
"Berikan aku minyak wangi, ini bau sekali "
"Ini Aliya "
Keisha memberikan beberapa minyak wangi dan Aliya memakai semuanya.
"Berikan aku syal itu "
"Ini Aliya "
"Biar aku bantu "
"Tidak usah Cassandra, aku tidak butuh bantuannya" bentak Aliya sambil menepis tangan Cassandra
"Ada apa denganmu Aliya. Aku hanya ingin membantumu saja. Aku ini bukanlah Ayu dan kau jangan melampiaskannya padaku. Sudah aku bilang kan kami tadinya harus ikut denganmu. Tapi kau tidak membolehkan kami ikut dan ini kan yang terjadi"
"Diamlah kau ini "
"Sekarang apakah kau menjadi takut pada Ayu Aliya, sampai-sampai kau tidak melawannya saat dia menyiram mu dengan air itu"
"Aku tidak takut pada Ayu, hanya saja aku jijik dengan tubuhku yang bau. Makanya aku lebih mementingkan tubuhku dulu daripada memberi pelajaran pada Ayu. Aku bisa kapan saja membuat Ayu tunduk padaku. Jadi kau jangan berkata seenaknya Cassandra. Sebelum bicara kau pikirkan dulu apa yang akan kau bicarakan itu"
Aliya langsung saja pergi dari hadapan teman-temannya itu. Mereka bertiga tak mengejar Aliya dan membiarkan Aliya pergi.
"Semenjak kedatangan Ayu sepertinya Aliya goyah dia bisa dilawan oleh Ayu hebat juga perempuan itu" ucap Abigail.
"Iya aku juga tidak menyangka kalau Ayu akan melawan pada Aliya. Aku kira dia akan tunduk seperti orang-orang yang sudah dirundung oleh Aliya tapi nyatanya dia melawan" jawab Cassandra
"Ya sudahlah biarkan saja mungkin Aliya akan mendapatkan lawan yang imbang, jadi tidak membosankan juga kan untuk kita"
"Kau benar Abigail lebih baik kita ke kantin saja. Biarkan saja dia pergi mungkin dia ingin sedikit menenangkan pikirannya karena telah kalah oleh seorang Ayu yang baru saja masuk ke sekolah"
"Yah kau benar Cassandra. Mungkin sebentar lagi Andaru akan menjadi milik Ayu"
"Bisa saja itu terjadi, sudah terlihat bagaimana Andaru perhatian pada Ayu kan "ucap Keisha ikut berbicara.
Mereka berdua mengangguk-anggukan kepalanya seperti membetulkan perkataan Keisha.
...----------------...
__ADS_1
"Kenapa kau mengikutiku Galang "
"Mau kemana sih "
"Aku ingin bertemu dengan Andaru " masih dengan membenarkan syalnya.
"Sini biar aku bantu "
Galang segera membantu Aliya, Galang mencium rambut Aliya dan membelainya lalu mengigat syal itu dileher Aliya.
"Kenapa kau seperti ketakutan "
"Ayu sudah berani padaku "
"Hemm, berani ya apa mungkin dia akan berani merebut Andaru nantinya darimu "
"Tidak, itu tidak akan terjadi jaga ucapan mu ya. Jangan seenaknya. Andaru akan tetap menjadi milikku dan tak akan ada orang yang memiliki Andaru selain aku "
"Begitu ya tapi setelah melihat foto itu apakah kau masih percaya pada Andaru, dia mencium Ayu aku melihat semuanya dari awal sampai mereka melepaskan ciuman itu. Sepertinya mereka sangat menikmatinya"
Aliya langsung menunjuk "Diam, kau itu hanya salah paham saja dan Ayu lah yang menggoda Andaru. Jadi kau tidak usah memperpanjang masalah itu dan kau jangan harap aku akan melepaskan Andaru, aku tahu kau ingin membuat hubunganku dengan Andaru hancurkan kan "
Aliya langsung menarik kerah pakaian Galang "Jangan bermain-main terus bersamaku dan jangan membuat aku panas"
"Kenapa. Aku mengatakan yang sejujurnya apakah kau ingin tahu apalagi yang mereka lakukan setelah berciuman itu. Pasti kau akan sangat sakit hati. Pada siapa lagi kau akan lari kalau bukan padaku"
Aliya melepaskan kerah pakaian Galang dan pergi begitu saja. Galang hanya tersenyum dan melihat kepergian Aliya.
"Kau akan menjadi milikku Aliya, kau tidak akan pernah bisa lepas dariku. Aku akan terus mengejarmu sampai mendapatkanmu dan hubunganmu dengan Andaru tidak akan bertahan lama. Karena akan ada Ayu yang merebut Andaru dan kau akan menjadi milikku Aliya"
...----------------...
"Andaru "
"Hemm "
"Coba kau lihat apa yang Ayu lakukan padaku"
"Apa yang Ayu lakukan padamu memangnya sampai-sampai kau mengadu padaku tak seperti biasanya. Apakah Ayu seberani itu melawan mu Aliya. Bukannya kalian juga sudah baikan kan "
__ADS_1
Andaru pura-pura tidak tahu tentang masalah itu, ingin tahu saja apa yang akan Aliya katakan padanya.
"Aku disiram olehnya, dan airnya begitu bau aku sangat tak suka. Lihat saja aku akan melakukan apa yang ada dalam pikiranku pada Ayu. Aku tak akan tinggal diam "
"Sudah aku bilang kan kau jangan mengganggu Ayu dulu, kita sedang melancarkan permainan kita pada Ayu. Jangan menghancurkan semuanya Aliya "
"Tapi aku tidak mau diam saja dan dipermalukan olehnya, kau tahu bahkan aku sampai dibilang kalah oleh Ayu aku tidak mau seperti itu. Tidak boleh ada yang lebih berkuasa daripada aku. Kau harus bilang pada ayahmu untuk mengeluarkan Ayu dari sekolah ini"
"Tidak akan pernah mungkin Ayu tuh anak pintar, jadi dia tidak mungkin dikeluarkan dari sekolah ini. Kau jangan berharap lebih. Ayahku juga tidak akan mengeluarkan Ayu tiba-tiba saja, apalagi kalau dia tahu tentang masalah yang kau lakukan pada Ayu. Mungkin saja kau yang akan dikeluarkan oleh Ayahku nantinya"
Aliya diam, dia tidak bicara dan langsung memeluk tubuh Andaru "Kau jangan pernah tinggalkan aku ya. Aku tidak bisa hidup tanpamu Andaru, aku tidak bisa kalau melihatmu bahagia dengan perempuan lain. Aku bisa gila tolong aku"
Andaru hanya diam saja, tak membalas pelukan itu atau pun mengatakan apa-apa .
...----------------...
Ayu masuk kedalam kelas dan ada Aksa sendirian disana. Ayu segera menghampirinya dan duduk disampingnya.
"Kenapa kau tidak makan, teman-temanmu sepertinya sudah berangkat semua ke kantin, biasanya kau ikut dengan mereka ada apa kalau aku boleh tahu "
"Aku sedang ingin di kelas saja Ayu, aku bosan dengan perkumpulan itu aku ingin sendiri membaca buku dan beginilah"
"Apakah aku mengganggumu"
"Tidak sama sekali, kau tidak menganggungku. Bagaimana apakah kau sudah memikirkan tentang ajakanku yang akan bermain ke rumahku"
"Sudah sih, tapi apakah aku boleh main ke rumahmu rasanya aneh saja kan "
"Aneh kenapa, tak ada yang aneh "
"Yah aku merasa canggung saja nantinya"
"Tidak usah berpikir seperti itu. Apakah aku harus dulu main ke rumahmu agar nanti ibumu percaya dan membolehkan mu main ke rumahku"
"Tidak usah, tapi kalau kita mau belajar kenapa kita tidak belajar saja di perpustakaan"
"Hemm, begitu ya baiklah kita akan belajar nanti di perpustakaan "
Aksa tidak bisa memaksa Ayu untuk pergi ke rumahnya. Ya sudah ga mungkin dirinya memaksa, nanti ada waktunya kembali untuk dirinya membuktikan apakah Ayu adalah Cempaka atau bukan.
__ADS_1