
"Maafkan aku jika tadi aku membuatmu marah maksudku semalam karena aku tiba-tiba datang dan meminta membebaskan Sean, aku tidak mau kau terlalu jahat pada orang nanti malah dia akan balas dendam padamu, aku hanya takut itu saja karena Sean tidak melakukan apa-apa padaku, dia hanya mengobrol bercerita dan itu saja tak ada yang dia lakukan. Bahkan dia tidak memukulku ataupun mengancamku"
Adi makin mempererat pelukannya dan menatap wajah Bella yang mendongak kearahnya " benarkah bukan karena kau suka padanya kan, aku takut bila itu sampai terjadi, bagaimana dengan tanganmu apakah masih sakit maafkan Betrick "
"Untuk apa aku berbohong padamu, aku sama sekali tidak menyukai Sean aku hanya prihatin saja dengannya dan aku juga tidak tega kalau dia dikurung tanpa suatu kesalahan yang fatal, maksudku dia hanya membawa aku saja dan mengajakku mengobrol itu saja tidak lebih.Ya beginilah tanganku sakit tapi aku bisa menahannya tenang saja kau jangan anggap aku wanita lemah kenapa sih dia galak sekali. Sepertinya dia cemburu padaku apakah dia pacarmu" tanya Bella dengan nada sewot dan mata yang mendelik.
Adi yang gemas mengigit pipi Bella yang tembam seperti bakpao " sakit ya "
"Maaf habisnya aku gemas padamu sayang, Betrick itu bukan pacarku dia yang selalu menemaniku saat kau belum ada, bahkan sebelum Ziva adapun dia sudah ada bersamaku, dia yang selalu menemaniku makanya saat melihatmu dia merasa terancam mungkin, tapi aku juga merasa bersalah karena telah menembaknya"
"Hemm begitu ya, coba kau cek nanti keadaannya aku pun akan mencoba berteman dengannya, tapi kalau dia sekali lagi menggigitku akan aku gigit balik "
"Memang kau bisa "
"Tentu saja "
Adi membaringkan tubuh Bella, dan menatap perut Bella yang buncit menyingkap pakaiannya yang menghalanginya, Adi mencium perut itu bertubi tubi, lalu menatap Bella.
"Aku rindu pada anak anak kita sayang, rasanya aku ingin menengoknya "
Bella diam menatap wajah Adi yang sudah memerah, apa yang harus dirinya lakukan belum juga Bella menjawab sudah ada yang melempar bantal kearah kepala Adi.
"Siapa yang berani melempar bantal padaku " teriak Adi
"Aku kenapa "
Adi bangkit dan akan mengajar orang itu, tapi saat berbalik dia tak jadi ternyata ayahnya Bella kenapa bisa dia ada disini.
__ADS_1
"Maaf tuan "
"Kalian ini belum sah, kalian ini belum menjadi suami istri jadi tidak boleh melakukan apa-apa. Kau harus mengerti Adi"
"Ya maaf tuan saya tak bermaksud seperti itu "
"Apakah kau tidur semalaman di sini apakah kalian tidak berdua "
"Tidak kami tidak tidur berdua ada saksinya Rizki "
Bella bangkit dan mendekati ayahnya " papih tenang saja aku tak akan mungkin melakukan itu, aku tahu aku dan mas Adi belum boleh melakukannya, mas Adi tak menginap dia hanya ingin memberikan kabar saja kalau pernikahan akan dimajukan jadi tinggal 2 hari lagi "
"Apa kenapa mendadak aku belum mempersiapkan semuanya, bukannya katamu satu minggu lagi kenapa sekarang jadi dua hari lagi"
"Kau tidak usah risau tuan saya akan mengurus semuanya, lebih cepat lebih baik kan Tuan daripada saya melakukannya sekarang bersama Bella "
"Baik tuan dengan senang hati "
Ayah Bella pergi meninggalkan Adi dan Bella, Bella yang kesal menginjak kaki Adi " dasar otak mesum "
"Sakit sayang "
"Bodo amat "
Bella melangkah keluar dari ruang tamu, lebih baik kedapur saja membuat susu untuk anak anaknya yang ada didalam perut ini.
***
__ADS_1
"Serena kau mau kemana "
"Mau ke mana lagi aku selain kerja, mami tidak usah ikut campur apapun yang akan aku kerjakan mami hanya perlu diam saja"
"Jangan apa-apa kan Bella mami tahu apa yang sedang kau rencanakan bersama orang-orang itu, jangan apa apakan Bella dia tidak tahu apa-apa dia tidak pernah jahat padamu Serena jangan buat dia menderita"
"Kau masih saja membelanya. Bahkan dia sudah mengusirmu seharusnya kau lebih membelaku bukan dia, mau apapun yang aku lakukan pada Bella itu bukan urusanmu, kalau kau memang mencintainya menyayanginya kejar dia apakah kau akan diterima lagi olehnya atau tidak, hanya aku yang mengurusmu seharusnya kau mengikuti apa kemauanku dan menghormatiku"
Sonia melangkah pergi kedapur dan mengambil sarapan untuknya, tak menghiraukan ibunya yang sedang menangis, berarti selama ini dia menguping semua percakapannya baguslah dia akan tahu kalau anaknya Bella akan hancur.
"Apakah kau tidak kasihan dengan adikmu" lagi lagi ibunya Bella mencoba berbicara dengan Serena
"Kenapa aku harus kasihan dengannya, apa yang perlu aku kasihani dia sudah mendapatkan semuanya bahkan rumah itu dia dapatkan lagi perusahaan, kita diusir tanpa uang tanpa apapun"
"Itu karena kesalahan kita, kalau saja kita tidak menjual Bella mungkin semua ini tidak akan pernah terjadi. Ayah Bella tidak akan mengusir kita berdua seharusnya kita yang malu pada mereka bukannya merasa angkuh dan ingin balas dendam apakah tidak terbalik seharusnya Bella yang ingin balas dendam padamu dan juga mamih. Seharusnya kita minta maaf atau perlu bersujud padanya atas apa yang pernah kita lakukan"
Prang, Serena membanting piring dan juga gelas yang tadi dirinya bawa yang sudah diisi dengan sarapannya, ini ibunya malah merecokinya terus-menerus.
"Serena apa yang kau lakukan "
"Kau ini berisik aku ini sedang sarapan terus saja membahas Bella Bella dan Bella. Sudah aku bilang dia sangat keterlaluan dia tidak pantas untuk bahagia hanya aku yang pantas bahagia di sini dan untuk masalah harta ayahnya hanya aku yang boleh memilikinya, jadi kau diam saja tidak usah memberitahuku dan tidak usah memintaku untuk meminta maaf pada Bella ataupun sampai bersujud-sujud padanya, yang ada mau disimpan di mana mukaku ini hah. Kau ini ya sudah baik aku mengurusmu tapi selalu saja setiap hari kau merecoki ku, apa yang sebenarnya kau inginkan apakah kau ingin aku buang ke jalanan"
"Jika itu keputusanmu silakan kau mau tidak mengurus mami pun tidak masalah, mamih pasrah mau kau apakan Serena. Tapi satu yang mami minta jangan pernah sakiti Bella lagi dia sudah terlalu menderita dengan apa yang pernah kita lakukan, seharusnya dia masih mengejar masa depannya masih menikmati masa mudanya, tapi kita sudah menghancurkan semua itu hanya demi uang demi uang yang tidak seberapa"
"Akh diam kau lebih baik aku pergi saja "
Serena mengambil tasnya dan langsung pergi dari rumah, bahkan dia membanting pintunya dengan sangat keras saking kesal pada ibunya yang selalu saja membela Bella.
__ADS_1