
Cempaka yang akan pergi ke kantin tiba-tiba saja mendapatkan telepon dari Andaru, dengan cepat Cempaka mengangkat telepon.
"Halo ada apa Andaru "
"Halo Cempaka, bisakah kau datang kemari. Aku sedang ada di taman"
"Kenapa aku harus kesana, kenapa tidak dirimu saja yang kemari dan menemui ku. Kita ini satu sekolah kelasmu juga dekat tidak terlalu jauh kenapa harus bertemu di taman yang jauh "
"Aku tidak masuk sekolah, makanya aku tidak mau masuk ke dalam sekolah. Kau saja yang pergi ke taman belakang sekolah aku menunggumu di sini, aku hanya ingin bicara denganmu sebentar aku janji itu "
"Kenapa kau tidak masuk"
"Hanya sebentar Cempaka" bujuk Andaru.
Cempaka langsung mematikan sambungan teleponnya. Apakah dirinya harus menemui Andaru atau tidak, rasanya enggan untuk menemuinya.
"Bukannya mau ke kantin kenapa malah ngelamun di sini, cepat keberu penuh Cempaka "
__ADS_1
"Andaru nyuruh aku ke taman, dia nggak masuk sekolah ya" tanya Cempaka sambil menatap Aksa kembarannya.
"Ga, dia ga masuk lagi bete mungkin ya udah temuin aja kali Kakak sendiri ini"
"Ya tapi Aksa gimana kalau tiba-tiba dia lakuin aneh-aneh, aku takut "
"Ga akan lah, udah temenin dulu aja dia. Mungkin ada sesuatu yang ingin dia bicarakan yang mungkin ga penting sih, tapi ya temuin dulu aja siapa tahu penting"
"Oke deh
Akhirnya Cempaka akan menemui Andaru juga sesuai apa yang dikatakan oleh Aksa, mungkin ada sesuatu yang ingin dibicarakan Andaru dan mungkin juga cukup penting tapi sepenting apa jadi makin penasaran kan.
Andaru tidak kembali menghubungi Cempaka, dia langsung membaringkan tubuhnya, terserah Cempaka saja mau datang atau tidak yang terpenting dirinya akan menunggu di sini sampai Cempaka datang mau jam berapa pun itu.
Andaru memejamkan matanya merasakan angin yang sejuk menerpa wajahnya. Enak sekali tiduran disini meskipun agak bising tapi dirinya cukup nyaman.
"Kenapa kau tak pergi kesekolah saja, aku lelah datang kemari "
__ADS_1
Andaru membuka kedua matanya saat mendengar suara orang yang sedang dirinya harapkan. Andaru tersenyum kearah Cempaka dan duduk tidak tiduran lagi.
"Aku tidak akan sekolah lagi, aku akan pergi dari sini aku akan bicara pada ayah, makannya sekarang aku ingin bertemu denganmu untuk terakhir kalinya "
Cempaka mendekati Andaru dan duduk, dia menjadi gelisah saat mendengar Andaru akan pergi "Kau yakin akan pergi, memang ayah akan setuju "
"Pasti ayah setuju, aku sudah muak dengan sekolah itu, disana teman-temanya menyebalkan selalu saja membuat aku kesal, bahkan mereka selalu memakai namaku untuk kesenangan "
"Memangnya apa yang mereka lakukan "
"Banyak, intinya banyak sekali aku menjadi tak nyaman dan ingin pergi saja sejauh-jauhnya dan sekarang ada sesuatu yang ingin aku bicarakan padamu, aku ingin langsung bicara didepan mu, hanya kita berdua saja "
"Apa, kamu mau bicara apa "
Andaru langsung memegang tangan Cempaka dan menatap mata Cempaka dengan intens "Aku tahu seharusnya aku tak terus mengatakan ini padamu Cempaka, tapi aku sangat mencintaimu. Aku tidak bisa menghilangkan rasa cintaku ini padamu "
Cempaka mengerutkan keningnya, hal ini yang dibahas. Cempaka melepaskan pegangan Andaru dengan kasar lalu segera bangkit untuk pergi dari sana.
__ADS_1
Dirinya tidak mau terpengaruh dan nanti malah balik menyukai Andaru juga, dirinya sadar mereka tak akan bisa bersama sampai kapan pun.