
Cempaka memeluk mamahnya yang sedang duduk "Anak mama ini mau ke mana sih udah rapi kayak gini"
"Aku tuh mau kerjain tugas sama Andaru Mamah, sebenarnya aku tuh malas tapi ya gimana lagi aku harus kerjain tugas ini "
"Ga boleh gitu dong. Kalian kan biar lebih akrab lagi, kalian itu harus bisa seperti dulu, selalu bersama "
"Itu bakalan sulit banget mah, yang ada dia makin benci sama aku"
"Lama-kelamaan juga ga akan kok, mungkin sekarang Andaru lagi menata hatinya dulu"
"Hemm iya mungkin mah, aku juga masih binggung banget"
"Mamah yakin Andaru akan baik sama kamu dan dia akan terima kamu"
"Semoga ya mah"
Cempaka memeluk mamahnya makin erat, sebenarnya dirinya ingin mencari keberadaan mamah Nadia. Dimana sebenarnya dia sekarang. Dirinya hanya ingin tahu bagaimana keadaannya apakah dia baik-baik saja.
...----------------...
Sinta sama sekali tidak tidur, dia berbaring sambil menunggu balasan dari Andaru tapi sampai pagi tidak ada balasan itu sama sekali. Matanya sudah sembab dia menangis semalaman karena tidak mendapat jawaban dari Andaru jahat sekali dia.
Neneknya di luar sudah mengetuk pintu, sengaja dirinya mengunci pintu kamar supaya tidak ada orang yang masuk termasuk neneknya.
"Sinta apakah kau baik-baik saja, kenapa pintunya dikunci seperti ini ada apa, ini di sini di luar nenek menunggumu. Ada apa coba cerita pada nenek, sebisa mungkin nenek akan membantumu sayang "
Tidak ada jawaban sama sekali, kembali pintu diketuk tapi Sinta mendiamkan itu. Dia tidak peduli neneknya mau bagaimanapun hatinya sekarang sedang sakit, karena Andaru sama sekali tidak membalas pesannya.
Tapi tiba-tiba ada notifikasi dari ponselnya, saat dia melihat ini nomor yang tidak dirinya kenal dengan cepat Sinta membuka pesannya.
Aliya : Halo Sinta ini aku Aliya, kau masih ingat kan dengan aku. Kau pasti pernah melihatku.
Aliya: Apa kita bisa bertemu ini tentang Ayu, aku ingin menceritakan sesuatu padamu tentang Ayu.
Aliya: Kalau boleh aku akan datang ke rumahmu dan menjemputmu. Aku janji tidak akan melakukan apa-apa kau bisa percaya padaku.
"Tentang Ayu, ada apa dengan Ayu. Apakah Ayu punya sesuatu rahasia yang tidak aku tahu. Baiklah aku temui dia sekarang saja. Aku penasaran sekali"
__ADS_1
Sinta: Baiklah kita bertemu hari ini, aku tunggu dirimu Aliya.
Setelah itu Sinta segera bangkit dan mendekatkan kursi rodanya untuk cepat-cepat mandi, bersiap dan yang lainnya. Dirinya harus bertemu dengan Aliya mau bagaimana pun caranya dia harus bertemu dengan perempuan itu . Apa sebenarnya yang ingin diceritakan oleh perempuan itu.
...----------------...
Sinta sudah sampai di sebuah restoran bersama Aliya dan juga Galang, dia sudah duduk bersama mereka berdua.
"Sinta sebenarnya apa yang Ayu lakukan itu salah, kata-katanya mungkin sedikit menyakitimu tapi kurasa dia ingin membelamu. Dia marah pada kami semua, makannya dia bisa berkata sekasar itu, tapi kurasa dia tidak bermaksud untuk mengatakan itu padamu. Sebenarnya kami waktu itu ingin mengejarmu tapi keburu Ayu sudah menghadangmu juga, jadi aku tidak punya cara lagi untuk berbicara berdua denganmu "
"Iya benar apa yang dikatakan Aliya itu, benar kita tidak boleh menyalahkan Ayu kan"
Sinta yang kebingungan dengan kedua orang ini hanya bisa mengerutkan keningnya saja, maksudnya menemuinya hanya untuk menjelaskan tentang Ayu yang salah bicara Kenapa harus membicarakan ini.
"Maksud kalian ini apa, aku kok jadi bingung ya, sebenarnya pertemuan ini untuk membahas Ayu yang baik hati atau bagaimana"
Aliya langsung memegang tangan Sinta seperti saat dulu Aliya ingin berteman dengan Ayu, dia melakukan hal itu hal yang sama dia lakukan pada Ayu saat dulu.
"Begini Sinta, kami berdua ingin berteman denganmu"
"Ya bahkan berteman lebih dekat lagi "ucap Galang
"Iya kita berteman. Aku juga ingin kau sekolah lagi Sinta, aku yang akan membantumu kau tidak usah khawatir. Kami berdua yang akan membantumu kemanapun kau pergi. Kau tidak usah khawatir kami berdua akan membantumu"
"Iya benar apa kata Aliya, kita akan membantumu. Lebih baik kau masuk lagi sekolah pasti di sana akan sangat menyenangkan saat ada dirimu, kami akan mengurusmu dengan baik"
Lagi-lagi Sinta hanya bisa diam dan mendengarkan ocehan kedua orang ini, yang ada di hadapannya. Sinta sangat bingung sekali ada apa ini mereka ini orang kaya itu kan.
Mana mungkin mereka mau berteman dengan dirinya, dan tiba-tiba mengajaknya untuk pergi ke sekolah. Apa mereka sedang melakukan sandiwara atau seperti apa atau sedang melakukan sebuah rencana.
...----------------...
Ayu yang belum melepaskan pelukan dari mamanya mendengar ponselnya yang berdering dengan cepat dia mengambil ponselnya dan menjauhi mamanya, untuk segera mengangkat teleponnya entah siapa ini nomor yang dirinya tidak kenal.
"Halo berbicara dengan siapa aku"
"Halo Ayu ini aku Alex"
__ADS_1
"Ada apa, tidak biasanya kau meneleponku, kita kan tidak satu kelompok"
"Iya aku tahu, aku hanya ingin meminta maaf padamu Ayu. Sungguh aku minta maaf atas kejadian kemarin saat kau tiba-tiba naik ke rooftop dan aku berbicara kalau Bianca yang menyuruhmu ke sana"
"Jadi sebenarnya siapa yang menyuruhmu. Apa Galang"
"Iya Galang yang menyuruhku, aku tidak bisa menolak. Aku sungguh takut padanya kau tahu sendiri kan bagaimana dia kalau tidak dituruti. Maka aku harus menurutinya kalau tidak maka aku akan dibully habis-habisan oleh dia"
"Aku tahu"
"Aku tidak seberani dirimu Ayu, makanya aku tidak bisa menolak apa permintaan Galang. Aku hanya bisa mengikutinya aku memang laki-laki tapi aku tidak seberani dirimu yang seorang perempuan, sekali lagi maafkan aku karena telah membuatmu pergi ke sana untuk menemui Galang, tapi kau baik-baik saja kan dia tidak melakukan apapun padamu"
"Mungkin kalau aku terluka aku tidak akan bisa mengangkat teleponmu Alex dan mungkin saja di sekolah sudah menyebar berita, aku yang dianiaya oleh Galang tapi tidak ada kan"
"Iya tidak ada, sekali lagi aku minta maaf ya atas kelakuanku ini, aku tidak bisa melakukan apa-apa"
"Iya aku mengerti tenang saja, aku bisa melawannya kau tidak usah merasa bersalah seperti itu"
"Baiklah terima kasih karena kau sudah mau memaafkanku Ayu"
"Iya"
Ayu segera mematikan sambungannya ternyata memang Galang yang sudah menyuruh Alex. Lihat saja laki-laki itu sudah terlalu jauh bermain-main dengannya.
"Ayo kita pergi sekarang, bukannya melamun di sini"
"Aku tidak melamun ya Andaru"
"Terserah kau saja, ayo cepat masuk ke dalam mobil kita harus pergi sekarang dan aku ingin cepat-cepat membereskan tugas-tugas ini"
"Aku tidak mau naik mobil kita naik kereta atau naik bis saja "
"Gila kau"
"Mau atau tidak, kalau kau tidak mau beres tugasnya ya sudah tidak masalah, aku bisa mengerjakan tugasnya sendiri dan bilang pada guruku kalau kau tidak mau bekerja sama denganku. Aku sudah menuruti kemauanmu, kita mengerjakan tugas sekarang. Maka sekarang aku yang memberikan perintah kita naik apa, kau kan yang menentukan tempatnya maka aku yang menentukan transportasinya harus adil "
"Baik cepat jangan lama. Lihat saja kalau tugas ini tidak beres dalam satu hari, kau yang mengerjakan semuanya"
__ADS_1
"Terserah, aku bisa bilang pada guruku kalau aku yang mengerjakan setengah dari tugas itu dan kau hanya mengerjakan sedikit, tidak setengah-setengah pun kau kerjakan"
Andaru yang kesal mendengar ocehan dari Ayu langsung menarik tangannya dengan cepat. Rasanya Ayu makin ke sini makin cerewet saja dia makin berani saja padanya.