
"Kau bisa datang tidak ke sini, aku butuh dirimu, dan kau harus datang tak boleh tidak, aku sungguh sedang membutuhkan mu "
"Datang ke mana sih Ziva, kau ingin ketahuan oleh suamimu kau ingin aku datang ke rumahmu lagi aku tidak mau ah nanti kalau tiba-tiba kepergok oleh suamimu bagaimana, bisa mati aku ini "
"Tidak akan Piyan semua itu tidak akan pernah terjadi, Adi tidak akan pernah memergoki kita dia saja sekarang sedang pergi dia sedang sibuk dengan urusannya maka sekarang kau pergilah kemari dan aku ingin segera dipuaskan olehmu, aku sama sekali tidak di sentuh oleh suamiku bisakah kau memuaskan ku sayang "
"Tentu saja, apa yang tidak untukmu sayang aku akan melakukan apapun untukmu meskipun nyawaku taruhannya, aku akan datang ke sana sekarang juga tunggu aku sayang "
"Baiklah aku tunggu kau di sini jangan lama nanti aku keburu mencari laki-laki lain"
"Jangan begitulah sayang aku harus membuat alasan pada Amelia jangan sampai dia mengetahui tentang perselingkuhan kita lagi, aku tak mau dia marah marah lagi "
"Kenapa sih kau tidak ceraikan saja istrimu itu"
"Baiklah aku ceraikan Amelia dan kau ceraikan Adi bagaimana setuju"
"Tidak aku tidak setuju aku tidak mau"
"Ya sudah aku pun tidak mau menceraikan Amelia, aku akan bersiap-siap dan datang ke rumah besar mu itu, tunggu aku sayang aku akan memuaskan setiap jengkal tubuhmu dan tidak akan pernah ada yang terlewat sedikitpun"
"Aku tunggu sayangg "
Ziva segera bersiap-siap untuk menyambut Piyan, memang dia dan juga Piyan melakukan hubungan lagi, ah masa bodoh sama suaminya, mau dia marah atau tidak yang terpenting hasratnya sudah terpuaskan dan tentang Amelia dirinya juga tidak peduli, mau dia sakit hati mau dia nangis sampai kejang atau apapun tidak peduli dirinya ini, mungkin jahat menghancurkan rumah tangga orang lain tapi itu adalah hal yang biasa untuknya.
***
"Kita harus pergi ke sebuah desa dan mengecek perusahaan kita yang ada di sana, sekalian juga kita melakukan kerja sama dengan perusahaan yang ada disana tuan, namanya perusahan PT Bella abadi "
"Haruskah kita ke sana, kenapa tak utus yang lain saja, nama perusahan itu PT Bella " Adi diam sejenak apa itu perusahan ayah Bella, tapi kan dirinya juga tahu nama perusahan ayah Bella itu apa, dan sekarang Serena yang pegang.
"Ya tuan kita harus ke sana dan mengecek langsung ke tempatnya dan kita juga akan bertemu dengan orang yang akan bekerja sama dengan kita, memang namanya PT Bella abadi tuan, itu perusahan baru yang sedang naik dengan pesat, perusahaan itu baru saja berkembang 5 bulan sekarang, dulu tak seperti ini, tapi saat pemegangnya diganti menjadi banyak perubahan "
__ADS_1
"Baiklah memangnya kita mau ke mana, kita lihat siapa orang yang akan menjadi sainganku itu *
"Kita ke daerah Bandung tuan, sebentar lagi juga kita akan sampai" memang Zack sengaja mengabarkannya saat sudah setengah perjalanan biar tuannya tak bisa menolak lagi.
"Bandung Baiklah ayo kita bertemu dengan orang itu dan kita selesaikan dengan cepat"
"Baik tuan "
Adi selama di perjalanan hanya diam, dia memainkan cincin pernikahannya bersama Bella, melupakan perempuan itu tidak akan pernah bisa dirinya lakukan, perempuan yang sudah menempati hatinya sudah merebut semuanya merebut hidupnya dan segalanya.
Namun tiba-tiba jantungnya berdegup dengan kencang Adi memegangnya dan melihat ke arah sekitar ternyata dirinya sudah sampai ke sebuah desa yang begitu asri dan segar, dia melihat kearah sekitar Adi melihat orang-orang yang sedang bekerja di kebun dan juga dia melihat seorang perempuan yang sedang tertawa dengan perutnya yang buncit dia menjadi mengingat istrinya Bella.
Apakah Bella menjaga anak itu dengan baik. Apakah Bella merawat anak yang ada di perutnya, tiba-tiba saja senyum yang tak pernah Adi tampakkan kembali terbit saat melihat perempuan hamil itu sedang tertawa, memang hanya terlihat dari samping tapi rasanya kebahagiaan perempuan itu menular padanya.
Zack yang melihat Tuannya tersenyum hanya bisa diam dan menatap ke arah perempuan itu juga, ada apa gerangan dengan tuannya ini namun kesenangan tuannya tiba-tiba sirna dengan perempuan itu didekati oleh seorang laki-laki.
Mungkin saja itu suaminya, Adi langsung mengalihkan pandangannya dan menatap ke arah depan dia kembali fokus menatap jalanan dan juga orang yang lalu lalang.
***
"Nggak apa-apa atuh a, Bella kan pengen cari udara segar ini juga sama Aisyah kok, aa dari mana"
"Aa dari kantor kecamatan biasa urus-urus surat-surat, jangan lama-lama ya di kebunnya nanti kepanasan teh Bella, nanti mau diantar lagi nggak sama saya buat belajar masak lagi "
"Kayaknya untuk hari ini nggak deh a Ivan, soalnya Bella mau cek kandungan sama papi, udah ada janji juga"
"Mau a Ivan temenin nggak ke dokternya biar a Ivan yang setir mobilnya atuh "
"Nggak usah deh a Ivan nanti malah ngerepotin bukannya Ivan juga ada kerjaan di kecamatan, pasti kerjaan banyak deh di sana"
"Itu mah masalah gampang teh Bella, A Ivan bisa kerjain tugasnya malam, kalau teh Bella mau diantar nanti telepon aja ya sekarang teh A Ivan mau kerjain dulu tugas-tugas yang lain teh Bela hati-hati ya di sini. Aisyah jagain teh Bellanya yang bener ya"
__ADS_1
"Iya tenang aja aa pasti Aisyah jaga teh Bella sekarang mah mending aa fokus aja kerja, jangan pikirin teh Bella, teh Bella akan aman di tangan Aisyah"
"Iya iya jaga ya teh Belanya awas"
"Ih iya bawel a Ivan mah"
Ivan hanya tersenyum dan mengusap kepala Bella sebentar lalu pergi dari hadapan mereka "Teh kayaknya a Ivan suka deh sama Teh Bella"
"Masa sih suka sama Teh Bella, teteh itu lagi hamil masa tiba-tiba ada yang suka sedangkan a Ivan itu masih bujangan masa nikah sama yang udah punya anak yang sebentar lagi mau punya anak, kan nggak mungkin orang tuanya juga nggak mungkin restuin teteh sama a Ivan, kamu mah udah ah jangan pikirin itu, ayo jalan lagi ke sana yuk teteh mau lihat perkembangan tehnya. Apakah udah ada yang udah dipetik atau belum"
"Ya udah atuh ayo teh semoga aja panen ya itu juga kan wortel, brokoli sama kentang juga kayaknya lagi panen teh yuk kita lihat yang panen"
"Ayo gak sabar pengen lihat dan nanti ambil buat masak juga"
Aisyah kembali mengandeng Bella dengan perlahan dia begitu perhatian pada Bella, dia memapahnya dengan sangat perlahan dan sesekali memberitahu Bella jika ada batu atau ada ranting.
**
Adi sudah ada di perusahaan itu, perusahaan orang yang akan bekerja sama dengannya Adi berdiri dan menatap laki-laki paruh baya itu lalu bersalaman "perkenalkan saya Rey pemegang perusahaan ini"
"Senang berkenalan dengan anda tuan Rey saya Adipramana"
"Ya tuan baiklah mari duduk kita bicarakan tentang kerjasama kita ini"
Adi mengganggukan kepalanya, dia duduk dan berhadapan dengan pak Rey dari tadi Adi terus saja menatap wajah pak Rey seperti ada yang dirinya kenal dari laki-laki ini, wajahnya begitu mirip dengan istrinya Bella sangat mirip tapi ini versi laki-lakinya dan memang sudah tua tapi begitu mirip dengan Bella, matanya hidungnya dan juga tatapan tajamnya sangat mirip, bahkan saat tersenyum pun sama seperti Bella.
"Tuan apakah kau baik-baik saja "ucap pak Reu sambil melambaikan tangan ke arah wajah Adi yang terus menatapnya.
"Ya maafkan saya tuan saya sering melamun. Saya baik-baik saja. Baiklah kita mulai"
Mereka berdua segera memulai pembicaraan tentang kerjasama itu dan Zack hanya mencatat hal-hal yang penting saja dan di samping pak Rey juga ada asistennya yang sama seperti Zack mencatat hal-hal yang penting yang sedang tuan-tuan mereka katakan.
__ADS_1