Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia

Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia
Bab 268 kenapa diberi tahu


__ADS_3

Cempaka yang baru saja keluar dari kamarnya yang sudah siap dengan seragamnya, bergabung di meja makan. Di sana sudah ada Andaru, Aksa dan juga ayahnya. Memang sih sedikit canggung tapi bagaimana lagi dirinya harus menyesuaikan lagi kan di sini.


"Sini sayang duduk cepat, mama udah masak buat kamu ini nih Mama masakin ini buat kamu"


Aku segera duduk dan tersenyum pada mamaku, dia memberikanku nasi dan juga lauk-pauknya sangat banyak sekali. Andaru masih diam dia enggan untuk menatapku.


"Ayo sayang makan "


"Iya mah "


Aku segera memakan sarapanku, dengan perlahan-lahan aku menghabiskan makanan ini. Sebenarnya kenyang tapi aku tak mau membuat mamah sedih jadi aku akan menghabiskannya.


"Ayah akan pergi ke sekolah sekarang dan mengumumkan kalau Cempaka bukan Ayu, Ayah akan memperkenalkan Cempaka pada seluruh siswa disana kalau Cempaka adalah anakku dan juga adik dari Andaru dan juga Aksa"


Cempaka langsung mendongakan kepalanya "Sepertinya tidak usah Tuan, maksudku ayah aku ingin mereka mengenal aku sebagai Ayu saja ada sesuatu yang harus aku selesaikan"


"Sudah aku bilang kan ayah dia itu bukan Cempaka, dia itu Ayu yang hanya berpura-pura menjadi Cempaka. Kalian semuanya tidak percaya dengan ucapanku" bantah Andaru dengan lantang.


Andaru langsung saja pergi meninggalkan meja makan, tanpa pamit pada orang tuanya. "Memangnya apa yang kau belum selesai kan Cempaka"


"Ada sesuatu yang belum aku selesaikan ayah. Aku ingin mereka mengenal aku Ayu dan aku ingin mencari teman yang memang benar-benar ingin berteman denganku. Bukan karena aku adalah anak dari yang punya sekolah"


"Baiklah jika itu keputusanmu, tapi jika ada sesuatu hal yang terjadi padamu maafkan aku, aku tidak akan pernah tinggal diam Cempaka, ayah akan berbicara pada mereka semua kalau kau adalah Cempaka"


"Iya terima kasih ayah, kalau begitu aku berangkat sekolah dulu ya"


"Biar mama yang antar ya atau kamu berangkat sama Aksa aja atau mau bawa mobil sendiri"


"Ga usah mah biar Cempaka naik bis aja"


"Kenapa naik bis"


"Ya biar teman-teman yang lain ga curiga aja, masa sih tiba-tiba aku berangkat sama Aksa kan nanti malah pada curiga semua"


Bella menghembuskan nafasnya sedikit kasar lalu menatap anak perempuannya itu "Kenapa harus pura-pura seperti ini Cempaka, Mama tidak mau kalau mereka jahat padamu nanti di sekolah"


"Mama tidak usah khawatir, aku bisa melawan, kalau mereka jahat padaku aku bisa melawan mereka. Aku tidak akan pernah tinggal dia mah, tenang saja ya"


"Lebih baik ayah yang antarkan ke sekolah, sekalian ayah mau ke sana. Ayo sekarang berangkat semuanya"

__ADS_1


Akhirnya mau tidak mau Cempaka harus berangkat bersama ayahnya, sedangkan Aksa sendiri dia berangkat menggunakan mobilnya sendiri. Setelah pamitan dengan mamanya akhirnya Cempaka pergi ke sekolah bersama ayahnya.


Meskipun tadi saat akan pergi ke sekolah mamanya sangat sulit untuk dibujuk, karena tak ingin dirinya meninggalkannya. Mamahnya sangat ketakutan sekali kalau dirinya tak akan pulang lagi.


"Sepertinya ada yang ingin kau tanyakan pada ayah Cempaka"


"Cempaka hanya ingin tahu di mana mama Nadia"


"Dia bukan mamamu dan namanya juga bukan Nadia dia itu adalah seorang penipu, dia itu adalah orang yang telah menculik mu. Dia adalah Dania orang yang telah menculik mu, menyiksamu dan membuatmu seolah-olah sudah meninggal "


"Tolong jangan siksa dia, jangan apa-apa kan dia. Aku tahu dia salah, aku tahu kesalahan dia sangat banyak pada keluarga Ayah tapi tolong jangan lakukan apa-apa padanya. Aku sangat menyayanginya dia tidak pernah kasar padaku, dia tidak pernah memarahiku tolong kabulkan permintaanku yang satu ini. Aku tidak bisa melihat ataupun mendengar kalau mamah Nadia disakiti"


"Akan Ayah pertimbangkan tapi jangan berharap lebih"


"Cempaka tidak akan mencari lagi Mamah Nadia, ! kalau ayah mau mengikuti kata-kata Cempaka untuk tidak menyakiti mama Nadia"


"Kesalahan dia sudah terlalu besar dan terlalu banyak. Aku tidak akan pernah bisa mudah memaafkannya"


"Maafkan aku jika nanti aku mencarinya"


Cempaka langsung mengalihkan pandangannya keluar mobil. Pikirannya sekarang bercabang memikirkan mamanya. Banyak yang dirinya pikirkan di sini.


"Budi kemarilah ayo bergabung dengan kami"


"Ada apa Galang"


"Ayo bergabung dengan kami, kita main basket ya kita kekurangan regu"


"Tapi_"


"Tenang saja kita tidak akan menyakitimu, ayo ayo kita bagi regu ya tiga orang tiga orang. Oke sudah sudah lengkap sekarang"


Budi mau tidak mau akhirnya ikut permainan bola basket itu dan benar saja sekarang tidak kasar seperti dulu. Mereka bermain selayaknya teman, bahkan Budi pun senang dia banyak memasukkan bola ke ring.


Teman-temannya langsung bertepuk tangan saat tim Budi menang, lalu Galang merangkul Budi dan membawanya ke kantin.


"Hebat hebat, kau hebat sekali. Aku rasa kau harus masuk tim basket main mu sangat bagus"


"Sepertinya aku tidak layak bergabung dengan kalian, nanti aku malah jadi benalu"

__ADS_1


"Benalu bagaimana, kau itu sangat hebat saat bermain basket tadi. Aku yakin kita akan menang kalau kau ada dalam kelompok kita. Bagaimana mau tidak ayolah masuk"


"Akan aku pikir-pikir dulu "


"Kamu mau kopi atau susu, biar aku pesankan tunggu di sini duduk"


"Apa tidak apa-apa"


"Tidak masalah, kau jangan takut. Maafkan aku jika aku dulu pernah membuatmu telanjang di depan banyak orang. Jadi mau kopi atau susu"


"Kopi saja"


"Baiklah tunggu di sini"


Galang berlari ke arah tempat minuman, tak lama kemudian dia sudah membawa kopi itu dan memberikannya pada Budi.


"Ternyata tidak seperti yang aku pikirkan ya, kau itu anak baik tidak seperti Ayu dia itu seorang berandalan ya ditempat kalian "


"Tidak, sebenarnya dia itu perempuan baik dia bukan berandalan. Dia itu sangat baik hati sekali tapi semua itu berubah ketika kecelakaan Sinta "


"Kecelakaan, kecelakaan perempuan lumpuh yang waktu itu datang kemari yang dibawa oleh Aina ?"


"Iya dia Sinta "


"Pantesan, Ayu juga menyalahkan kita semua kan, menyalahkan kalau orang yang telah melakukan tabrak lari itu ada di sekolah ini"


"Ya sebenarnya sih Ayu juga terlibat, maksudku waktu itu kenapa Sinta bisa kecelakaan karena Ayu mengambil ponselnya. Lalu dia membawa lari ponsel itu dan Sinta menyebrang tanpa lihat kanan kiri dan akhirnya terjadilah tabrakan itu. Tapi tolong jangan beritahu pada siapa-siapa ya, hanya kau saja yang tahu, jangan sampai teman-teman yang lain tahu ini rahasia kita"


"Tentu aku tidak akan kasih tahu siapa-siapa, tapi sebentar ada pesan aku boleh membukanya dulu"


"Tentu silakan"


Galang segera membaca pesan dari Aliya, lalu tersenyum senang, dengan cepat Galang menyimpan ponselnya kembali.


"Sepertinya aku harus pergi dulu. Kau habiskan kopinya sudah aku bayar tenang saja. Pikirkan lagi untuk masuk tim basket"


"Tapi kopinya belum habis kau yakin"


"Iya aku yakin aku pergi dulu"

__ADS_1


Galang meninggalkan Budi begitu saja, ada sesuatu yang harus dirinya bicarakan dengan Aliya dan itu sangat penting.


__ADS_2