
Adi yang tadinya akan marah tak jadi, dengan cekatan Adi membantu Bella membersihkan mulutnya " kau baik baik saja kan "
"Sudah aku bilang jangan dekat dekat kau bau "
Dengan refleks Adi mengendus tubuhnya perasaan gak bau dan wangi minyak wangi, kenapa Bella tiba tiba bilang bau, "aku tidak bau "
"Kau bau " kembali Bella menutup hidungnya.
Sera yang mengerti kembali memapah Bella takut takut nanti malah kembali muntah. Bella yang sudah dibaringkan segera melihat ke dokter Darma "jadi saya kenapa dok "
Dokter Darma malah malah mengasongkan tangannya, dengan ragu Bella akan menyalaminya namun Adi langsung memukul tangan Darma "kenapa kau malah mengasongkan tangan pada Bella, kau tak boleh memegangnya "
"Maaf tuan saya hanya ingin memberikan selamat, nona Bella hamil "
"Apa kau benar kan Darma " ucap Adi dengan tak percaya
"Benar tuan nona Bella sedang mengandung baru 2 Minggu, lebih baik diperiksa kembali kerumah sakit tuan agar diperiksa menyeluruh, dan suami nona Bella juga mengantarnya "
Adi langsung mendekati Bella dan mencium keningnya cukup lama, namun Bella mendorong dada Adi "sudah ku bilang kau bau ganti pakaian mu itu "
"Baiklah sebentar "
Adi dengan semangat pergi kearah kamarnya, sedangkan Bella hanya bisa menyenderkan badannya dan menatap seluruh orang yang ada dikamar ini.
Zack langsung membawa dokter Darma keluar, Sera dia menemani Bella dan memeluk Bella "selamat nona kau akan mempunyai anak, ups maaf aku memeluk mu nona"
"Tidak apa Sera aku senang kau memelukku, ya terimakasih tapi aku hanya mengandung saja dan setelah itu aku akan memberikan anak ini kepada pasangan itu, aku ingin segera keluar dari sini Sera, aku ingin pulang dan bertemu dengan papihku"
"Apakah nona yakin akan memberikan anak yang nona kandung "
"Ya asal aku bisa keluar dari rumah ini Sera aku ingin keluar dari sini, aku ingin bebas dan aku ingin indentitas ku juga Sera, aku belum mati aku masih hidup "
Air mata Bella mengalir dengan sendirinya dan Sera kembali memeluk Bella, sungguh dirinya menjadi ikut sedih dan merasakan apa yang Bella rasakan, merindukan orangnya tuanya.
**
"Kenapa kau sudah pulang Adi "
Adi hanya melihat sekilas kearah istrinya dan kembali menganti pakainya "Adi aku bertanya padamu "
__ADS_1
"Kenapa kau tak suka aku pulang jam segini, kau jangan kemana mana aku akan berbicara padamu, kau sungguh keterlaluan "
Adi membawa beberapa pakainya dan keluar dari kamarnya "ada apa dengan Adi apa yang ingin dia bicarakan, selalu saja seperti ini, semenjak kedatangan Bella Adi makin kemari makin misterius dan menjadi laki laki yang sedikit romantis, kenapa dulu padaku tidak apakah Adi ingin mendapatkan hati Bella " gumam Ziva
Ziva segera keluar dari dalam kamar dan melihat suaminya masuk kedalam kamarnya Bella, "aku harus menarik perhatian Adi lagi, aku tak bisa diduakan begini"
Ziva langsung turun kebawah, dirinya tak mau melihat Adi yang perhatian pada Bella, Bella adalah perempuan yang mengubah suaminya menjadi jauh dengan dirinya.
Saat Adi masuk dia malah melihat Bella yang sedang mengusap air matanya " Sera kau boleh keluar "
Sera menganggukan kepalanya "baik tuan "
Sera melihat sekilas Bella dan keluar dari dalam kamar lalu menutup pintu dengan perlahan, Adi mengunci pintunya dan menyimpan pakaiannya.
"Bagaimana apakah aku masih bau " tanya Adi sambil naik keatas tempat tidur dan memeluk Bella dari samping.
"Tidak kau tidak bau, "
Bella langsung memeluk Adi dengan erat, tiba tiba saja ingin memeluk Adi entah kenapa dirinya juga aneh, awalnya dirinya tak mau disentuh atau pun dipeluk oleh Adi namun sekarang rasanya tak mau jauh dari Adi.
"Baguslah, aku jadi leluasa untuk memeluk mu sayang"
Bella makin menelusupkan kepalanya kearah dada Adi dan menghirup sepuas puasnya wangi tubuh Adi tanpa minyak wangi, begitu berbeda dan nyaman.
"Emm untuk sekolah ku bagaimana "
"Tentu kau akan mulai sekolah saat kandungan mu sudah sehat "
Bella mendongakan kepalanya "memangnya ada apa dengan kandunganku "
"Kandungan mu masih baru maka harus di jaga "
"Hemm begitu ya "
Kembali bela menelusupkan kepalanya kearah ketiak Adi dan Adi sendiri yang kesenangan menciumi kepala Bella dengan sayang, Bella perempuan pembangkang sekarang malah manja baguslah nak buatlah ibu mu mencintai ayah mu ini.
**
"Jadi nona Bella ada istrinya tuan Adi "
__ADS_1
"Ya Darma ingat jangan kau bicara pada siapa siapa ya, kau harus tutup mulut "
"Hemm baiklah Zack aku kira tuan tak akan mengikuti apa kata kata dari nyonya, aku kira tuan akan setiap pada nyonya Ziva saja "
Zack menganggukan kepalanya "ya mau bagaimana lagi istri yang meminta kalau kau ada diposisi tuan pun pasti akan diambilkan kesempatan itu "
Darma menggelengkan kepalanya "tentu tidak aku akan setia "
"Sekarang kau berbicara setia tapi entah kalau nanti itu terjadi padamu "
"Hemm iya iya aku tahu sudahlah aku harus pulang dulu, ingat bawa nona Bella kerumah sakit agar diperiksa lebih lanjut lagi "
"Tentu aku akan berbicara pada tuan, biarkan dahulu mereka sedang bersenang menyambut janin itu, sudah lama juga kan tuan ingin punya anak "
"Hemm ya aku pulang "
Zack hanya mengangguk saja dan kembali masuk kedalam ruangannya. Sedangkan Ziva yang memang dari tadi mengintip mengerutkan keningnya.
"Janin apakah secepat itu perempuan itu hamil, tapi tak apa, dia akan cepat pergi dan rumah tanggaku akan baik baik saja dan bahagia bersama anak itu, tapi tunggu apakah aku akan siap bila anak itu sangat mirip dengan ibunya, sepertinya aku tak akan siap tapi semoga saja anak itu mirip dengan Adi tidak dengan perempuan itu, sungguh aku tak sudi mengurusnya "
Ziva masih saja diam ditempat yang sama memikirkan semua yang akan terjadi nanti dikemudian hari, demi ayah mertuanya dirinya harus melakukan ini. Ziva yang mendapatkan telfon dari Zain dengan cepat mengangkatnya
"Hallo Zain apa kabar "
"Baik sayang, apakah kita bisa ketemu aku ingin bertemu denganmu, aku sudah merindukan mu sayang "
"Baiklah aku akan siap siap, kau kirimkan saja dimana lokasi mu "
"Baiklah sayang aku tunggu "
Sambungan pun terputus dengan senang Ziva segera melangkahkan kakinya kearah lantai atas namun lagi lagi ponselnya berdering. Dengan malas Ziva mengangkat kembali teleponnya
"Ada apa Piyan "
"Kau kemana saja Ziva kenapa sangat sulit di hubungi "
"Emm aku uhuk uhuk , maaf aku sedang sakit "
"Ya Tuhan kenapa kau tak berbicara padaku "
__ADS_1
"Ahh tenang saja aku baik baik saja, ada suamiku yang mengurus dia sudah kembali, sudah dulu ya suami ku datang "
Dengan sepihak Ziva mematikan sambungannya "aku mulai bosan padamu Piyan "