
"Ya ampun kamu bikin kaget aja, ngagetin tahu masuk kamar kayak gitu, emangnya kamu lagi dikejar apa sih"
Cempaka langsung saja to the poin "Bianca kamu mau nolong aku ga, sekali ini aja tolong aku. Kamu temen aku kan ? "
Bianca yang bingung menghampiri Cempaka yang masih bersandar di pintu, bahkan Cempaka masih mengatur nafasnya.
"Apa yang harus aku tolong. Intinya jangan yang aneh-aneh kalau yang aneh-aneh aku ga mau nolong kamu ya. Apalagi buat nolong kamu cari tentang siapa yang udah tabrak Sinta temen kamu yang ga tahu diri itu"
"Engga bukan tentang itu, lupain tentang itu ada satu hal yang sangat penting sekali yang harus aku lakukan. Tapi harus dengan bantuan kamu tolong bantu aku, kalau ga sama kamu aku minta bantuan sama siapa lagi"
"Oke, bantu apa. Aku akan bantu sebisa ku tapi kalau yang aneh-aneh aku ga mau maaf ya "
"Kamu lebih sayang aku atau Andaru ?"
"Kalian berdua sama, ayo cepat katakan apa yang harus aku bantu"
"Kamu tahu kan orang yang dulu menculik aku mamanya Nadia dan kakek, mereka itu tidak jahat sebenarnya, dan mereka ada di ruangan yang sangat pengap sekali. Bisakah kamu membantuku untuk melepaskannya, aku tidak bisa melihat mereka dikurung seperti itu"
"Apa kamu yakin. Bagaimana kalau Ayah kamu mengetahui semua ini yang ada bisa kacau semuanya"
"Ya maka dari itu kita diam-diam jangan sampai Ayah tahu. Makanya aku minta bantuan sama kamu nanti malam jam 01.00 malam kita bantu Mama Nadia dan kakek aku keluar dari sana, aku dengar kakek tadi lagi kesakitan ayolah bantu aku tolong lepaskan mereka hanya kamu yang bisa bantu aku"
"Baiklah, aku akan bantu kamu tapi kalau nanti ketahuan bagaimana"
"Sudahlah jangan pikirkan itu dulu, yang terpenting bantu aku dulu untuk melepaskan mereka. Aku tahu mereka bukan orang jahat mereka bahkan mau mengurusku dengan baik. Hanya kali ini aku minta bantuan pada kamu Bianca"
"Baiklah aku akan membantumu, aku akan membantumu "
Cempaka yang senang langsung memeluk Bianca dengan erat "Makasih banget, makasih ya kamu udah mau bantu aku. Aku ga bisa lihat mereka tersiksa seperti itu "
Bianca balik memeluk Cempaka dengan erat sekali. Tak masalah hanya membantu mengeluarkan saja semoga saja berhasil dan tidak ketahuan.
"Apakah kita perlu tidur dulu Cempaka "
"Sepertinya jangan, nanti kalau kita tidur malah kebablasan kita begadang saja ya "
"Baiklah kita begadang "
__ADS_1
...--------------...
Adi yang baru saja menginjakan kakinya dikamarnya langsung dikagetkan dengan dering ponselnya. Ada apa Zack menelfon..
Dengan cepat Adi mengangkatnya "Ada apa Zack "
"Tuan, sekolah sudah diberikan oleh Tuan Sena pada Pak Ginanjar "
"Kenapa bisa,"
"Tuan masih ingat kan saya pernah bilang kalau anak Tuan Sena telah menabrak seorang perempuan. dan ternyata ada orang yang mempunyai video itu. Pak Ginanjar memberikan video itu pada Tuan Sena tapi imbalannya sekolah menjadi miliknya, lalu sekarang saya harus bagaimana tuan"
"Biarkan saja kita ikuti permainan mereka sampai mana. Berarti memang benar Aliya yang selama ini yang menabrak perempuan itu bukan anak-anakku "
"Bukan Tuan hanya saja Aliya memakai helm Andaru, tapi saya tadi mendengar sebuah rencana yang mereka susun. Mungkin Tuan akan sangat kaget, tuan Sena dan juga Pak Ginanjar akan membuat seolah-olah Andaru lah yang bersalah. Seperti yang tuan katakan kalau saya harus menempelkan beberapa penyadap suara di ruangannya Tuan Sena,saya sudah lakukan itu dan saya mendengar semuanya Tuan bahkan saya merekam semuanya"
"Baiklah permainan mereka makin menantang. Aku ingin tahu sampai kapan mereka akan melakukan permainan ini. Aku yakin Andaru bisa melawan, dia tidak mungkin dipenjara kita lihat apakah anaknya Aliya akan dipenjara atau dia akan bebas. Kamu hanya perlu kerjakan apa yang aku suruh selalu awasi mereka berdua. Renaldi sudah aku tempatkan di sekolah itu untuk mengawasi anak-anak"
"Baik Tuan Saya akan selalu melaksanakan apa yang Tuhan mau"
Adi langsung mematikan sambungannya lalu menatap istrinya yang sedang membaca majalah, dengan langkah yang lebar Adi menghampiri istrinya dan memeluknya dengan erat.
"Iya aku tahu kamu kan tadi lagi ngobrol dulu sama Kak Zack. Aku ga mau ganggu Mas. Aku tadi lihat Cempaka kayak ketakutan gitu, kayak habis lihat apa gitu"
"Hemm, baiklah akan aku urus sayang, sekarang aku hanya ingin kamu peluk"
Bella menyimpan majalahnya dan memeluk suaminya, suaminya ini dari dulu tak pernah berubah selalu saja manja seperti anak kecil.
...----------------...
Cempaka dan juga Bianca sudah siap dengan memakai pakaian serba hitam, mereka berdua mengendap-endap keluar dari dalam rumah.
"Bianca lihat itu banyak banget penjaganya, ga salah itu "
"Emm gimana ya, ya ampun kenapa bisa jadi banyak"
"Apa ayah kamu tahu ? "
__ADS_1
"Ga mungkin aku ga nimbulin suara sedikit pun. Bahkan aku tadi langsung pergi "
Mereka diam sejenak, lalu berjalan kearah taman, disana tak ada yang menjaga tapi dipintu itu ada yang menjaga.
Cempaka yang melihat ada beberapa kerikil segera melemparkannya ke kandang anjing yang tak jauh ditempatnya.
Setelah anjing-anjing itu menggonggong Cempaka dan juga Bianca bersembunyi. Banyak anak buah ayahnya yang pergi kearah kandang anjing termasuk orang yang berjaga.
"Ayo lari "
Mereka berdua lari dan masuk kedalam, keadaan sangat gelap sekali. Lampu mati dan mereka berdua harus hati-hati.
"Apakah tadi gelap Cempaka "
"Tidak, tadi sama sekali tidak gelap kenapa sekarang menjadi gelap ya"
"Mungkin disini memang dimatikan kalau malam, kamu bawa ponsel "
"Bawa aku "
Cempaka langsung menyalakan senter ponselnya dan menulis setiap sel penjara itu, sungguh disini sangat pengap sekali.
Saat Cempaka sudah ada dihadapan sel penjara Dania dan juga ayahnya disana kosong "Loh kok kosong"
"Mungkin salah Cempaka, bukan disini tempatnya "
"Aku tahu betul kalau tempatnya di sini. Bahkan aku tahu kalau Ayah tadi duduk di kursi ini. Mana mungkin kan mereka berdua bisa kabur sedangkan di luar sana banyak sekali penjaganya, tidak mungkin itu"
"Ayo kita cari kesel yang lain "
Mereka masuk lebih dalam mengecek setiap sel tapi kosong, semuanya kosong. Cempaka yang lelah menyenderkan badannya.
"Kenapa bisa tak ada, jelas-jelas aku tadi melihatnya bahkan aku mendengar suaranya. Mana mungkin aku berkhayal Bianca, itu tidak mungkin kan "
"Lalu bagaimana, aku juga binggung "
"Sepertinya ayah sudah melakukan sesuatu " .
__ADS_1
"Berarti dia tahu Cempaka, rencana kita sudah dia ketahui. Apakah kita sekarang sedang diawasi ? "