Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia

Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia
Bab 170 Tidak boleh dengan orang lain


__ADS_3

Rizki yang sedang berkeliling mencari anak-anak ternyata mereka ada sedang bermain, memutuskan untuk pergi kearah sebelah taman ternyata ada pujaan hatinya yang sedang duduk sendirian disana.


"Kak Fatimah "


Perempuan itu mengalihkan pandangannya pada Rizki " Ki , kamu disini "


"Iya dong aku di sini masa temanku menikah aku nggak ada di sini. Kenapa kak Fatimah diam di sini. Kenapa nggak di dalam ada masalah sampai-sampai ngelamun di sini"


"Enggak kok emang mau di sini aja di dalam terlalu ramai, gimana kamu udah sukses"


"Ya bisa Kak Fatimah lihat seperti inilah aku, udah lama nggak ketemu sama Kak Fatimah gimana kabarnya Kak, kakak juga dihubungi susah banget"


"Aku baik. Masa sih susah dihubungin "


"Iya, kakak susah banget di hubunginya bahkan udah nggak aktif lagi tuh nomor. Kenapa kak aku juga datang ke perusahaan kakak juga nggak ada, apa kakak udah nggak kerja lagi sama Om Sena atau gimana kak "


"Masih kok, aku masih kerja di perusahaan Tuan dan masih di situ di situ aja nggak kemana-mana, mungkin kamunya aja yang kurang luas cari aku atau mungkin kita nggak diperuntukkan untuk bertemu"

__ADS_1


"Hemm gitu ya, kenapa bisa kayak gitu ya kak, padahal aku pengen banget ketemu sama kakak. Soalnya ada satu hal yang pengen banget aku tanyakan pada kakak "


"Apa kamu pengen nanya apa "


"Gimana tentang ajakanku buat kakak nikah sama aku. Aku masih berharap kalau kakak mau nikah sama aku"


"Kamu masih tunggu itu, emang kamu nggak capek tungguin aku udah aku bilang kan lebih baik kamu cari perempuan lain aja, aku nggak akan mungkin bisa sama kamu umur kita terlalu jauh Ki, kamu dan aku tuh bagaikan bumi dan langit kita nggak bisa bersatu mau gimanapun caranya lebih baik kamu lupain aku aja ya"


"Kakak enak ya bicara kayak gitu buat aku lupain kakak, tapi semua itu nggak akan bisa semua itu sulit kak, aku nggak bisa lupain kakak gitu aja emangnya kenapa kakak bilang kalau kita bagaikan langit dan bumi, umur itu bukan bandingan ataupun sesuatu yang harus dipermasalahkan dalam sebuah hubungan Kak, aku nggak akan ungkit-ungkit tentang umur atau apapun dan orang tuaku juga nggak akan masalah dengan semua itu"


"Aku tak akan pernah bisa Ki, kita nggak akan pernah bisa bersatu meskipun orang tua kamu mengiyakan tapi hati nggak bisa dipaksain, aku nggak bisa terima kamu dan aku juga nggak akan bisa nerima laki-laki manapun sampai kapanpun, aku masih trauma dengan apa yang kakak kamu lakukan padaku itu, semua sudah menggores hatiku terlalu dalam, aku nggak bisa buat hidup sama laki-laki maksudnya aku nggak bisa berumah tangga aku trauma aku takut tiba-tiba saat nanti aku menikah laki-laki itu akan meninggalkan aku seperti kakak kamu meninggalkan aku di pelaminan sendirian, tanpa ada bicara apapun padaku kalau dia tidak mau menikah denganku, kenapa tidak berbicara dari awal mungkin semua itu tidak akan terjadi keluargaku tidak akan malu Ki "


"Iya kalian berbeda, tapi orang tuaku tidak akan pernah bisa menerimamu karena kau adalah adik dari mantan calon suamiku, mereka juga trauma Ki, mereka juga sama traumanya dengan diriku jadi tolong jangan paksa aku lebih baik kau cari perempuan yang memang mau kau nikahi dan mencintaimu juga. Jangan mengejar perempuan yang memang tidak mau bersamamu Ki karena itu hanya percuma saja dan akan membuatmu capek, lebih baik kau carilah yang lain, aku tidak cocok bersamamu aku tidak akan bisa membuatmu bahagia sampai kapanpun aku bukanlah pilihan utama untukmu masih banyak di luaran sana perempuan yang pasti akan mau denganmu dan bisa membahagiakanmu seperti apa yang kau mau, jangan berharap lebih padaku kumohon "


Kak Fatimah langsung saja pergi meninggalkan Rizki, Rizky sama sekali tidak mengajar kak Fatimah dia hanya dia menatap kepergian ke Fatimah yang sepertinya sedang banyak masalah, apakah sebuah usia bisa menghancurkan semuanya apakah sebuah usia harus dipermasalahkan jika akan menikah.


"Kenapa jalan hidupku tidak semulus orang lain. Kenapa kak Fatimah harus menolakku, aku sudah menunggunya selama ini tapi penantianku sama sekali tidak ada hasilnya apa yang harus aku lakukan. Apakah aku harus membuka hati untuk perempuan lain tapi nyatanya sulit sekali untuk aku lakukan itu. Aku tidak bisa membuka hati tiba-tiba saja untuk perempuan lain"

__ADS_1


Rizki melihat anak-anak mendekatinya dan memeluknya dengan erat "Paman siapa perempuan itu dia cantik. Tapi, lebih cantik Mama sih" ucap Andaru sambil melepaskan pelukannya dari Rizki.


"Dia calon istri paman. Apakah kalian setuju jika perempuan itu bersama paman"


"Kenapa Paman tidak pernah bercerita. Kenapa Paman tidak pernah bilang kalau Paman akan menikah dengan perempuan itu. Cempaka tidak setuju perempuan itu tidak cocok bersama paman hanya Cempaka yang cocok bersama paman, jangan pernah Paman menikah dengan perempuan itu dia tidak cocok dengan paman aku tidak suka jika Paman dengan perempuan lain, aku tidak suka jika Paman ada bersama dia" teriak Cempaka


"Hei kau ini kenapa Cempaka, tiba-tiba berteriak seperti itu pada Paman kau itu masih kecil Paman itu sudah besar lihatlah Paman sudah memiliki jenggot apakah cocok Paman bersamamu ? Nanti bagaimana tanggapan Mama kau ini suka mengada-ngada saja deh" celetuk Aksa.


"Aku tidak peduli Paman tidak boleh pergi dari sampingku, Paman harus ada selalu untukku. Aku tidak mau Paman pergi kemana-mana apalagi bersama perempuan. Hanya aku yang boleh ada di samping paman dan hanya aku yang boleh selalu menggandeng tangan Paman tidak boleh orang lain titik "


Cempaka langsung berlari masuk ke dalam gedung sedangkan Rizki sendiri dan juga Andaru Aksa hanya saling mengangkat bahu, melihat kelakuan Cempaka yang mulai berbeda.


"Ayo kita masuk kita susul adikmu itu, takut-takut dia akan membuat masalah kasihan mamah dan ayahmu sedang kencan mereka sedang saling suap"


"Selalu saja begitu. Tidak di rumah, tidak di restoran dan sekarang di pernikahan orang lain mereka begitu" protes Andaru


"Biarkan mereka dulu tidak pacaran dulu, makanya sekarang mereka pacaran setelah menikah ayo masuk cepat kasihan Cempaka sendirian nanti di sana, ayo susul adik kalian ayo ayo "

__ADS_1


Andaru dan juga Aksa menganggukan kepalanya dan langsung berlari masuk kedalam gedung, mengikuti kata kata dari Rizki untuk mengejar sang adik yang sudah berlari jauh meninggalkan mereka berdua dasar ya Cempaka selalu saja begini.


__ADS_2