
Adi yang melihat Bella sudah tertidur nyenyak segera bangkit dan keluar dari kamar Bella, dirinya masih ada pekerjaan yang harus segera diselesaikan.
Banyak pekerjaannya yang belum selesai, tapi tak apa dirinya senang Bella menjadi manja padannya bahkan begitu berbeda dengan Bella yang sebelumnya.
Saat melihat ada orang yang ingin sekali dirinya temui, Adi berlari dengan cepat dan memegang tangannya "ada apa Adi, aku ingin pergi "
Tanpa banyak bicara Adi menarik tangan Ziva dirinya ingin berbicara dengannya, dirinya sudah bilang jangan pergi. Adi membuka ruangannya dan menguncinya.
"Ada apa Adi aku akan pergi "
"Kemana "
"Aku ingin menemui teman, emm ya teman kau kan sedang sibuk dengan Bella istri kesayangan mu itu " sambil mendelikan matanya.
"Aku sudah berbicarakan padamu kan kalau aku ingin berbicara dan kau jangan pergi kemana-mana kenapa kau tiba-tiba saja pergi. Sekarang kau menjadi tidak patuh apa karena ada Bella bukannya ini semua kemauanmu kan"
"Iya memang semua ini kemauanku tapi aku tidak mau kau dengan Bella. Aku ingin kau menikah dengan sahabatku Zea. Tapi sekarang kau bersama Bella menikmatinya kan "
"Dia sekarang sedang mengandung seperti apa yang kau inginkan, dia mengandung dan kau harus belajar untuk menjadi seorang ibu dekatlah bersama Bella kau nanti juga akan mengurus anak itu kan, bukannya itu yang kau mau"
"Bagaimana aku mau dekat dengan perempuan itu sedangkan dia saja selalu saja membantah kata-kataku, makanya itu aku lebih baik kau menikah dengan perempuan yang aku kenal daripada perempuan asing seperti dia, apalagi dia dibeli olehmu seharusnya kau memperlakukan dia seperti budak bukan diperlakukan seperti istri begitu dimanja "
"Kau saja yang tidak bisa dekat dengannya aku hanya ingin memperingatimu saja jika kau sekali lagi menyakiti Bella aku tak akan memaafkanmu sampai kapanpun. Dan aku tidak akan pernah menganggapmu sebagai istriku lagi ingat itu hanya di depan keluarga kita akan seperti itu jika kau sekali lagi menyakitinya"
Ziva malah bertepuk tangan dan menatap suaminya dengan mata yang begitu kecewa "hebat apakah perempuan itu mengadu karena aku tadi mendorongnya ke kolam renang aku memang ingin mencelakainya, aku hanya tidak suka saja kau terlalu perhatian padanya kau mencium keningnya bla bla bla bla dan lain-lain sedangkan aku ini istrimu yang sesungguhnya Adi, tapi aku tidak diperlakukan seperti istri aku seolah-olah hanya orang asing dan kau bersama Bella adalah seorang pasangan yang begitu bahagia "
Adi membalikan badannya dan menatap kearah luar jendela, dirinya menahan emosinya yang sebentar lagi akan keluar gara gara kata kata Ziva yang memang sengaja ingin mencelakai Bella.
"Aku melakukan itu agar dia luluh padaku Ziva, agar dia cepat-cepat hamil aku disini seperti serba salah sebenarnya siapa sih yang salah di sini aku atau dirimu. Sudahlah jangan terus buat masalah Ziva jika suatu saat nanti kesabaranku habis kau juga akan habis nantinya, kau tidak usah pergi kemana-mana diamlah di rumah cobalah untuk jadi perempuan yang bisa diam di rumah tidak keluyuran terus-menerus dan masuk keluar Klub kau ini istri seorang ternama jangan sampai kau mempermalukan aku dengan pergi bersama laki laki lain "
Ziva yang kesal segera membuka pintu dan membantingnya, kenapa suaminya berbicara seperti itu apakah Adi sudah tahu dirinya berselingkuh, tapi tidak mungkin, kalau Adi tahu dia pasti akan marah marah dan mengusirnya lalu menceraikannya.
Adi tadi hanya berbicara seperti itu, jadi tak mungkin kan Adi mengetahui tentang kelakuannya akhir akhir ini, dirinya tak bisa diam dirumah dengan adanya Bella yang selalu saja membuatnya muak dan ingin mencakar wajahnya.
__ADS_1
**
Bella yang terbangun meraba sebelah tempat tidurnya namun tak ada siapa siapa kosong tempat tidur itu, tak ada siapa siapa.
"Mass kamu dimana"
Bella mengedarkan pandangannya namun tak ada siapa siapa, dengan malas Bella bangkit dan keluar dari kamar berjalan kelantai bawah sambil mencari suaminya.
Entah kenapa kalau tak didekat suaminya rasanya lemas dan tak bersemangat, inginnya selalu saja dirinya ini memeluk suaminya, dimana pun itu berada.
Perubahan dirinya begitu cepat, sebenarnya dirinya tak ingin seperti ini, tapi ada sesuatu yang selalu ingin dirinya menempel pada Adi.
"Mass kamu dimana masss "
"Akhhh " Bella berteriak karena tiba tiba ada yang memeluknya dari belakang.
"Ini aku sayang, kenapa kau berteriak " bisik Adi tepat ditelinga Bella, Adi mengigit kecil telinga itu dan Bella langsung melepaskan pelukannya lalu memukul dada Adi.
"Kau nakal kemana saja, aku mencarimu, kenapa kau tak ada saat aku bangun tidur "
Adi kembali memeluk Bella " maaf sayang aku tadi ada pekerjaan, apakah kau lapar, apakah kau ingin makan "
"Emm boleh ayo "
Dengan semangat Bella mengandeng tangan Adi dan masuk kedalam ruangan makan, disana sudah tersaji berbagai makanan.
Adi membantu Bella duduk dan setelahnya dirinya duduk di samping wanitanya yang begitu mengemaskan kalau sedang manja seperti ini, tapi kalau sedang membantah rasanya ingin meremasnya dan memakannya.
"Waw makanannya banyak sekali, apakah aku boleh memakan semuanya "
"Tentu sayang boleh biar aku ambilkan "
Bella menganggukan kepalanya dan menunggu Adi mengisi piringnya dengan berbagai lauk pauk, bahkan Bella sudah memegang sendok dan garpu.
__ADS_1
Saat mendengar suara kursi digeser Bella mendongakan kepalanya ternyata kak Ziva " hallo kak Ziva "
Namun Ziva hanya diam saja, dia langsung mengambil makanannya dan tak menghiraukan Bella yang menyapanya.
"Ziva Bella menyapamu " ucap Adi sambil memberhentikan aktifitasnya yang sedang mengambil lauk pauk.
"Ya hallo Bella " ucap Ziva dengan suara yang menyebalkan dan ogah ogahan.
"Ini sudah aku ambilkan semuanya sayang "
"Aku ingin disuapi boleh "
"Tentu apa yang tidak untuk mu sayang " Adi mencium kening Bella dan mengambil sendok serta garpu yang dipegang Bella.
Dengan telaten Adi menyuapi Bella yang makannya pasti belepotan namun Adi selalu membersihkan setiap sudut bibir Bella yang belepotan.
Ziva yang melihat suaminya begitu perhatian pada Bella langsung melepaskan garpu serta sendok nya dan mendorong kursi dengan kesal lalu pergi begitu saja.
"Kenapa kak Ziva apa dia marah lagi padaku "
"Shut sudah biarkan saja "
Adi kembali menyuapi Bella namun Bella malah mengambil sendok itu dan sekarang dirinya yang menyuapi Adi.
"Sekarang aku yang menyuapi mu, ayo buka mulut mu giung giung " ucap Bella seperti akan menyuapi anak kecil.
Adi bukannya membuka mulut malah tertawa dengan kelakuan istrinya ini "sayang aku bukan anak kecil "
"Sudah sama saja, kau saja masih suka Mimi pada diriku berarti kau masih bayi "
"Itu berbeda sayang "
"Sama saja ayo buka mulut mu, ambulans datang "
__ADS_1
Saat Adi akan berbicara lagi Bella menjejalkan makanan itu dan membuat Adi tak bisa berkata apa apa lagi.