Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia

Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia
Bab 25 mulai menikmati


__ADS_3

Bella yang sudah sedikit tenang segera membuka pakaiannya dan menggantinya memakai baju tidur satunya, lalu membaringkan badannya.


"Sabar Bella, kau harus sabar jangan emosi, sabar selalu tenang, jadilah Bella yang lembut agar kau bisa mengelabuinya, ya seperti itu saja" ucap Bella sambil menatap ke langit langit.


Bella menarik selimutnya dan memejamkan kedua bola matanya, dari pada memikirkan ponsel yang tak berguna itu lebih baik tidur saja, itu lebih baik kan.


Saat Bella sudah tertidur lelap ada seseorang yang membuka kunci pintu kamar dan masuk, laki laki itu tersenyum saat melihat ponsel yang sudah hancur membuka jas dan juga kemejanya tak lupa membuka sepatunya.


Lalu berbaring di samping Bella, disingkirkannya rambut yang menghalangi wajah cantik itu " kau cantik Bella tapi kau terlalu temperamental dan selalu saja marah-marah, apakah saat bersama pacar mu dulu kau seperti ini "


Adi lebih mendekatkan dirinya lagi kearah Bella dan mendekapnya dengan erat sedangkan orang yang sedang tidur malah makin memepetkan tubuhnya mencari kehangatan ditubuh Adi.


Adi mengusap rambut Bella dan mengecup keningnya " istri nakal ku tidurlah, aku akan selalu ada disampingmu aku menyukaimu, aku tak akan pernah melepaskan mu sampai kapan pun kau akan selalu menjadi istriku "


Adi segera memejamkan kedua bola matanya dan menikmati keintiman bersama Bella perempuan yang dirinya inginkan, mungkin saat bersama Ziva tidak seperti ini, karena Ziva bukanlah perempuan yang benar benar dirinya inginkan.


**


Bella menggeliat dan melihat disampingnya ada seseorang, Bella sampai sampai kaget dan hampir saja jatuh, namun saat melihat perut laki laki itu yang ada tato pistolnya Bella terpana, Bella ingin menyentuhnya namun tak jadi.


Bella segera bangkit dan melihat kearah Adi lagi " aku harus mandi tapi kenapa kamar mandinya transparan begini kalau dia bangun bagaimana, apakah aku harus mandi memakai baju yang lengkap"


Bella melirik kembali Adi, "masa bodoh lah, pakai saja dalaman saja, aku harus segera bersiap dan keluar dari kamar ini "


Bella membuka baju tidurnya dan segera menyalakan shower dia membelakangi Adu dan tidak sadar kalau Adi dari tadi sudah bangun dan melihat kegiatan Bella.


Adi membuka celana yang tersisa lalu berjalan kearah kamar mandi transparan itu dan menyalami shower, Bella yang menyadari di sampingnya ada yang mandi juga langsung berteriak.


"Akhh kenapa kau telanjang seperti itu apakah tidak malu"teriak Bella sambil menutup matanya dengan tangan.


"Kenapa aku ini suamimu lalu apa salahnya kalau aku bertelanjang di hadapanmu, memang ada yang salah tidak kan lambat laun harus terbiasa"

__ADS_1


"Tapi tidak seperti ini juga"


Adi makin mendekati Bella dan mendorong tubuh Bella kearah tembok, lalu membuka tangan Bella meskipun sulit namun bisa juga.


Badan Bella dihimpit oleh badan besar itu "lepaskan aku, lepaskan jangan seperti ini "


"Shut bukannya kau ingin memegang ini "


Sambil menunjuk tatonya, lalu Adi membimbing tangan Bella untuk memegangnya, dan Bella perlahan membelainya dan itu membuat Adi merinding, Bella melihat kearah wajah Adi yang sedang mendongak.


Dengan masih tangan yang membelai tato Adi, Bella membalikan situasi, sekarang Adi yang bersandar ke tembok. Tangan Bella naik keatas dan membelai dada bidang Adi.


Tiba tiba senyum Bella muncul, dia langsung pergi meninggalkan Adi, namun baru juga beberapa langkah tangannya sudah ditarik dan menubruk badan bidang itu.


"Aku suka dengan setiap sentuhan mu "


"Tapi aku tidak "


Adi mencengkram tengkuk Bella, lalu menyambar bibir yang selalu ingin dirinya sentuh, tangan Bella dipegang dengan erat, dan tangan satu lagi memegang tubuh Bella.


Bella yang sudah pasrah hanya mengikuti setiap permainan yang Adi berikan, tubuhnya dibawa melayang dan di hempaskannya ditempat tidur, namun ciuman itu masih berlanjut, namun berlanjut kearah leher Bella yang putih.


"Tolong stop akhh stop " ucap Bella dengan sedikit mendesah, namun Adi malah terus saja melancarkan aksinya.


Adi langsung berhenti dan menatap Bella yang wajahnya sudah memerah " segeralah bersiap kita akan pergi sekarang, bagaimana apakah sekarang kau sudah jatuh cinta padaku, sebentar lagi kau akan mencintaiku "


Adi mencium kening Bella dan mengambil handuk lalu keluar dari ruangan itu, meninggalkan Bella yang masih diam dan masih lemas.


"Apa tadi itu, kenapa jantungku menjadi berdegup dengan kencang seperti ini, no no jangan sampai Bella kau menyukainya ingat jangan sampai "


Bella segera bangkit dan membersihkan dirinya lagi, entah kenapa **** ************* seperti becek, Bella membersihkannya dan menganti pakainya, awas saja dirinya akan merajuk pada laki laki itu karena sudah berani menyentuhnya.

__ADS_1


***


"Ayo segeralah turun Bella, kita akan segera pergi kau lihat pesawat sudah menunggu "


"Tidak aku tidak mau ikut kau pergi saja sendiri, aku tidak mau "


Adi tanpa merespon ucap Bella keluar dari mobil, lalu membuka pintu mobil dan menatap Bella yang masih cemberut " ayo cepat "


Adi tanpa aba aba langsung memangku Bella seperti beras dan pada saat itu juga Bella berteriak histeris "akhh lepaskan aku, aku bukanlah karung beras, lepaskan aku, akhhhh "


Zack yang melihat kebrutalan Bella hanya bisa menggelengkan kepalanya " kenapa tuan bisa tahan dengan nona Bella " ucap teman Zack yang disebelah.


"Begitulah kalau laki-laki sudah tertarik pada satu wanita akan bisa sabar sebelum dia mendapatkan perempuan itu, dan bisa saja tuan juga akan kalah dengan nona Bella nantinya "


"Hemm benar Zack ayo kita segera masuk sebelum tuan marah marah "


"Ayo "


Adi yang sudah selesai mengikat Bella duduk dan menatap Bella yang wajahnya sudah sangat marah. " bagaimana apakah kau nyaman seperti ini sudah aku bilang kan kau harus patuh padaku, maka aku akan lembut padamu kenapa kau sangat sulit sekali untuk patuh padaku pada suamimu sendiri"


"Lepaskan aku tanganku sakit memangnya aku ini barang sampai harus diikat seperti ini"


"Maka patuhlah padaku dan kau jangan selalu membantah apa kata-kataku, aku akan lembut jika kau pun lembut padaku dan patuh padaku apa sulitnya melakukan itu"


"Sulit bagiku karena kau bukan laki-laki yang aku cintai makanya aku tidak bisa patuh dan lembut"


"Hemm baiklah kita lihat saja kau akan seperti ini terus atau tidak, kau juga sebentar lagi akan mencintaiku bahkan tadi pagi kau saja menerima setiap kebutuhanku"


"Stop jangan bicarakan itu "


"Kenapa aku suka membicarakannya "

__ADS_1


"Aku bilang stopppp " teriak Bella.


Zack yang sedang mengobrol sampai kaget dan mengusap dadanya. Sedangkan Adi sendiri malah tertawa.


__ADS_2