Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia

Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia
Bab 290 Budi kecelakaan


__ADS_3

"Budi "


"Ada dimana aku, dan kau siapa "


Casandra mengerutkan keningnya, lalu menatap Budi dengan lekat "Kau yakin tidak mengenalku, lalu kemarin-kemarin kau menyatakan cintamu padaku itu apa, kau suka padaku. Aku menerimamu Budi jangan aneh aneh "


"Aku benar-benar tak mengenalmu sungguh aku tak mengenalmu, dimana aku "


"Kamu dirumah sakit, aku tidak percaya kau hilang ingatan "


Budi malah membalikan badannya dan menarik selimutnya. Budi tersenyum melihat Casandra yang sepertinya sangat khawatir dan ketakutan.


"Budi jangan main-main ya, aku tidak suka "


"Kau yakin kita berpacaran "


"Iya untuk apa aku bohong, kau yang dulu pertama suka padaku"


Budi mencoba untuk duduk dan menatap Casandra"Maafkan aku tidak mengenalmu, tapi kalau kau menciumku mungkin aku akan mengenalmu "


Casandra langsung memukul bahu Budi saking kesalnya"Kau ya tak lucu ya "


"Cium aku dulu "


"Tidak aku tidak mau "


Cassandra duduk disamping Budi dan melipat tangannya, tapi Budi langsung memeluknya dari samping dan mencium pipi Casandra.


"Kau sudah membuatku takut Budi, pokoknya aku tidak mau melihat kau mengendarai kendaraan lagi, lebih baik kau naik taksi atau apapun itu akan lebih baik dan itu tidak akan mencelakaimu, ingat kata-kataku ini "


Budi yang diperhatikan seperti itu malah makin senang, ternyata Cassandra sangat perhatian padanya perempuan yang tak pernah dirinya sangka-sangka akan menjadi pacarnya.


Sedangkan Paman Dion yang diberitahu kalau Budi kecelakaan, dia tergopoh-gopoh pergi ke rumah sakit, dia langsung ke tempat resepsionis.


"Suster suster aku ingin bertanya apakah di sini ada saudaraku, namanya Budi dia kecelakaan ada yang menyerepetnya"


"Tunggu sebentar ya Pak, biar kami cek dulu"


"Iya tolong cek ya, cek yang benar suster "


"Saudara bapa yang bernama Budi baik-baik saja, dia sudah siuman kami sudah menanganinya Pak jadi bapak bisa tenang "


"Lalu sekarang di mana Budi, di mana dia sekarang sus"


"Dia ada di ruang UGD Pak"


"Baik terima kasih suster terima kasih"


Paman Dion segera berlari lagi ke ruang UGD dan benar saja Budi ada di sana bersama seorang perempuan. Dengan cepat Paman Dion mencium seluruh wajah Budi.


"Budi aku sangat khawatir, kau tidak apa-apa kan kau baik-baik saja kan Budi "


"Aku baik-baik saja. Paman ini jangan menciumku seperti ini lihat di depanku ada temanku, aku malu paman jangan seperti ini ah "


"Lalu apa masalahnya, aku sangat khawatir dengan keadaanmu Budi. Aku sangat takut kehilanganmu"


Paman Dion lagi-lagi mencium pipi Budi, bahkan seluruh wajahnya dicium oleh paman Dion. Casandra hanya bisa menahan tawanya melihat semua itu.


"Paman apakah kau mau membunuhku, jangan seperti ini paman lepaskan aku dulu "


Dokter tiba-tiba datang dan segera mengecek keadaan Budi "Bagaimana apa ada sesuatu yang terasa"


"Tidak ada dokter kapan aku bisa pulang, aku ingin beristirahat dirumah saja "


"Eh jangan bertanya seperti itu dulu, dokter bagaimana keadaannya. Apa dia sudah baik-baik saja. Apa ada yang terjadi apa kepalanya baik-baik saja"


"Semuanya baik-baik saja Pak tapi untuk Budi tidak bisa pulang hari ini, harus ada yang dicek lagi "

__ADS_1


"Ya tidak apa-apa. Nanti juga kalau sudah sembuh pasti dokter membolehkan Budi untuk pulang. Tidak masalah tidak masalah"


"Ya sudah cepat sembuh ya Budi, harus banyak-banyak istirahat "


"Iya dok pasti "


...----------------...


"Kita langsung pulang kan Bianca"


"Aku tidak bisa langsung pulang, aku harus bekerja dulu mungkin aku akan pulang malam. Kamu pulang saja ya aku harus langsung ke tempat kerja"


"Kenapa kamu ga keluar kerja aja Bianca "


"Ga bisa dong, masa aku harus terus numpang di rumah kamu sih. Aku harus tetap kerja, kamu segeralah pulang yah "


"Aku ikut aja deh sama kamu"


"Pulang, kamu pulang aja ya kamu istirahat sana dari tadi mukanya kusut terus"


"Tapi"


"Pulang aja, aku juga nanti pulang lagi ke rumah kamu. Aku janji kita akan tetap jadi teman sekamar. Ayo cepat sekarang pulang, aku berhenti taksi dulu ya"


Bianca dengan cepat langsung memberhentikan taksi dan mendorong Cempaka untuk naik ke dalam mobil. Setelah itu Bianca melambaikan tangannya setelah Cempaka ada di dalam mobil dan pergi mengantarnya pulang ke rumah.


Tiba tiba saja Andaru menelpon, dengan suasana hati yang masih marah pada Andaru mau tidak mau akhirnya Cempaka mengangkat teleponnya juga.


"Ada apa, aku sedang tidak mau bicara denganmu"


"Iya aku tahu aku mengerti kalau kau tidak mau bicara denganku, tapi dengarkan satu hal ini aku sedang ingin bercerita pada seseorang tapi mungkin kau yang lebih tepat"


"Cerita apa sih seperti anak kecil saja"


"Ceritanya panjang banget, intinya aku lagi pengen cerita"


"Oke aku dengerin"


"Aku mencoba menyelamatkan dirimu dan juga Aksa, tapi semuanya sia-sia saja karena kau tertangkap oleh mereka. Kau dibawa oleh mereka, kakiku ditembak bahkan sampai sekarang bekasnya masih ada, jika kau ingin lihat kau bisa melihatnya nanti"


"Aku begitu merasa bersalah setelah kehilanganmu, bahkan Mama selalu saja menangis. Ayah mencarimu kemana-mana bahkan saat ada mayat yang dikirim kemari menyerupai dirimu Ayah tidak pernah percaya itu"


"Ayah percaya kalau kau masih hidup, keluarga menjadi dingin saat kau tidak ada"


"Aku berharap waktu bisa kembali pada saat kau diculik. Mungkin lebih baik kita tidak pulang ke rumah, lebih baik kita jalan-jalan saja. Tapi semua itu memang tidak akan pernah bisa terulang kan. Aku sangat bersyukur kau sekarang kembali pada keluarga kami dan itu membuat Mamah menjadi sangat senang dan bahagia sekali"


"Tapi satu hal yang perlu kau tahu. Apakah aku bisa melupakan dirimu, apakah aku bisa melupakan kenangan tentang kita berdua. Meskipun singkat tapi rasanya sangat lama kita bersama mungkin hanya sebagai teman untukmu tapi untukku tidak"


"Aku tahu aku terlalu memaksakan tentang rasa cintaku ini padamu Cempaka, aku tahu kau adikku tapi entah mengapa rasanya sulit untuk melupakanmu. Harus dengan cara bagaimana aku bisa melupakanmu, tentang bagaimana cara melupakan rasa cinta ini yang tiba-tiba saja muncul. Mungkin kalau dari awal aku tahu kau adikku aku tidak akan sedalam ini mencintaimu Cempaka"


"Mungkin kau akan risih mendengar semua kata-kataku, tapi ini memang apa adanya. Aku sudah terlalu dalam masuk ke dalam perasaan itu dan sulit untuk melupakan semuanya. Bisakah aku terus mencintaimu walau kita tidak akan pernah bisa bersama. Aku tahu ini sangat konyol seorang kakak yang mencintai adiknya, tapi itu memang kenyataannya. Aku bingung harus bagaimana lagi cara melupakanmu. Apakah aku harus pergi dari kehidupanmu dan dari kehidupan keluargaku, agar aku bisa melupakan segalanya semuanya dan aku bisa menganggapmu sebagai adikku hanya seorang adik tidak lebih"


"Seharusnya dulu kau tidak diculik Cempaka mungkin aku tak akan mencintaimu "


Setelah mengatakan itu semua Andaru langsung mematikan sambungannya. Cempaka masih bingung dengan apa yang Andaru katakan dari cerita awal dirinya diculik, lalu tiba-tiba perasaannya.


Kenapa menjadi rumput seperti ini hidupnya, dirinya juga tidak tahu kenapa Andaru mencintainya sedalam itu. Padahal dia sudah tahu kalau dirinya ini adalah adiknya.


Tak terasa air mata Cempaka mengalir begitu saja. Entah kenapa apakah dirinya juga memendam rasa cinta pada Andaru. Apakah perasaannya sama dengan Andaru tapi tidak mungkin.


Itu tidak mungkin terjadi kan, seorang adik mencintai kakak dan kakaknya pun mencintai adiknya itu sangat mustahil dan sangat aneh saja kan. Mana mungkin akan diterima oleh dunia ini.


...----------------...


Malam harinya Aina dan juga Danu pergi ke rumah sakit. Mereka melihat keadaan Budi mereka juga baru tahu kalau Budi kecelakaan.


Diruangan itu akhirnya banyak orang, Paman Budi juga masih ada di sana tidak mungkin kan dia meninggalkan saudaranya itu.

__ADS_1


"Ibuku menitipkan sup kesukaanmu dan juga beberapa buah-buahan katanya dia tidak bisa ikut ke sini karena banyak pekerjaan, semoga kau cepat sembuh ya"


"Iya Aina tidak apa-apa. Terima kasih sudah memberikanku makanan yang begitu banyak dan kau Danu membawakan aku apa "


"Seharusnya kau ditengok saja berterima kasih padaku, aku tidak membawa apa-apa. Aku hanya ingin melihat keadaanmu. Ternyata kau baik-baik saja tidak seperti yang aku pikirkan, kukira kau hilang ingatan, atau patah tulang ternyata biasa saja "


"Ehh ya kau, enak saja kau ingin aku sakit parah ya"


tiba-tiba saja pintu ruangan terbuka, ternyata kepala sekolah datang. Mereka semua langsung terdiam yang paling kesal melihat kepala sekolah adalah paman Dion. Karena dia tahu siapa pelaku dari semua ini pasti ini kelakuan dari kepala sekolah dan tuan-tuannya itu.


"Budi aku sangat kaget mendengar kau kecelakaan. Tapi sekarang kau sudah baik-baik saja kan, sungguh aku kaget sekali mendengarnya "


"Terima kasih Pak, karena anda sudah datang kemari melihat aku, aku baik-baik saja Pak hanya kecelakaan biasa saja "


"Baiklah kalau begitu ini aku bawa buah-buahan untukmu. Semoga kau sembuh dan bisa kembali sekolah seperti semula lagi. Makanya hati-hati ya jangan teledor "


"Iya Pak, sekali lagi terimakasih pak "


"Ya sudah aku akan ke ruangan saudaraku dulu, karena dia juga sama sedang sakit. Permisi semuanya"


"Biar aku yang mengantarkanmu keluar Pak kepala sekolah" ucapan paman Dion


Mereka berdua segera keluar, setelah sedikit jauh Paman Dion langsung menarik kepala sekolah dan memojokkannya ke tembok.


"Aku tahu ini adalah kelakuanmu. Aku sudah tidak mengancammu lagi kan. Bahkan aku tidak meminta uang lagi padamu lalu kenapa kau melakukan ini pada saudaraku. Kenapa kalian sangat takut kalau anak kalian akan ketahuan, kalau memang salah ya mengakulah jangan seperti ini. Aku tidak suka ya dengan permainan kalian yang begitu kampungan "


"Itu hanya untuk peringatanmu saja, agar kau tidak bermain-main lagi dengan kami. Kami bisa melakukan apa saja sesuai keinginan kami. Bahkan kalau kami mau aku bisa membunuh keponakanmu itu kapanpun di manapun ingat itu "


"Sialan kalian, aku salah telah mempercayai semuanya pada kalian, ternyata para orang kaya itu adalah seorang penipu. Aku tidak akan lagi percaya pada kalian, sungguh aku tak akan tergoda lagi "


"Terserah, semua itu ada di tanganmu. Aku tidak peduli kau mau percaya lagi ataupun tidak itu bukan urusanku"


Kepala sekolah segera melepaskan tangan Paman Dion yang menahannya. Lalu pergi begitu saja dengan langkah lebarnya. Sebenarnya dirinya datang kemari hanya untuk melihat bagaimana Dion apakah dia akan marah atau akan mengungkap segalanya didepan keponakannya itu.


...---------------...


"Selamat malam Tante"


"Malam Aliya, kamu malam-malam kemari ada apa sayang "


"Iya Tante, aku mau ketemu sama Andaru boleh kan dari tadi aku nelpon Andaru ga diangkat-angkat boleh ya Tante"


"Iya boleh dia lagi dikamarnya mungkin dia lagi tidur"


"Iya tante makasih ya Tante"


"Iya sama-sama"


Aliya dengan cepat segera pergi kekamar Andaru, dan benar saja Andaru sedang tertidur sangat lelap sekali. Aliya menatap Andaru.


Dia tiba-tiba ingat tentang dirinya dulu yang selalu menghabiskan waktu bersama Andaru disini. Sangat indah sekali dan ada sebuah janji yang diucapkan oleh mereka berdua.


Aliya yang baru datang langsung memeluk Andaru dari belakang, Andaru yang senang Aliya datang segera membalikan badannya dan melihat pacarnya itu.


Dia sudah tahu siapa yang memeluknya, hanya Aliya yang berani "Kau sudah datang sayang "


"Iya aku datang kemari apakah kau senang "


"Tentu aku senang sekali kau datang kemari "


"Emm, kau janjikan tak akan pernah meninggalkan aku apapun yang terjadi. Kita akan terus bersama dan tak akan terpisahkan "


"Iya kita akan terus bersama. Aku janji kita tak akan terpisahkan. Aku begitu menyayangimu Aliya, sampai kapan pun aku tak akan pernah meninggalkan mu "


"Janji ya sayang, aku sangat takut kehilanganmu "


"Iya aku janji, aku tak akan pernah menghianati janjiku ini. Kau bisa pegang kata-kataku sayang "

__ADS_1


"Iya aku percaya padamu Andaru. Aku percaya semua kata-katamu "


Aliya makin mempererat pelukannya pada Andaru, bahkan dirinya enggan untuk melepaskan pelukan ini. Pelukan hangat yang selalu ingin dirinya rasakan. Jangan sampai semuanya hilang.


__ADS_2