. Karena kalau sampai kamu lupa pun akan banyak yang mengingatkan kalau kita saudara dan tak bisa dipungkiri juga kan "


"Baiklah kita berakhir sebentar lagi, tetaplah seperti ini aku suka saat kamu manja padaku, tidak galak seperti biasanya "


Cempaka menatap Andaru sambil menopang dagunya, mereka saling tatap dan tersenyum "Kalau saja waktu lebih panjang, aku akan senang sekali, huff hidup memang membingungkan ya. Kita juga tak tahu hati akan berlabuh pada siapa. Kenapa hatiku malah berlabuh pada kembaranku sendiri aneh bukan "


"Memangnya kamu punya sihir untuk melakukan itu, sihir untuk membuat waktu lebih panjang lagi "


"Tidak aku tidak punya sihir sama sekali, aku bukan penyihir kalau aku penyihir mana aku akan sangat bersyukur karena bisa menyihir mu kan "


Cempaka tertawa dan memukul lengan Andaru, ada-ada saja dia ini. Ingin menyihirnya enak saja.


"Halo kalian berdua ada di sini, waw sebuah kebetulan sekali ya "


Andaru dan Cempaka langsung bangkit melihat siapa yang datang, ternyata itu adalah Aliya dan juga Galang. Kenapa mereka ada di sini, kenapa tiba-tiba sekali kan mereka ada disini. Ini bukanlah sebuah kebetulan.


"Adik kakak tapi kalian seperti itu ya, seperti orang yang sedang pacaran aneh sekali. Aku baru tahu loh kalau adik kakak itu seperti ini "


"Aneh ? Aneh seperti apa, kurasa disini yang aneh bukan kamu tapi kamu. Tiba-tiba ada disini aneh bukan, atau pun Andaru selama kita kemari ada yang mengikuti kita "ucap Cempaka


"Enak saja emang ini punya nenek moyang kami, bebas ya kamu mau kemana pun, ini adalah sebuah kebetulan, satu lagi mungkin kamu berdua harus melihat adik kakaknya yang bermesraan juga disini untuk bahan aduan. Oh ya Cempaka kamu bisa menaiki kuda, kamu juga baru datang kemari ya, oh ya kamu tahu tidak kuda yang kamu naiki itu namanya siapa ? "


Cempaka hanya diam saja mencoba untuk tidak melawan perempuan ini, ingin mendengar ucapan tak bermutu perempuan ini "Namanya Aliya "ucap Aliya dengan bangga sekali.


"Nama yang bagus berarti namamu dan nama kuda sama Aliya, nama yang cocok untuk kalian Aliya, tapi sifatnya berbeda sekali kuda ini bernama Aliya tapi baik. Kamu manusia bernama Aliya tapi jahat, jahatnya minta ampun sampai-sampai aku jijik"


"Cempaka "teriak Aliya dengan melengking


"Kenapa memangnya, aku salah bicara. Aku tidak sama sekali salah bicara kan memang benar nama kalian sama, mungkin Andaru dulu menamai kudanya Aliya karena ingin menyamakan mu bersama kuda, ya ampun kasihan sekali namamu dipakai untuk nama kuda. Kuda Aliya kemarilah temui saudara kembar mu ini, dia datang jauh-jauh " Cempaka terus saja meledek, tak henti-hentinya Cempaka melakukan itu.


Aliya sudah menggenggam erat tangannya kesal dengan ucapan yang Cempaka, kata-katanya itu sangat menyebalkan sekali "Sebaiknya kita makan bersama, bagaimana kita tak pernah makan bersama. Aku ingin tahu apakah selera makan Cempaka sudah berubah saat menjadi orang kaya atau masih saja "


Andaru langsung membawa Cempaka untuk pergi. Tapi Aliya langsung berkata tentang "Kalian tidak ingat kata-kata dari Pak Renaldi kalau kita harus selalu bersatu, bersama-sama tidak boleh bertengkar lalu kalian tidak mau aku ajak makan, aku adukan pada pak Renaldi kalau kalianlah yang sebenarnya tidak mau bergabung dengan kami dan menolak kamu seperti ini "

__ADS_1


"Tidak kami tidak lapar "sekarang Andaru yang berbicara, dia tidak mau diam saja mendengar pertengkaran dua perempuan yang ada dihadapannya ini.


"Ya sudah kita berfoto, berfoto ayo berfoto berempat, kemarilah mendekat jangan menjauh seperti itu "


Cempaka yang enggan dia tidak melihat kamera sama sekali. Dia hanya melihat ke tempat lain, memang ya perempuan ini ingin jadi mata-mata disini Galang juga sudah mengancamnya tapi dia disini diam saja. Bodo amat lah kalau misalnya fidio Sinta tersebar sudah terlanjur juga kan ketahuan kalau meraka bersama.


"Kita upload ya, pasti teman-teman akan kaget melihat kita bisa akur seperti ini "


"Untuk apa kamu upload, tidak ada gunanya , kamu tidak takut kalau misalnya ponselmu akan rusak karena ada fotoku disana"


"Kenapa untuk kenang-kenangan kita, aku bisa membeli ponsel baru tenang saja tak usah hiraukan aku "


Benar saja Aliya meng-upload foto mereka berempat dan pergi untuk segera mencari makan. Karena Aliya terus menggiring mereka untuk pergi dari sini, sesungguh menyebalkan sekali kan dia datang-datang tiba-tiba mengecawakan semuanya. Semuanya kacau begitu saja.


...----------------...


Semua teman-teman Aliya, Andaru Cempaka dan juga Galang melihat foto itu mereka juga kaget. Kenapa mereka berempat bisa bersama-sama, satu lagi bisa akur seperti itu. Apakah bisa mereka akur seperti itu. Gila kan mereka bisa berempat seperti itu.


Abigail dan juga Cassandra yang sedang bersama langsung saling tatap melihat diri ini, "Apakah aku tidak salah lihat Cassandra, mereka bersama-sama, apakah Aliya tidak kepanasan dia kan sangat cemburuan sekali apalagi ini menyangkut Andaru, lihatlah senyum palsu Aliya itu sangat terlihat sekali dia memang penipu yang hebat "


"Mungkin ini rencana Aliya, kamu tahu sendiri kan bagaimana Aliya, dia akan melakukan apapun yang dia mampu, makanya aku menyuruhmu untuk menjauhinya Abigail bisa-bisa kamu jadi korban. Lihatlah Keisha adalah korbannya juga. Dia adalah teman kita tapi diperlakukan seperti itu oleh Aliya cuman karena Keisha dapat piala aneh kan "


"Benar juga sih, dia tak mau orang lain maju sekali dirinya sangat tidak adil sekali ya, aku jadi takut untuk berteman lagi dan membantunya "


Kembali mereka berdua sibuk dengan perawatan mereka berdua. Tak menghiraukan lagi foto itu. Biarkan saja itu menjadi urusan Aliya, toh mereka juga sudah tak mau dekat lagi dengan Aliya. Dia itu seperti penghancur jadi mereka dari sekarang harus menjauhinya.


Sedangkan Sinta yang baru pulang langsung mengecek ponselnya saat mendengar notifikasi. Saat dilihat ternyata Aliya berfoto dengan Andaru, Ayu dan juga Galang. Apa-apaan ini.


"Apa-apaan ini kenapa harus begini, bukannya Ayu sudah diancam untuk tidak dekat-dekat dengan Andaru lalu kenapa sekarang malah seperti ini, ini tidak benar ini pasti Ayu yang gatal pada Andaru awas saja "


Sinta hanya bisa diam matanya sudah sangat berkaca-kaca. Dia sangat berharap pada Andaru tapi kenyataannya malah seperti ini selalu saja seperti ini kenapa, kenapa Andaru tak bisa membuka hatinya padanya.


...----------------...


Mereka benar-benar makan berempat tapi hanya Aliya dan juga Galang saja yang makan, sedangkan Andaru dan juga Cempaka hanya diam menatap mereka yang makan dengan lahap sekali. Sepertinya mereka sangat kelaparan sekali.


"Benar aku menjadi tegang sekali Aliya. Lihatlah mereka menatap kita seperti kita ini orang jahat, seperti kita ini akan memakan mereka saja ya, aneh memang ya dikasih makan malah seperti itu "


"Ya benar sekali"


"Kami tidak lapar, silahkan makan saja" ucap Andaru


"Bahkan kalian sudah menyebut kami berarti benar kan kata aku Aliya mereka itu berpacaran, mereka itu diam-diam berpacaran di belakang orang tuanya"


Aliya langsung menatap Galang. Lalu Aliya kembali menatap Cempaka "Kenapa sih kalian ini seperti sedang ada di kuburan saja wajahnya sangat menakutkan sekali, tegang sekali seperti sedang ketahuan mesum sih sebenernya bukan lagi di kuburan"


"Begitu ya di kuburan. Oh ya aku lupa kamu ini seorang pembunuh ya Aliya. Bahkan kamu punya kasus tapi tidak mau mengakui semuanya dan malah melemparkannya pada orang lain, bagaimana nanti saat kamu di penjara aku adalah orang yang pertama akan bersorak dan datang ke sana untuk memberikan kue, kuenya akan aku buat sendiri ingat-ingat itu Aliya ingat yang benar ya "


Cempaka tersenyum sambil mengejek "Aku tahu juga, nanti kamu pasti akan bilang pada Mamaku tentang aku dan Andaru yang pergi berdua. Aku sudah tahu pikiran kotor mu itu, tapi mamah tidak akan marah karena kami ini kakak beradik, apa yang akan kamu lakukan itu akan sia-sia saja, mengaku lah kamu telah menabrak Sinta jangan selalu bersembunyi. Jangan melimpahkan orang untuk mengakui kesalahan yang memang bukan kesalahannya, kamu yang salah orang yang perlu dipenjara hebat kan aku bisa tahu "


Aliya menatap Cempaka dengan wajah yang marah, kenapa malah dirinya sekarang yang di pojokan kan seharusnya dirinya memojokkan Cempaka. Sialan kenapa orang ini bisa saja melawan.


"Oh ya Aliya satu lagi. Kamu jangan terlalu angkuh jadi orang saat nanti kamu jatuh kamu akan gila, apalagi kamu memang sudah gila dari sekarang setiap apapun yang dilakukan orang lain pasti kamu ingin tahu, apalagi setiap yang aku lakukan bersama saudaraku pasti kamu ingin tahu dan cemburu, kamu tidak punya teman ya. Apa kamu dikucilkan dari keluargamu ? Kapan-kapan aku akan main ke rumahmu dan melihat bagaimana kamu diperlakukan dirumah mu, aku jadi penasaran sekali"


"Aku kadang kasihan padamu, kamu selalu membully orang untuk mencari perhatian kan, perhatian siapa saja yang ingin kamu curi, hemm "


Aliya malah mengambil makanan yang lain dan dia memakannya sambil menatap Cempaka, bahkan dengan raut wajah yang marah "Ini kalau kamu masih lapar makan makananku, yang kamu pesankan, aku tidak suka dengan yang kamu pesanankan, sudah bosan aku memakan ini. Mungkin kamu belum memakannya "


Cempaka memberikan makanannya,"Makan habiskan, habiskan sampai kau kenyang ya, satu lagi kenyangkan perutmu itu. Agar buncit pasti akan lucu Aliya buncit "


"Berani ya kamu Cempaka, kamu ini ya kenapa sangat menyebalkan sekali"


Cempaka langsung menatap Galang "Memangnya kamu siapa sampai aku harus takut padamu. kamu anak presiden memangnya bukan kan "


"Andaru lebih baik kita pergi saja dari sini, untuk apa kita berlama-lama di sini menghadapi orang seperti ini, yang ada kita akan sama-sama gila sudah mereka gila malah kita akan terbawa gila juga. Kita harus selalu waras agar bisa menjebloskan mereka kerumah sakit jiwa "

__ADS_1


Cempaka berjalan terlebih dahulu, dan Aliya serta Galang mengikuti lagi "Kami juga sudah selesai makan, kami sudah selesai "


"Benar-benar menyebalkan sekali kan, mereka itu memang tidak tahu malu dasar muka tebal"


Baru juga Andaru akan menyalakan mobilnya tapi tidak menyala, kenapa tiba-tiba seperti ini "Kenapa Andaru ada apa, kenapa tiba-tiba tak menyala tadi tidak apa-apakan mobilnya "


"Entahlah tidak nyala, entah kenapa bisa seperti itu"


Kembali Andaru menyalakan mobilnya, tapi tetap saja tidak nyala, sungguh kenapa bisa seperti ini, pasti ini ulah seseorang. Aliya dan juga Galang yang memperhatikan itu tersenyum, ternyata ini yang direncanakan mereka tadi untuk merusak mobil Andaru. Sungguh mereka benar-benar ya.


Aliya langsung menghampiri mobil itu dan melongok ke dalam "Kenapa mobilmu"Aliya melongok "Ayo biar kita pergi bersama-sama pulang bersama-sama, nanti untuk mobilmu biar orang lain yang mengambilnya benar kan Galang. Masalah mobil gampang sekali, yang penting kita pulang lagi saja"


"Benar ayo ikutlah bersama kami, mau sampai kapan kalian disini, apakah kamu menginap nanti digerebek warga loh"


Cempaka dengan kesal mengambil tasnya dan turun, bagaimana lagi di sini tidak ada kendaraan, mau tidak mau harus pergi dengan ular-ular ini, harus sabar nanti dijalan jangan sampai terbawa emosi.


"Tadi tidak apa-apa kan mobilnya Andaru, kenapa tiba-tiba seperti ini pasti ini ulah licik wanita ular itu, aku sudah tahu fikiran licik perempuan itu" gumam Cempaka yang kesal.


"Sudah jangan terlalu banyak bicara dulu, sudah biarkan saja yang terpenting kita bisa pulang dulu saja"


Aliya langsung memberikan kunci mobilnya pada Andaru "Ini kamu yang menyetir seperti biasanya, saat kita masih pacaran, kita harus mengenang semuanya"


Mereka berempat langsung masuk. Aliya langsung menduduki kursi penumpang paling depan, dia tidak mau kalau sampai Cempaka yang duduk di sana. Enak saja ini kan mobilnya.


Setelah mobil berjalan pun terus saja Aliya berceloteh, dia tidak ada henti-hentinya terus saja berbicara "Mungkin sekarang di sekolah ada sebutan baru ya, pasangan terbaru Andaru dan juga Cempaka, mereka adalah anak kembar yang saling mencintai itu akan sangat heboh sekali kan Galang, pasti mereka akan jadi bahan gosip tak sabar aku mendengarnya dari mulut orang lain "


"Bisa diam tidak "teriak Andaru" Dari tadi kamu berbicara terus, tidak capek mulutmu itu aku ingin tenang di sini menyetirnya" lanjut Andaru


"Kamu ingin aku menjadi orang seperti apa Andaru, katakan padaku" sekarang malah Aliya yang marah pada Andaru.


"Gadis ini yang dulu pernah kamu perlakukan baik dan bermoral bagus atau gadis yang penuh obsesi dan kecemburuan yang mana yang menurutmu bagus dan akan yang kamu pilih, yang mana Andaru yang mana "teriak Aliya didepan wajah Andaru.


"Tidak dua-duanya"


"Jangan membentak Andaru dia perempuan "ucapan Cempaka ingin menengahi.


Aliya yang mendengar Cempaka ikut campur langsung berteriak "Berisik, aku tidak mengajakmu berbicara. Aku tidak menyukai suaramu "


"Cukup Aliya, kita ini sedang di jalan apa kamu ingin kecelakaan setiap kita bertemu kamu selalu saja mengajakku bertengkar. Apa kamu ingin mati ingin mati dengan mengajakku bertengkar, saat aku sedang menyetir seperti ini diamlah mulutmu itu tidak bisa diam, mau aku sumpah mulutmu itu "


"Andaru tolong hati-hati, lihat ke depan Andaru ayo ke depan "Galang langsung berbicara, dia begitu ketakutan sekali" Kamu juga Aliya jangan terus bicara, sudah sudah sudah nanti Andaru tidak akan fokus. Sudah diam diam jangan bertengkar, jangan bertengkar seperti itu "


"Aku tidak bisa diam, aku tidak akan pernah bisa diam kamu sudah memperlakukan aku seperti ini, hanya demi perempuan yang di belakang. Seharusnya dia yang diam dan tidak ikut campur tentang hubungan kita"


"Lihatlah seperti apa orang di belakangmu itu, dia selalu menghinaku dia tadi menghina aku, bahkan kamu tidak membelaku dia menyangka kalau aku adalah penabrak lari dari Sinta, tapi kau diam saja dari tadi aku marah karena itu marah, aku marah karena kamu tak membelaku "


"Kamu jangan dengarkan dia, kamu juga sama-sama seperti itu kan cukup cukup kita ini sedang dalam mobil, kamu ingin kita semua celaka ingin kita mati "teriak Galang, sekarang dia sangat marah dengan kelakuan Aliya, malah mengajak bertengkar di mobil bagaimana kalau celaka.


"Itu tidak cukup, seharusnya dia ada di sampingku membelaku, aku selalu ada untuknya dia baru datang ke kehidupan Andaru, aku yang sudah lama bertahan dengan Andaru "


Aliya diam, tapi dia merebut setir dan mengacaukan Andaru yang sedang menyetir, mobil sudah terseok-seok kesana kemari, orang-orang yang ada di dalam situ sudah sangat ketakutan. Bahkan Galang menarik kepala Aliya untuk tidak terus mendekat. Cempaka juga yang ada di belakang sangat takut dia sudah berteriak tak karuan.


Andaru langsung memberhentikan mobilnya. Untung saja tidak ada mobil di depan ataupun di belakangnya jadi aman, kalau sampai ada sudahlah habis mereka semua.


Cempaka langsung keluar "Ayo jawab aku Andaru, jawab aku tidak mau hubungan ini berakhir, aku tidak mau Andaru kamu harus kembali padaku, kamu tidak boleh pergi dariku tolong"


Cempaka yang marah langsung maju "Dasar murahan kamu terus saja mengejar laki-laki, sudah di kata dia tidak mau tapi kamu terus saja datang. Bahkan kamu datang ke rumah bersama orang tuamu, hanya untuk menanyakan perjodohan sampai kapanpun keluargaku tidak akan ada yang menikah denganmu. Tidak akan sudi ayahku memiliki menantu gila seperti mu "


"Jangan ikut campur. Aku adalah orang yang akan menghancurkan hidupmu Cempaka, jangan terlalu angkuh kamu "


"Aku tidak pernah angkuh di hadapan siapapun, kamu ingin membunuh jangan ajak kami bertiga, bunuh dirilah sendiri jangan ajak-ajak orang yang masih mau hidup "


Andaru langsung menghalangi Aliya saat akan menjambak Cempaka "Sudah aku bilang semuanya hubungan kita ini tidak akan pernah bisa kembali lagi, sudah jangan cemburu lagi padaku karena aku juga bukan pasanganmu lagi kan, kita ini sudah tidak ada hubungan apa-apa tolong melepaskan aku. Tolong lupakan aku, aku sudah bilang kan kita ini tidak ada hubungan apa-apa lagi jadilah wanita yang bijak dan juga bisa mengatur emosimu, hanya karena cemburu kamu bisa melakukan ini dan bisa membunuh kami bertiga seperti apa yang Cempaka katakan, kalau mau bunuh diri sendiri saja jangan ajak ajak kami, kami masih sayang nyawa "


Andaru segera mengikuti langkah Cempaka yang pergi, sedangkan Aliya yang akan mengejar ditahan oleh Galang yang di sana. Andaru menggandeng tangan Cempaka lagi.

__ADS_1


Mereka lebih baik berjalan daripada harus bersama orang gila, satu mobil dengan orang gila yang ada mereka akan pulang tinggal nama saja. Itu sangat mengerikan sekali. Aliya itu lebih-lebih dari hantu.


__ADS_2