
Andaru yang sudah ada dikamar hanya diam saja,
sejak kapan dirinya diperintah seperti itu, dirinya tidak suka diperintah seenak jidat seperti tadi. Memangnya Paman Rizki itu siapa sampai-sampai dia menyuruh dirinya ini untuk membereskan masalah si kecil itu. Untuk apa ada pelayan kalau misalnya masih saja dirinya yang membereskannya.
"Awas saja akan aku adukan Paman Rizki pada Mama, pasti Mama akan marah pada Paman Rizki karena sudah semena-mena menyuruh kami untuk membereskan hal sepele itu. Untuk apa pelayan-pelayan itu kalau tidak dikerjakan kalau aku tidak membuat ulah pelayan-pelayan itu tidak akan ada kerja. Mereka hanya memasak, beres-beres rumah itu saja. Tidak seru kalau misalnya begitu-begitu saja harus ada sensasi yang berbeda"
Andaru melipat tangannya, lalu diam beberapa saat, karena binggung juga mau melakukan apa, "apa aku harus membuat jera Paman Rizki dengan memberinya pelajaran, tapi sudah beberapa kali aku memberikan pelajaran pada Paman Rizki tapi dia tidak pernah kapok. Dia selalu saja datang lagi kemari bahkan yang terakhir aku sudah membuat jebakan air tepung yang digantung di atas pintu, tapi, tetap saja itu tidak membuat Paman Rizki jera. Aku juga sudah melakukan berbagai hal untuk membuat Paman Rizki tak datang kemari. Tapi, tetap saja dia datang tak ada gunanya juga kan kalau aku sekarang menjahilinya, yang ada dia akan marah-marah padaku bisa-bisa telingaku ini copot mendengar teriakan Paman Rizki dan ocehannya yang tidak bisa berhenti itu seperti kereta api"
"Lebih baik sekarang aku tidur saja ah seperti rencana awalku, daripada memikirkan Paman Rizki mending aku tidur dan bangun dengan mata yang jernih dan juga sehat. Aku besok harus sekolah dan membuat rencana untuk menjahili anak-anak yang lain, sudah beberapa hari aku tidak menjahili mereka lebih baik nanti pagi aku menyusul skenario untuk membuat jebakan pasti akan seru di sekolah bila aku membuat ulah, uhh aku sudah tak sabar ingin melakukannya "
Andaru langsung saja menarik selimut tanpa pergi kekamar mandi untuk membersihkan diri, dia langsung membaringkan badannya dan menarik selimut.
Bahkan Andaru tak ingat dengan saudara-saudaranya yang sedang membereskan ruang makan. Padahal dia yang salah bukan adik-adiknya kalau saja dia tidak memulai pasti yang lain juga tidak akan mengikutinya. Andaru itu kadang-kadang seperti ini apalagi tidak ada mamanya dia akan semena-mena dan seenaknya saja.
...----------------...
__ADS_1
"Kemana Andaru kenapa kalian cuman datang berdua, kemana anak itu seharusnya kalian datang bertiga bukannya kalian membuat ulah bertiga kan ? Kenapa yang datang cuman dua orang"
"Sudahlah Paman Andaru dia tidak mau beres-beres, dia tadi pergi ke kamar. Mungkin dia sakit badan atau dia sedang panas. Sudahlah biarkan saja Andaru memang seperti itu kan. Apalagi tidak ada Mama yang penting ruang makan sudah beres Paman, semuanya sudah beres Cempaka dan juga Aksa sudah membereskan semuanya. Paman bisa lihat semuanya dan paman akan puas dengan hasil yang kami buat "
"Tidak bisa seperti itu, seharusnya kalian mengerjakannya bertiga tidak berdua. Kalau kalian mengerjakannya berdua kenapa kalian tidak menemui Paman dulu dan berbicara kalau Andaru tidak ikut dalam membereskan semua kekacauan ini. Paman tahu ini semua pasti kelakuan Andaru kan, kalian hanya ikut-ikutan saja"
"Sudahlah Paman kami tidak apa-apa "jawab Aksa dengan pasrah dan tidak mau memperpanjang masalah.
"Tidak bisa seperti itu, kalau seperti ini kejadian lagi kalian harus bicara padaku, aku kan menghukum kalian itu bertiga bukan berdua" tegas Rizki.
Enak-enaknya dia, sedangkan adik-adiknya membereskan kekacauan yang dia lakukan dengan paksa Rizki menyingkap selimut yang Andaru pakai, sampai-sampai Andara terbangun dan menatap Rizki dengan mata yang sayu.
"Ada apa Paman. Kenapa tiba-tiba kau membuka selimutku seperti ini. Apakah kau tidak punya tata krama" marah Andaru.
"Kau yang tidak punya tata krama Andaru, jangan semena-mena kau itu seharusnya mengikuti apa kata-kataku. Beres-beres ya beres-beres. Aku tahu semua ini kelakuanmu bukan kelakuan adik-adikmu. Meskipun kau selalu saja dimanja oleh ibumu bukan berarti semua orang akan mengikuti kata-katamu dan akan patuh padamu. Aku akan bicara pada ibumu agar tidak terlalu memanjakan dirimu kau sudah membiarkan adik-adikmu untuk membereskan semuanya berdua. Kau tidak adil, seharusnya kau adil kau itu adalah seorang kakak maka kau harus mencerminkan hal baik pada adik-adikmu. Bukannya malah seperti ini tidur duluan dan membiarkan mereka untuk membereskan semua kekacauan yang diawali oleh dirimu "marah Rizki dengan kesal dan menunjuk Andaru.
__ADS_1
"Paman tidak berhak untuk memerintah aku, paman itu bukan siapa-siapa kami. Paman itu hanya teman Mama saja, jadi, Paman jangan sok ngatur di sini aku Tuan rumah bukan Paman. Jadi pergi dari kamarku dan jangan pernah ganggu aku saat aku sedang tidur seperti ini, mau aku beres-beres mau tidak itu bukan urusan Paman"
"Tapi, selama Mama mu pergi aku yang mengurus kalian dan aku yang akan mengajarkan bagaimana tata krama yang baik padamu Andaru dan aku akan mengajarkan bagaimana menghargai makanan. Kau sudah terlalu keterlaluan dalam masalah ini, kau tidak memikirkan bagaimana orang di luar sana membutuhkan makanan"
"Aku tidak peduli. Mau mereka kekurangan makanan atau apapun aku tidak akan pernah peduli, kau ini peduli sekali pada orang-orang di luar sana. Aku tidak akan pernah peduli pada mereka meskipun mereka mau kelaparan ataupun tidak aku tidak akan pernah peduli"
"Kamu jangan kurang ajar aku ini lebih dewasa darimu, jangan pernah membantah kata-kataku lagi. Besok bangun jam 07.00 pagi dan kita akan pergi untuk melihat bagaimana keadaan di luar dan kau akan menyadari kalau apa yang kau lakukan kemarin itu sangat menyedihkan, kau membuang makanan dan tidak menghargai bagaimana orang di luar sana yang mencari makanan dengan susah payah"
"Aku tidak akan pernah mau pergi denganmu, kau pergi saja sendiri aku tidak akan sudi untuk melihat mereka dan aku tidak akan pernah mau diajak kemana-mana olehmu, kamu bukan siapa-siapa "
"Ya aku tahu aku bukan siapa-siapa mu, aku hanya teman dari ibumu tapi aku bisa mengatur kalian tanpa berbicara pada ibumu ataupun ayahmu. Kau tahu itu kau pahami satu hal aku ini di sini bukan hanya teman ibumu ingat itu jangan pernah membantah kata-kataku lagi dan jangan pernah berani kau melebarkan matamu seperti itu pada orang dewasa atau berteriak pada orang dewasa, kau harus hormat pada siapapun meskipun kau orang kaya tapi kau harus hormat pada orang yang lebih tua darimu, jangan karena kamu punya segalanya kamu menjadi sombong dan arogan seperti ini Andaru. ibumu dan juga ayahmu tidak sombong seperti mu, jangan menjadi anak angkuh, jadilah seperti Aksa baik dan penurut, sebenarnya aku tidak mau membandingkan kalian berdua tapi kau sudah sangat keterlaluan dalam hal ini. Kau sudah berani membentak orang yang lebih dewasa itu tidak sopan Andaru, jika kau begini tak akan ada orang yang mau berteman denganmu "
Rizky keluar kamar takut-takut nanti dirinya malah tersurat emosi lebih dalam lagi dan lebih marah lagi pada Andaru, dirinya tadi bahkan hanya bicara biasa saja tapi Andaru dia sampai memelototkan matanya dan berteriak begitu keras.
Sampai-sampai urat di lehernya terlihat dia ini sungguh menyebalkan, sepertinya memang benar dirinya harus berbicara pada Bella untuk tidak terlalu menuruti apa kemauan Andaru. Dia terlalu angkuh takut-takut nanti dia akan menjadi pria yang semena-mena pada orang lain dan tidak memikirkan bagaimana keadaan orang lain.
__ADS_1