
Sinta terus saja menatap kakinya "Ternyata kakiku tetap saja tidak bisa digerakkan. Bagaimana agar aku bisa berjalan lagi. Aku ingin normal aku ingin bisa berjalan lagi seperti dahulu. Aku ingin sekolah, aku ingin jalan-jalan, aku ingin menikmati hidupku, aku tidak mau seumur hidupku harus tinggal di kamar seperti ini. Aku ingin hidup bersama Andaru "
Sinta menghela nafas beratnya dan mendengar ponselnya ada notifikasi segera mengambilnya. Saat melihat siapa orang yang telah memberikannya pesan Sinta begitu senang.
Galang: Maafkan aku kemarin aku tidak bisa mengabarimu. Ada masalah besar dan aku harus mengurus semuanya.
Sinta: Masalah apa lagi, apa ini berurusan dengan Aliya lagi. Sepertinya kau memang masih punya hubungan dengan Aliya. Kalau memang iya kenapa kau terus mendekatiku.
Galang: Masalahnya sangat rumit. Ini bukan tentang Aliya. Mana mungkin aku kembali pada perempuan itu. Aku sudah tidak tertarik pada Aliya kau jangan terus marah padaku maafkan aku ya.
Sinta : Kau saja tidak mau memberitahu tentang masalahmu ini kan, lebih baik kita sudahi saja percakapan ini dan aku sudah tahu jawabannya kalau kau memang tidak mencintaiku. Kau hanya ingin mempermainkanku saja kan. Aku tahu itu aku mengerti kalau aku tidak akan pernah cocok denganmu Andaru.
Sinta diam menunggu balasan dari Andaru palsu "Ayo balas lah jangan seperti ini, balaslah kalau kau membutuhkanku dan tidak mau aku meninggalkanmu"
Tring tiba-tiba ada pesan lagi dari Andaru .
Galang: Jangan pergi dari sampingku aku sangat mencintaimu.
Sinta yang membaca itu alangkah senangnya, dia sampai-sampai memanggil neneknya dengan bahagia "Nenek kemarilah. Ayo kemarilah aku punya kabar bahagia dan aku ingin sekali jalan-jalan bersamamu"
"Ada apa Sinta sayang kenapa"
"Hari ini aku begitu sangat bahagia nenek. Aku ingin jalan-jalan bersamamu. Aku ingin berkeliling di taman ini dan kita makan bersama ya. Aku begitu bahagia nenek "
"Benarkah kau ingin keluar rumah, benarkan sayangku"
"Iya nenek. Aku benar ingin keluar rumah dan bersenang-senang. Ayo bantu aku duduk di kursi roda nenek ayo bantu aku"
"Baiklah sayang, nenek akan membantumu"
Nenek Sinta dengan senang segera membantu Sinta. Meskipun sedikit sulit tapi neneknya tidak menyerah. Dia membantu Sinta untuk duduk di kursi rodanya.
__ADS_1
Sinta pun sudah tersenyum dengan semriwingan dan begitu bahagia saat mendengar kalau Andaru mencintainya.
Kalau Sinta tahu yang sebenarnya mungkin Sinta akan kecewa kalau orang yang membalas semua pesan itu bukan Andaru lagi, tapi adalah Galang teman dari Andaru.
...----------------...
Ayu yang berangkat sekolah sendirian melihat ada Bianca. Dengan cepat Ayu menghampiri Bianca "Kau ada di sini ada apa, apakah kau tersesat"
"Tidak aku sama sekali tidak tersesat Ayu. Aku memang kemari untuk menjemputmu. Aku tahu tentang masalahmu kemarin maafkan aku. Aku tidak ada di sampingmu saat masalah itu terjadi. Aku malah tidak masuk sekolah mulai sekarang aku akan jadi malaikat pelindungmu. Aku janji itu kau butuh bodyguard dan aku yang akan menjagamu. Aku akan menjadi malaikatmu"
Ayu tersenyum mendengar kata-kata dari Bianca. Dia adalah perempuan baik yang dirinya temui, bukan seperti Aliya yang pura-pura baik dan akhirnya membully dirinya.
"Apakah kau yakin ingin menjadi malaikatku, malaikat pelindungku"
"Tentu saja, di sekolah itu kau membutuhkan malaikat dan akulah yang paling cocok untuk menjadi malaikat mu Ayu. Ayo kita berangkat sekolah sekarang"
"Ayo kita berangkat malaikat tak bersayap ku"
Bianca tertawa mendengar kata-kata Ayu. Lalu menggandeng tangannya "Sepertinya aku akan membeli rumah di sini. Tidak buruk juga tinggal di pemukiman sederhana seperti ini"
"Nanti akan aku ceritakan tentang orang tuaku, yang terpenting sekarang aku akan membeli rumah di sini"
Ayu menatap Bianca dan "Sepertinya itu tidak usah. Lebih baik kau tinggal bersama aku saja itu akan lebih menyenangkan"
"Akhirnya kau mengerti juga apa maksudku, itu adalah ide bagus aku akan menjadi pelindungmu di sekolah dan di rumah juga. Itu akan sangat menyenangkan"
"Baiklah kalau begitu kau akan tinggal di rumahku kan"
"Tentu saja aku akan tinggal bersamaku"
...----------------...
__ADS_1
Ayu dan Bianca yang datang bersama-sama disambut oleh Andaru, yang memang dari tadi menunggu kedatangan Ayu.
"Hai Bianca apa kabar, aku bisa bicara dulu dengan teman barumu ini. Ada sesuatu yang ingin aku bicarakan padanya"
"Masalah apa, sampai-sampai kau ingin berbicara pada Ayu"
"Ada masalah penting yang harus kami bicarakan. Kami hanya ingin bicara empat mata saja kau tenang Ayu tidak akan apa-apa bersamaku"
Bianca menatap ke arah Ayu "Aku tunggu di kantin ya. Kalau ada apa-apa langsung telepon malaikat pelindungmu ini"
Ayu menganggukan kepalanya dan mengikuti langkah Andaru yang begitu lebar masuk ke dalam sekolah. Ternyata Andaru membawanya ke ruangan lukis ruangan pertama dirinya dan Andaru bertengkar.
Andaru menutup pintunya dengan keras lalu menatap Ayu "Apa maksudmu dengan memberi komentar seperti ini"
"Komentar apa, memangnya aku memberikan komentar apa"
Andaru langsung memberikan ponselnya. Ayu membacanya lalu menggelengkan kepalanya "Aku sama sekali tidak melakukan ini"
"Benarkah, kau ini sebenarnya ingin menghancurkan aku kan Ayu. Aku sudah membantumu, aku sudah membantu melepaskanmu, memberikan ponselmu. Semuanya aku bantu apapun yang terjadi padamu, tapi apakah ini balasannya"
"Terima kasih atas bantuanmu Andaru, aku sangat berterima kasih ku kira kau membantuku dengan sukarela dan karena kau baik saja. Ternyata kau ingin dipuji-puji ya"
"Tidak sama sekali, bagaimana kalau aku membantumu karena aku mencintaimu"
Ayu mengurutkan keningnya dan memundurkan langkahnya. Tak sengaja dirinya akan jatuh dan Andaru langsung menangkap tubuh Ayu "Bagaimana menurutmu apakah kita sangat cocok untuk menjadi sepasang kekasih, kurasa kita akan sangat cocok sekali"
Ayu menatap Andaru dan Ayu tidak menjawab apa-apa, lalu melepaskan tangan Andaru yang terus saja memeluk dirinya.
"Sampai kapanpun sepertinya kita tidak akan pernah cocok menjadi seorang kekasih ataupun apalah itu, itu tidak akan pernah cocok"
"Begitu ya, tidak akan pernah cocok maka kau jangan pernah bermain-main denganku ataupun dengan teman-temanku. Ingat kami ini berbahaya kami ini bukan orang sembarangan. Jadi jangan pernah bermain-main dengan kami Ayu. Aku tidak pernah bermain-main dengan kata-kataku. Kau jujur saja padaku kau kan yang telah memberikan komentar jelek itu pada fotoku dan Aliya "
__ADS_1
"Untuk apa aku menggunakan akun palsu, kalau memang aku mau mengomentari foto kalian yang sangat menjijikan itu sudah memakai akunku sendiri. Kau tahu sendiri kan ponsel aku baru kau antarkan, sedangkan aku saja tidak memainkan ponselku. Aku mengobrol dengan Aina. Jika kau tak percaya kau bisa bertanya pada Aina. Dia tak akan berbohong dia akan berkata jujur "
Ayu langsung pergi meninggalkan Andaru, tapi di depan pintu sudah ada Pak Renaldi dan yang pasti dia akan bertanya-tanya tentang apa yang terjadi pada Ayu dan juga Andaru itu tidak akan jauh.