Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia

Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia
Bab 55 Kenapa sakit rasannya


__ADS_3

Bella yang sudah memberi pelajaran pada Ziva hanya bisa mengatur nafasnya, sebenarnya ingin lebih melakukan sesuatu pada Ziva tapi dirinya baru teringat kalau dirinya sedang mengandung. Maka harus hati-hati maminya pernah bilang kalau sedang mengandung itu harus selalu berhati-hati jangan semena-mena dan seenaknya banyak pantangan kalau sedang mengandung seperti ini.


"Apa yang kau lakukan pada Ziva"


Bella segera membalikan badannya saat mendengar suara yang begitu dirinya kenal.


"Kenapa apakah istri tersayang mu itu berbicara padamu kalau aku sudah mengancamnya, kalau aku sudah menekan dadanya dan aku akan menusukkan pisau padanya apa saja yang dia ceritakan hah "


Adi langsung mendekati Bella dan memegang bahunya " kenapa kau melakukan itu kenapa Bella "


"Kenapa memangnya, aku bisa melakukannya sendiri dan aku bisa memberi pelajaran pada istrimu itu sendirian tanpa harus dibantu olehmu, dia sudah akan melenyapkan nyawaku dan juga anakku maka aku tidak akan pernah tinggal diam. Dia yang sudah merencanakan ini semua apakah kau tidak tahu dia yang sudah merencanakannya dia ingin membunuh ku, istrimu itu membenci diriku, dia ingin aku mati maka aku harus membalasnya kenapa apakah yang tadi kurang, apakah istrimu mau yang lebih dari itu "


"Tapi kau tidak usah bertindak seperti itu juga, kau tidak usah bertindak gegabah seperti itu bagaimana kalau pisau itu benar-benar menusuk Ziva"


"Ya bagus kalau pisau itu menusuk Ziva. Aku senang dia terluka maka semua rasa kesal ku dan marah ku akan terlampiaskan kan, sebenarnya aku ingin lebih memberikannya hukuman tapi sudahlah aku sedang mengandung dan aku harus selalu menjaga sikapku disini karena aku disini orang asing, aku disini hanyalah pengantin yaitu hanya untuk memberikan kalian anak saja, hidupku disini tak berharga dan tak ada orang yang menginginkan ku disini "


Adi mengusap rambut Bella namun Bella langsung menepisnya "jangan kau pegang-pegang aku, lebih baik kau temui saja istrimu itu bujuk dia dan hapus air mata buayanya itu. Aku tidak perlu kau ada di sampingku aku tidak perlu mas, kau pergi saja pada istrimu itu" marah Bella sambil berteriak didepan wajah Adi


"Aku akan selalu di sampingmu. Aku akan di sini, kau begitu berarti dalam hidupku Bella, kau segalanya untuk ku "


"Aku tidak perlu dirimu aku tidak perlu siapapun kau pergi aku bisa mengurus diriku sendiri dan sekarang mulai sekarang aku tidak akan pernah mempercayai siapapun termasuk dirimu, pergi dari sini pergi aku tidak mau diganggu olehmu. Aku tidak mau ada dirimu di sini aku ingin sendiri" teriak Bella kembali.


Bella yang melihat Adi tak pergi pergi mengambil pas bunga dan melemparkannya kearah Adi, namun Adi menghindar, lalu Bella kembali melemparkan barang barang yang ada dihadapannya " pergi ku bilang, pergi dari hadapanku, aku tak butuh siapa siapa " teriak Bella kembali sambil menjambak rambutnya.


"Baik baik aku pergi tapi kau jangan sakiti dirimu, aku akan pergi Bella kau jangan seperti ini"


"Pergiii"

__ADS_1


Adi dengan terpaksa segera pergi dari kamar Bella dan menutup pintunya dengan perlahan sebenarnya dirinya tak mau meninggalkan Bella, tapi demi kebaikan Bella dirinya akan meninggalkan Bella.


Bella yang sudah sendirian langsung merosot dan terduduk, dia menangis dengan meraung raung entah ada apa dengan dirinya, tiba tiba saat melihat wajah Adi dirinya ingin marah-marah dan air matanya juga tiba-tiba mengalir begitu saja.


Rasanya ada sesuatu yang ingin sekali dirinya keluarkan hatinya sakit tapi dirinya tidak tahu kenapa bisa sesakit ini, sekarang dirinya hanya bisa menangis dan melampiaskan semua kesakitan ya pada dirinya sendiri.


Sekarang yang dirinya butuhkan adalah sosok ayahnya, ayahnya selalu ada untuknya, yang selalu menenangkannya, yang selalu baik dan perhatian padannya namun sekarang ayahnya tak ada disampingnya.


**


"Sera kau jaga Bella dia sedang dikamar dan sedang mengamuk "


Sera yang sedang membereskan meja makan langsung berhenti dan menatap tuan Adi " baik tuan "


Sera dengan khawatir segera naik kelantai atas dan membuka pintu, kamar begitu berantakan , dan Bella sedang menangis, Sera dengan sangat perlahan mendekati Bella dan meluknya dari samping.


Bella hanya menatap sekilas dan menyenderkan tubuhnya pada Sera, lalu memeluk tangan Sera dan kembali menangis " kenapa Sera, kenapa harus aku, kenapa aku, hatiku hatiku sakit Sera, rasanya aku hancur Sera entah kenapa aku tiba tiba merasakan hal seperti itu, aku ingin bertemu dengan ayahku Sera aku butuh dia sekarang "


Sera hanya diam saja, dia mengusap rambut Bella dengan sayang, " sudah nona sudah jangan menangis ya, mungkin ini bawaan dari Dede bayi, nona jangan terus menangis nona harus kuat dan menjaga Dede bayinya, nona harus bisa melalui ini semua ya "


Bella malah makin menangis, "kenapa hidupku seperti ini Sera, kenapa jalan hidupku tak adil, dia dia hanya memikirkan perasaan istrinya sedangkan aku, sama sekali tak dia fikiran kenapa begitu Sera"


Sera makin mempererat pelukannya dan itu membuat Bella sedikit tenang.


**


Ziva yang senang akan diadakan pesta dia sibuk dengan melihat lihat pakainya dan juga tas, rasanya begitu senang sekali.

__ADS_1


"Aku harus beli pakaian yang mana ya dan Adi juga harus sama pakaian denganku, kami berdua harus berpakaian yang sama warna yang sama. Sepertinya Adi tidak tahu kalau dalang dari semua ini adalah aku, hidupku akan aman biarlah Zea tidak ada yang penting aku aman dan Adi tidak tahu tentang semua masalah ini, sepertinya ini bagus ini juga bagus banyak sekali yang bagus. Aku sampai pusing akan memilih pakaian yang mana semuanya bagus dan aku mau semuanya "


Ziva yang sedang anteng memilih milih pakaian mendapatkan telfon dari selingkuhannya dengan cepat Ziva menolaknya namun kembali Piyan menelfonya dan Ziva langsung mengangkatnya meskipun kesal.


"Ada apa kau meneleponku terus,aku sedang sibuk "


"Kau di mana sayang kenapa kau sangat sulit untuk dihubungi. Aku ingin bertemu denganmu. Sudah beberapa hari kita tidak bertemu aku begitu merindukanmu sayang kapan kita akan bertemu"


"Aku tidak bisa bertemu untuk minggu-minggu ini karena Ayah mertuaku akan mengadakan pesta dan aku harus membeli pakaian dan memilih-milihnya, jadi aku sangat sibuk untuk minggu-minggu ini Piyan, aku tak bisa menemuimu "


"Biar aku bantu kau mencarikan pakaian itu, biar aku antar kau berbelanja. Bagaimana apakah kau mau aku sudah tidak sabar ingin bertemu denganmu Ziva atau aku datang saja ke rumahmu, ya itu akan lebih baik bagaimana kau senang kan "


"Kalau Adi tahu bagaimana tidak tidak kau jangan sampai gegabah pergi ke rumah ini, pokoknya aku tidak bisa menemuimu untuk hari ini dan minggu-minggu berikutnya, aku banyak pekerjaan tolonglah mengerti jangan membuatku pusing seperti ini "


"Tapi aku sangat ingin bertemu denganmu aku tidak peduli dengan suamimu, yang terpenting aku sudah bertemu denganmu Ziva, aku akan ke sana sekarang jika kau tidak datang ke sini. Aku akan menunggumu di hotel biasa kita harus bertemu sekarang juga Ziva, kita ini adalah pasangan dan kita tidak boleh seperti ini aku sudah meluangkan waktu untukmu. Bahkan aku membatalkan semua waktuku bersama istriku hanya untuk bisa bertemu denganmu sayang, ayolah jangan kecewakan aku "


"Kau gila ya, bukan kita sudah membicarakan sebuah kesepakatan tapi kenapa kau tiba-tiba mengancam ku seperti ini, aku tidak suka diancam-ancam ya"


"Maka dari itu cepat kemari. Aku sedang merindukanmu dan aku butuh dirimu sayang, aku akan membelanjakan apa yang kau inginkan aku akan membelikan apapun yang kau inginkan asalkan kau kemari dan temui aku sekarang juga ya"


"Hemm baiklah tapi kau jangan kemari awas saja kalau kau nekat kemari, aku akan marah padamu "


"Yah aku tidak akan pergi ke rumahmu, asalkan kau datang ke sini dan menemui ku"


"Ya aku akan menemuimu tenang saja"


Ziva langsung memutuskan sambungannya sepihak, menyebalkan sekali laki laki itu awas saja ya dia.

__ADS_1


__ADS_2