Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia

Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia
Bab 159


__ADS_3

"Ada apa Sera kau menelponku aku juga sebentar lagi akan pulang"


"Maafkan aku Tuan telah mengganggu waktumu, tapi di sini ada Nona Dania dia datang kemari dan bertengkar dengan nyonya"


"Apa perempuan itu datang kembali apa saja yang sudah dia katakan pada Bella, lalu sekarang dia di mana"


"Nona Dania ada di kamarnya tuan. Dia sedang membersihkan lukanya tadi nyonya memukulnya"


"Baiklah sebentar lagi aku akan sampai tapi Bella tidak apa-apa kan dia tidak pergi kan dan Dania tidak menceritakan apa apakan "


"Saya tidak terlalu mendengarnya Tuan tapi sepertinya tadi Nona Dania mengungkit ungkit tentang kedekatan tuan dan dirinya waktu dulu. Nyonya sekarang ada di dalam kamarnya dia mengurung diri bersama anak-anak. Rizki pun sedang mencoba untuk membujuk Nyonya untuk keluar dari kamarnya"


"Baiklah jangan sampai Bella pergi kemana-mana jika dia membawa tas atau apapun tahan dia"


"Baik tuan "


Adi memutuskan sambungannya dengan sepihak, kenapa dirinya sampai melupakan Dania perempuan pembuat onar itu, dirinya sudah menghabisi semua keluarga Ziva tapi dirinya melupakan Dania perempuan cerewet dan bisa memanipulasi siapapun.


"Lebih cepat lagi Zack Dania ada di rumah"


"Apa dia kembali tuan "


"Yah aku lupa untuk menghabisinya, seharusnya aku mengingat-ingat lagi siapa lagi keluarga Ziva yang cerewet dan menyebalkan aku melupakan perempuan gila itu"


"Aku akan mempercepatnya tuan "


"Ya itu lebih baik"


***


Bella diam menatap anaknya yang menangis tiba tiba saja Andaru bangun dan menangis sesegukan, apa dia merasakan kalau ibunya sedang tidak baik baik saja.


Bella memangku Andaru dan menciumi wajahnya " kenapa aku menangis, Mama tidak apa-apa Andaru kau tidur lagi seperti adik-adikmu ya, jangan menangis seperti ini Mama baik-baik saja mama hanya sedikit marah dan mama sedikit kecewa dengan ayahmu yang tidak menceritakan semua tentang masa lalunya"

__ADS_1


"Lihatlah adik-adikmu mereka tertidur dengan pulas kau jangan menangis seperti ini ya, kau merasakan apa yang Mama rasakan seharusnya Mama tidak terlalu memikirkan ini ya, itu pasti akan mengganggu dirimu mengganggu pikiranmu juga"


Andaru malah makin sesegukan dia menyembunyikan wajahnya di dada mamahnya" sudah sayang mamah tak apa apa, mamah baik baik saja "


Seperti mengerti Andaru mengerakkan kepalanya meski susah lalu tangannya menggapai gapai wajah mamahnya, Bella menangkap tangan sang anak dan menciuminya.


"Bella buka kau tak apa apa kan, ini aku Rizki kau jangan mengurung diri seperti ini, kau jangan membuat aku khawatir "


Bella mendekati pintu lalu duduk bersandar pada pintu "aku baik-baik saja Ki lebih baik kau istirahat ini sudah malam"


"Tapi aku ingin melihat keadaanmu dulu baru aku tenang jangan mengurung diri seperti ini, ayo kita bicarakan baik-baik suamimu juga sebentar lagi akan pulang. Dia sedang di perjalanan ayo bicarakan ini semua jangan mengurung seperti ini"


"Aku sedang ingin sendiri aku hanya ingin bersama anak-anakku dulu Ki, tolong mengerti lah jika mas Adi pulang suruh dia bereskan dulu masalahnya dengan perempuan itu aku tidak akan pernah ikut campur aku tidak mau tahu tentang hubungan mereka berdua, suruh bereskan dan luruskan masalah mereka itu "


"Tapi Bella aku ingin melihat mu "


Bella diam dia memeluk anaknya dengan erat, Andaru kembali menangis.


**


"Tadi Bella bilang dia mau Tuan membereskan dulu masalahnya dengan perempuan itu dia tidak mau tahu dan tidak mau ikut campur "


"Tapi dia baik baik saja akan "


"Aku tidak tahu keadaannya karena Bella tidak mau membuka pintu katanya dia ingin sendiri dulu lebih baik Tuan bereskan dulu masalah dengan perempuan itu dengan masa lalu Tuan, jangan sampai menghancurkan rumah tangga tuan yang baru saja dibina ini kalian berdua sudah mempunyai anak dan sudah mempunyai tanggungan yang lebih berat lagi, maka jangan pernah ada masa lalu yang menghalangi rumah tangga kalian karena kedepannya pun tidak akan pernah baik seharusnya dari awal tuan membereskan dulu masa lalu tuan sebelum menikahi sahabatku Bella"


Adi tak menjawab dia langsung turun kebawah untuk menemui Dania, perempuan menyebalkan itu, saat Adi membuka pintu, Dania langsung berlari dan memeluk Adi.


"Aku begitu bahagia bisa bertemu dengan mu lagi Adi, aku sangat merindukan mu, kenapa kau tak mengabari ku kalau Ziva sudah tiada kenapa tak ada yang memberitahuku "


"Lepaskan jangan seperti ini "


"Tidak kenapa aku harus melepaskanmu dulu juga kita sering seperti ini kan di depan Ziva lalu sekarang kenapa tidak boleh apa karena pelakor itu tidak membolehkanmu untuk mempunyai perempuan lain lagi"

__ADS_1


"Dia bukan pelakor "


"Ist kau ini ya "


Dania melepaskan pelukannya dan mendorong Adi keatas tempat tidur , dia langsung menindih tubuh Adi, " aku begitu menginginkan mu Adi, aku begitu ingin disentuh oleh mu "


Adi membuang muka dan tak mau melihat wajah Dania yang menyebalkan ini.


Bella yang memang sudah keluar dari kamarnya untuk mengambil pakaian pakaian anak anaknya malah melihat adegan ini, adegan suaminya yang ditindih oleh perempuan lain.


Bella bukannya menangis dia malah tersenyum melihat adegan ini, dengan cepat Bella kembali kearah kamarnya diikuti oleh Rizki.


"Bell kau baik baik saja, apakah kau tak mau menjambak perempuan itu "


"Biarkan saja mereka bersenang-senang akan sampai kapan mereka bersenang-senang seperti itu"


"Tapi Bell, apakah kau tak cemburu "


Bella membalikan badannya dan menatap Rizki "untuk apa aku cemburu tidak ada gunanya juga kan, kalau memang suamiku ingin dengan perempuan itu silakan aku bisa pergi bersama anak-anakku tapi jangan harap dia akan bisa menemukanku lagi ataupun bisa bertemu lagi dengan anaknya"


Bella kembali berjalan dan sebelum menutup pintu Rizki sudah masuk ke dalam kamar sahabatnya itu.


"Kau benar benar tak cemburu Bel. Kenapa kau tidak jambak saja perempuan itu dari belakang tadi"


"Untuk apa, kalau benar-benar mas Adi mencintaiku dia akan menolak setiap rayuan dari perempuan itu aku tidak perlu susah payah untuk menghajar perempuan itu, aku hanya ingin tahu apakah suamiku akan tergoda atau tidak kita lihat saja permainan mereka, akan ada drama apalagi dalam hidupku ini"


"Jangan berkata seperti itu aku yakin suamimu sangat mencintaimu "


"Mungkin itu pun, aku tak tahu, aku tak bisa menebak hati seseorang "


"Bell jangan seperti itu, "


"Aku harus bagaimana Ki apakah aku harus mengamuk-ngamuk di hadapan mereka, apakah aku harus seperti anak kecil menangis apakah aku harus marah-marah di hadapan mereka tidak ada gunanya juga kan, itu hanya akan menghabiskan energiku saja aku masih harus mengurus si kembar tidak ada waktu untuk mengurusi mereka berdua, biarkan mereka membereskan semua masalah mereka"

__ADS_1


Rizki diam, dia tak bisa mengatakan apa apa lagi kalau Bella sudah berkata seperti ini.


__ADS_2