
"Lama sekali untung saja aku tidak jamuran "
Ziva hanya bisa menghembuskan nafasnya dan menatap kearah ayah mertuanya lalu duduk berhadapan dengannya. "Ada apa ayah menyuruhku datang kemari "
"Bagaimana apakah kau bisa memberikan aku seorang cucu memberikan seorang keturunan tidak mungkin keluarga besar ku tidak mempunyai keturunan, kau ini sebenarnya becus atau tidak menjadi istri jika kau tidak sanggup menjadi istri Adipramana lebih baik kau cerai dengan anakku biarkan anakku mencari perempuan lain yang bisa mengandung dan memberikan kami seorang keturunan"
"Aku bisa memberikan keturunan untuk ayah dan juga Adi, Tapi ayah tunggu beberapa bulan lagi aku janji dan aku pastikan aku bisa mempunyai anak, aku dan Adi bisa mempunyai anak"
"Sampai kapan aku harus menunggu itu, aku sudah menunggu anak itu lahir selama 7 tahun tapi mana kau tidak hamil-hamil kan, kalau saja karena bukan istriku yang mau kalian dijodohkan mungkin aku tidak akan mau menikahkan kau dengan anakku, apakah kau ingin melihat aku mati dulu lalu setelah itu kau memberikan aku cucu iya inginnya kau seperti itu"
"Tidak sama sekali, aku sedang berusaha aku sedang konsultasi bersama dokter tolong beri aku waktu ayah beri aku waktu beberapa bulan saja, pasti aku akan hamil aku yakin itu, aku berjanji pada ayah"
"Baiklah akan aku beri waktu kau selama 2 bulan jika saat itu kau tidak hamil juga maka aku ingin kau bercerai dengan Adi, jangan ada bantahan sedikitpun kau harus berlapang dada saat aku memberikan surat cerai itu padamu ingat itu "
"Yah aku akan setuju aku akan bercerai dengan Adi jika 2 bulan aku tidak hamil, aku janji itu "
"Baiklah silakan pulang aku sedang sibuk dan tidak mau berbicara lama lama dengan mu "
"Aku permisi ayah"
Ayah mertuanya sama sekali tidak menjawab ayahnya Adi hanya melengos pergi dan meninggalkannya, Ziva mengusap dadanya rasanya ingin sekali menangis tapi mau bagaimana lagi ini sudah takdirnya mungkin seperti ini dirinya harus berbicara pada Adi dan menyuruh Adi untuk secepatnya menikahi Bella, ya itu yang terbaik "
***
__ADS_1
Bella dibawa masuk ke dalam kamarnya masih dipangku oleh Adi, tadi Bella ingin jalan namun Adi dia tidak mendengarkan kata-kata dari Bella sama sekali, setelah sampai kamar di sana sudah ada Sera yang menyiapkan bubur dan jus serta air putih.
"Kau harus makan sekarang juga "
"Aku tidak mau makan terus menerus dengan bubur. Aku bukan anak kecil aku sudah dewasa, berilah makanan yang seusiaku "
"Benarkah kau sudah dewasa"
"Iya aku sudah dewasa dan aku tidak mau makan bubur terus menerus, rasanya aneh saja setiap hari terus saja makananku bubur. Aku punya gigi untuk mengunyah jadi berikan aku makanan yang layak maksudku makanan yang sesuai dengan umurku"
"Sekarang kau makan ini saja dulu kau sedang sakit dan tak boleh memakan apapun tidak boleh membantah "
"Ya sudah kau saja yang makan bubur itu. Aku tidak mau"
"Baik Tuan saya permisi keluar dulu"
Pintu langsung tertutup dan Bella beringsut menjauh dia menjadi takut akan melakukan apa dia pada dirinya, tiba-tiba saja Adi memakan bubur itu dan mencengkram dagunya dan tanpa diduga-duga Adi memasukkan bubur itu ke dalam mulut Bella menggunakan mulutnya.
Bella yang merasakan jijik akan muntah namun langsung dibekap oleh Adi "makan bubur itu atau kau akan aku buang ke kandang buaya"
Dengan sekuat tenaga Bella akhirnya menelan bubur itu lalu mengambil mangkok dari Adi "biar aku makan sendiri aku tidak mau makan dari bibir orang lain itu sangat menjijikan kau pergilah jangan ganggu aku "
"Di sini aku yang mempunyai rumah ini maka kau tidak bisa memerintah ku atau mengusirku dari rumah ini cepat kau habiskan aku akan diam di sini sebelum kau menghabiskan makanan itu"
__ADS_1
"Tapi aku tidak mau aku tidak bisa makan sambil dilihat orang lain. Aku tidak mau kau lebih baik keluar saja"
"Aku akan tetap di sini ayo cepat kau makan dan aku akan menunggumu sampai kau selesai makan dan meminum obatmu. Aku tidak mau melihatmu kabur lagi jika satu kali lagi kau kabur kau akan tahu rasa, aku tidak akan segan-segan menembak kepalamu"
"Jika itu akan membuatmu puas dan bahagia lebih baik lakukan saja sekarang, aku tidak mau menikah dengan suami orang lain aku ingin menikah dengan Alvaro, Aku hanya ingin dia saja tak ada yang lain, aku hanya ingin dia "
"Alvaro anak dari pengusaha bernama Senax
Bella yang mendengarnya kaget dan menetap Adi dengan horor "jangan kau sampai apa-apa kan Alvaro"
"Aku tidak janji kalau kau tidak menurut maka aku akan melakukan sesuatu pada pacarmu yang bernama Alvaro ups bukan pacar tapi mantan pacarmu, habiskan makananmu dan patuh lah padaku maka aku tidak akan melukai mantan pacarmu Alvaro dan juga keluargamu, aku tahu sekarang ibumu sedang menangis meraung-raung meratapi anak yang sudah pergi meninggal dan ayahmu sekarang sedang mencari mu. Tapi aku tidak akan mempermudah pencariannya bahkan kau tahu perusahaan perusahaan orang tuamu hampir hancur dan sekarang perusahaan itu ada di tangan Serena tapi tidak tahu akan menjadi apa perusahaan itu setelah ditangani oleh perempuan murahan itu"
Bella yang mendengar semua informasi keluarganya begitu kaget, dirinya ingin melihat keadaan ibunya dan ayahnya sampai mencari dirinya seperti itu , dimana sekarang ayahnya "kau begitu jahat kau mengambil aku dari orang tuaku. Aku masih butuh mereka dan mereka juga butuh aku"
"Salahkan lah orang yang menjualmu kenapa dia menjualmu kepadaku, kalau saja dia tidak menjualmu aku tidak akan membeli mu dan kau tidak akan ada di sini jadi jangan salahkan aku, aku hanya membeli barang yang di tawarkan memangnya salah"
"Tetap saja kau membeli manusia, kalau kau ingin membeli sesuatu ya beli barang bukan beli manusia, manusia itu tidak bisa diperjual belikan"
"Tapi di dunia hal yang biasa saja dan sah-sah saja jadi tidak ada masalah kau jangan terlalu banyak bicara Bella. Aku tidak suka perempuan yang terlalu banyak bicara habiskan makananmu dan segeralah tidur dan beristirahat"
Adi langsung keluar dan menutup pintunya dengan pelan dan terdengar suara pintu yang dikunci biarlah dirinya sekarang tak mau makan, dia menyimpan bubur itu dan membaringkan tubuhnya lalu menarik selimut mengingat kembali kenangan dengan keluarganya.
Alvaro dan teman-temannya, semuanya kalau saja tadi dia langsung masuk ke ruangan yang Sani masuki mungkin sekarang dirinya sudah lepas dan bisa berkumpul lagi dengan keluarganya kenapa sih dunia tidak berpihak padanya. Kenapa orang malah berpihak pada laki laki itu, laki laki yang mulai sekarang sangat dirinya benci.
__ADS_1