Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia

Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia
Bab 254 Masih tak ada yang mengaku


__ADS_3

Teman-teman Aliya sudah ada di tempat teater itu, bahkan banyak anak-anak yang sudah ada di sana juga.


"Mana Aliya. Kenapa dia belum datang kau tidak datang bersamanya Abigail"


"Tidak Cassandra, aku tidak datang bersamanya. Sudahlah biarkan saja. Mungkin dia bersama Andaru atau bersama yang lainnya"


"Mungkin ya. Apakah kau yakin dia akan datang ke sini"


"Dia tidak akan melewatkan ini, aku yakin dia akan datang"


"Hemm baiklah "


Ayu berlari ke arah Bagas yang sudah menunggunya di sebuah lorong "Semuanya sudah siapkan Bagas"


"Sudah siap semuanya Ayu, kau tidak perlu takut aku akan pergi ke ruangan komputer dan semuanya akan beres. Aku akan menunggu instruksimu saat kau sudah siap maka semuanya akan siap dan akan aku putarkan "


"Baiklah kau harus mempersiapkan semuanya, jangan sampai semua ini gagal ya. Aku hanya bisa percaya padamu"


"Iya kau tenang "


Ayu menganggukan kepalanya dan mereka berdua segera berpencar ke arah tempat yang lain melakukan tugas masing-masing. Ayu tidak menyadari kalau dari tadi Lia menguping pembicaraan mereka berdua.


Aliya datang benar bersama Andaru dan juga Galang tak lupa Aksa juga ada.


"Kenapa Ayu tidak ada di sini "tanya Aksa


"Mungkin dia takut, sudahlah kau jangan memperdulikan perempuan itu "jawab Aliya dengan ketus.


Mereka berempat langsung duduk bahkan Aliya tidak berbicara apa-apa pada teman-temannya. Dia hanya acuh pada temannya itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Akhirnya kita datang "Sinta begitu senang saat sudah turun dari taksi dia melihat sekolah ini begitu besar, ini sekolah impiannya.


Danu segera membantu mendorong kursi roda itu. Sedangkan Aina berjalan di samping Danu. Sinta sudah sangat senang melihat sekolah ini. Apalagi akan segera masuk sekolah ini.


"Ayo cepat dorong kursi rodanya. Aku ingin cepat-cepat masuk kita sudah telat melihat film itu, ayo cepat "

__ADS_1


"Itu hanya sebuah film biasa saja, kenapa kau ingin terburu-buru sekali Sinta "ucap Aina.


"Aku sudah tak sabar ingin melihat film itu saja Aina. Danu yang cepat dorong kursi rodanya. Ayo cepat masa kau tak bisa cepat mendorongnya "


Sinta sudah sangat tidak sabar ingin cepat-cepat melihat film itu. Entah apa yang diharapkan oleh Sinta sampai-sampai dia begitu senang sekali.


Sedangkan di ruang teater lampu langsung mati dan layar menampilkan hitungan mundur dari 10 sampai 1. Lalu tiba-tiba di layar itu muncul sebuah gambar yang sangat ditakuti oleh geng Andaru.


"Apa apaan ini " gumam Aksa


Lalu keluarlah sebuah suara "Selamat datang semuanya, di sini aku akan menampilkan beberapa orang yang harus mengaku dan kalian harus jujur dan jangan jadi pengecut"


Lalu sebuah foto keluar, foto pertama yang keluar adalah Andaru lalu Aksa, Aliya, Galang, Cassandra Abigail dan terakhir Keisha.


"Sudah ku tayangkan maka diantara kalian siapakah seorang pengecut itu. Mengaku lah aku tidak akan marah dan aku akan sangat senang sekali jika salah satu dari kalian mengaku"


Galang yang kesal langsung bangkit dan berteriak "Hei siapa kau keluar jangan jadi pengecut, kau yang pengecut apa-apaan ini nyalakan lampu dan kau hadapi aku jangan seperti itu. Dasar pengecut bisanya hanya bersembunyi di belakang panggung keluar kau"


Aliya sudah bangkit dan juga ikut berteriak tapi Andaru segera menariknya "Diamlah kau jangan seperti itu, nanti semua orang akan curiga"


Muncul juga Ayu dari atas panggung, semua orang menatap Ayu dengan kaget. Apalagi saat melihat foto yang keluar dari monitor itu.


"Ayu "teriak Budi yang ada di bangku paling belakang.


Ayu masih diam melihat semua ekspresi teman-temannya, bahkan Aliya sudah berkaca-kaca. Sinta juga sama.


Teman-temannya melongo melihat kearah layar. Ayu dengan perlahan melihat ke belakangnya astaga kenapa foto dirinya dan juga Andaru ada di sana.


Siapa yang telah melakukan ini, kenapa semuanya malah jadi berantakan. Ini tak ada direncananya. Sialan gagal semuanya.


Ayu menatap Sinta yang sepertinya sangat kecewa kepadanya, Andaru juga hanya diam saja dia tidak melakukan apa-apa.


Ayu segera turun dari panggung dan akan menghampiri Sinta, tapi Aliya segera menghalangi jalannya.


"Kau tidak bisa ke mana-mana Ayu, jelaskan apa yang kau lakukan kau harus mempertanggungjawabkan kan semua ini"


"Mempertanggungjawabkan apa, awas jangan halangi langkahku awas Aliya "

__ADS_1


"Jawab aku dulu, apa-apaan kenapa kamu lakukan ini hah permainanmu ini sangat murahan Ayu"


"Tapi bisa membuat kalian semua takut kan"


"Aliya tolong jaga ucapanmu "bisikan Andaru.


Aliya menatap ke semua orang lalu berteriak "Kalian jangan pernah mendekati ular ini, bisa saja nanti pacar kalian yang akan direbut oleh perempuan ini jangan pernah dekati dia"


"Tidak seperti itu, sudahlah Aliya " teriak Andaru


Teman-teman Aliya langsung mengelilingi Ayu, Budi yang takut terjadi sesuatu dengan Ayu segera menerobos.


"Sudah kita bisa bicarakan dengan baik-baik"


"Jangan kau ganggu aku, diam kau " teriak Galang pada Budi.


Bahkan Budi didorong oleh Galang" Apa yang sebenarnya kau lakukan Ayu, permainanmu ini tak lucu "


"Kau bertanya padaku. Apakah kalian lupa kalian tahu jawabannya sendiri "


Ayu menatap satu persatu temannya. Lalu dia berkata "Apakah kalian lupa, salah satu dari kalian sudah melakukan hal yang begitu fatal pada temanku. Apakah kau lihat orang yang ada di kursi roda itu dia adalah temanku yang telah kalian tabrak dan aku tahu salah satu dari kalian adalah pelakunya. Maka mengaku lah jangan diam saja seperti pengecut"


Semua diam, tak ada yang menjawab mereka semua langsung menatap Sinta. Sinta yang malu ditatap seperti itu langsung menurunkan kepalanya.


"Keluarkan aku dari sini " teriak Sinta pada Aina.


Aina yang kaget segera membawa Sinta keluar bersama Danu. Sedangkan Ayu masih dikelilingi oleh teman-temannya itu, tapi Ayu tidak sama sekali takut.


"Akuilah, kalian ini bukannya orang-orang terpandang maka jangan jadi orang pengecut, akuilah kelakuan kalian ini "


Mereka malah saling pandang pada teman mereka sendiri. Ayu juga masih memandang mereka semua.


"Jangan diam saja. Apakah di sini semua pengecut. Apakah di sekolah ini memang anak-anaknya adalah seorang pengecut"


Masih diam, semuanya masih diam Ayu tertawa melihat mereka yang tidak bisa melakukan apa-apa dan tidak ada yang mengaku satupun "Ingat aku akan terus mencari pelaku itu dan aku akan memperlihatkan pada semua orang kalau pelaku itu telah aku temukan. Lihat saja aku tidak akan pernah bermain-main aku akan memperlihatkan semuanya, kalian harus membayar apa yang telah terjadi pada temanku"


Ayu menerobos teman-temannya itu dan keluar dari ruang teater. Diikuti oleh Budi, Ayu harus mengejar Sinta.

__ADS_1


__ADS_2