
Ayu yang tak bisa tidur karena memikirkan tentang kata-katanya pada ibunya segera keluar dari kamar. Saat dirinya mengecek ke arah kamar ibunya, ibunya tidak ada. Lalu Ayu berjalan ke arah balkon ruang tamunya dan benar saja Ibunya sudah terlelap tidur di kursi panjang yang ada di sana.
Ayu dengan perlahan membawa selimut dari kamar Ibunya dan menyelimutinya, tapi ibunya malah bangun" Kenapa Ayu. Apakah kau ingin makan sekarang ayo mamah akan hangatkan makanan untukmu, Mamah tahu kau pasti sangat lapar "
Ayu mengelengkan kepalanya. Dia menyimpan selimutnya di samping mamanya lalu Ayu duduk dan menangis "Aku tidak suka mama yang selalu marah-marah. Aku ingin Mama yang seperti sekarang selalu baik selalu berkata dengan lembut. Aku tidak pernah menanyakan di mana Ayah pada Mama tapi Mama selalu saja memarahiku tanpa alasan. Padahal aku ingin sekali tahu dimana ayahku mamah, tapi aku tak mau membuat hati mamah sakit makannya aku tak pernah menanyakannya "
"Maafkan Mama, maaf Mama memang salah karena telah membentak mu. Mama minta maaf atas apa yang pernah Mama lakukan padamu Kita perbaiki semuanya ya"
Ayu menganggukan kepalanya, Ayu memeluk tubuh mamahnya dan mendongakan kepalanya sambil tersenyum meski air mata tak bisa berhenti mengalir.
"Mama aku masih merasa bersalah atas apa yang terjadi pada Sinta, kalau saja aku tidak merebut ponsel itu mungkin semua ini tidak akan pernah terjadi. Kejadian itu tak bisa aku lupakan sampai kapan pun mamah "
"Mama tahu kamu merasa bersalah atas semua yang terjadi pada Sinta. Mama mengerti ceritakan semua apa masalahmu pada Mama apa yang terjadi di sekolah, ceritakan pada mamah Ayu"
Ayu menggelengkan kepalanya "Sebenarnya aku sangat ingin keluar dari sekolah itu mah, aku sudah tidak kuat aku sudah tidak mampu lagi untuk di sana, tapi aku berpikir ulang aku tidak mungkin kalah secepat itu. Aku belum bisa bercerita sekarang pada mama "
"Kalau kau memang sudah tidak bisa sekolah di sana lagi Mama akan pergi ke sekolah dan berbicara pada kepala sekolahmu. Lalu mengusut semua masalah-masalah yang terjadi padamu, mamah janji mereka akan berlutut dihadapan mu "
"Tidak Mama, aku minta jangan usut masalah itu biar aku hadapi sendiri. Mungkin ini salah satu jalan untuk aku membalas kan dendam Sinta pada orang-orang yang telah menabraknya. Aku akan mencarinya sampai ketemu"
Nadia yang mendengar kata-kata dari anaknya mempererat pelukannya. Lalu melihat ke arah langit "Lihatlah ada bintang yang paling bersinar. Kita bisa meminta sesuatu ayo pejamkan mata kita dan kita minta permintaan yang sangat kita inginkan "
"Iya Ayo Mama"
__ADS_1
Mereka berdua memejamkan kedua bola matanya berdoa apa yang mereka inginkan. Nadia begitu bersyukur mendapatkan Ayu. Ayu anak baik yang selalu ada di sampingnya, meskipun dirinya selalu menyiksa Ayu tapi Ayu tidak pernah pergi dari sampingnya.
Ayu selalu saja menanyakan ayahnya, tapi dirinya tidak pernah memberitahu siapa Ayah Ayu sebenarnya karena dirinya tidak mampu untuk memberitahu pada Ayu, dirinya tidak mau kehilangan Ayu. Dirinya sudah terlanjur sayang pada Ayu meskipun dulu dirinya pernah kasar dan hampir membunuh Ayu.
...****************...
Pagi-pagi sekali Andaru sudah sampai di sekolah dia menemui Aliya dan juga Galang yang sudah duduk dengan manis di meja kantin.
"Akhirnya kau datang juga sayang kenapa begitu lama"
Andaru langsung duduk dan menetap Aliya "Kenapa kau mengupload foto itu. Aku tidak pernah menyuruhmu kan kenapa kau lakukan itu"
"Kenapa memangnya, aku bebas melakukan itu. Aku yakin yang memberikan komen itu adalah Ayu. Ayu adalah orang yang harus kita hancurkan"
Andaru langsung bangkit dan menatap Galang "Kau tidak usah ikut campur Galang dan kau juga tidak usah terus mengikuti apa yang Aliya mau. Kau bisa celaka kau bisa saja ketahuan tentang kecelakaan itu jangan pernah main-main denganku"
"Apa kau akan membongkarnya Andaru, kau yang akan jatuh dan kau yang akan dipenjara nantinya"
"Benarkah aku yang akan dipenjara"
"Sudahlah kenapa kalian menjadi bertengkar seperti ini "ucap Aliya dengan kesal.
Andaru menatap kedua orang itu "Jangan pernah usik lagi Ayu. Sudahi permainan kalian yang konyol itu dan sangat memalukan itu. Jika kalian ada di posisi Ayu bagaimana, kalian ditelanjangi di depan banyak orang"
__ADS_1
Andaru segera pergi tapi dia berhenti kembali saat mendengar kata-kata dari Aliya "Kita harus membalasnya Andaru. Ayu harus menerima konsekuensi karena telah berani memberikan komentar seperti ini pada kita"
"Maka kau akan berhadapan denganku"
Andaru segera pergi meninggalkan Aliya. Wajah Aliya sudah merah menahan marah pada Andaru karena terus membela Ayu.
"Kau jangan marah seperti itu. Aku tahu kau sudah mengetahui kan kalau Andaru yang menyelamatkan Ayu, makanya kau semarah ini, aku tahu bukan karena komentar saja kau marah pada Ayu "
Aliya langsung menatap Galang, menaikkan salah satu alisnya dan "Kau juga melihat CCTV itu"
"Iya aku melihat semuanya, kalau Andaru yang telah menyelamatkan Ayu dan juga Budi. Dia yang telah memecahkan kaca untuk menyelamatkan kedua orang itu. kurasa Andaru menyukai Ayu dan kau malah memberikan ponsel Ayu pada Andaru. Seharusnya kita menyebarkan video itu, seharusnya Ayu sekarang hancur"
Aliya diam "Seharusnya kau jangan terlalu buta oleh cinta Aliya. Apa yang telah kita lakukan terbuang sia-sia karenamu. Hanya karena ingin mendapatkan sebuah ciuman dari Andaru saja kau memberikan ponselnya "
"Sudahlah Galang kau jangan ikut campur tentang permasalahanku. Ini adalah hidupku mau bagaimanapun caraku untuk mendapatkan Andaru lagi itu tidak ada urusannya denganmu. Mau aku memberikan ponselnya Ayu pada Andaru atau tidak itu bukan urusanmu. Aku hanya meminta bantuanmu untuk menghukum mereka berdua itu saja tidak lebih, mereka juga sudah malu kan ditonton oleh murid-murid yang lain"
"Ya sudahlah terserah kau saja. Lebih baik aku memberi kabar dulu pada wanita mainanku"
"Wanita maina, kau jangan gila mempermainkan perempuan terus-menerus"
"Jika kau tahu aku mendapatkannya dari siapa, kau juga akan kaget ini adalah perempuan yang dipermainkan oleh Andaru, tapi dia sudah bosan makannya dia memberikannya padaku. Sudahlah jangan ikut campur tentang masalahku seperti apa yang kau katakan tadi padaku"
Aliya menatap Galang dengan kesal, lalu dia pergi begitu saja meninggalkan Galang di kantin itu sendirian. Lebih baik pergi ke tempat lain saja daripada harus melayani Galang yang memang sepertinya sudah gila dan harus dijauhi.
__ADS_1
Galang mulai berbahaya dan menyebalkan dia bisa saja menusuk dari belakang kan.