Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia

Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia
Bab 181 tetap saja


__ADS_3

"Kenapa kita malah pergi ke tempat kumuh seperti ini paman aku tidak mau, aku mau pulang saja, apakah Paman tak salah membawa kami ketempat seperti ini "


"Diam Andar. Kau hanya perlu mengikutiku saja lihatlah mereka mencari makanan seperti itu, apakah kau masih mau membuang makanan seperti kemarin malam Cempaka, Aksa apakah kalian masih mau membuang makanan seperti itu. Lebih baik sekarang kita membagikan sembako buat mereka kalian tidak boleh membuang makanan seperti kemarin lagi. Kalian bisa lihat kan mereka sangat membutuhkan makanan, kita di rumah enak-enak makan tidak menghabiskan makanan tapi mereka mencari makanan di tempat sampah, bekerja dengan susah payah hanya untuk sesuap nasi saja. Apakah kalian masih mau membuang makanan"


Aksa mengangguk-anggukan kepalanya dan langsung mengelengkan kepalanya, Cempaka juga langsung menggelengkan kepalanya. Sedangkan Andaru hanya diam dan menutup mulut serta hidungnya.


"Sampai kapan kita di sini. Aku sudah muak aku tidak mau di sini"


"Kita akan di sini sampai kau merasa bersalah atas apa yang pernah kau lakukan kemarin, aku ingin lihat sampai kapan kau akan diam di sini dan bisa merasakan apa yang mereka rasakan. Ayo sekarang kau bagikan sembako ini pada mereka aku akan melihatmu di sini, aku ingin melihat interaksimu dengan mereka "


"Tidak mau , Paman saja yang memberikan nya, aku tidak mau beri saja oleh Paman aku tidak mau bersalaman dengan tangan mereka yang kotor dan bau "


"Ya sudah kita tidak akan pulang sampai kau mau memberikan sembako ini pada mereka Paman akan menunggu di sini. Paman tidak akan menyerah silakan kalau kamu terus mau disini Paman akan tunggu sampai kau mau mendekati mereka dan memberikan sembako ini satu persatu pada mereka lalu bersalaman dengan mereka"


"Kenapa sih Paman keras kepala sekali. Aku ini tidak mau dipaksa, Paman saja yang memberikan aku tidak mau memberikannya atau Cempaka atau Aksa saja. Aku di sini melihat kalian saja"


"Cepat Andaru, apakah kau ingin aku menelpon mamamu lagi agar dia tahu bagaimana kau di sini,"


"Selalu saja membawa-bawa Mama, kenapa harus mama mama dan mama "


"Karena kau akan patuh pada mamamu saja, ayo cepat sana berikan sembako ini "


Mau tidak mau Andaru memberikan satu persatu sembako dan memberikannya pada orang yang sudah berdiri dari tadi di depan mereka, sudah banyak orang yang menjajar menunggu sembako itu.

__ADS_1


Dengan perlahan Andaru memberikan pada mereka, dibantu Aksa dan juga Cempaka, Aksa dan juga Cempaka begitu bahagia mereka begitu bersemangat sedangkan Andaru lesu dia bahkan memakai masker memang anak ini berbeda dari kedua adiknya.


Setelah selesai Aksa, Cempaka, Andaru dan juga Rizky masuk ke dalam mobil "Bagaimana kalian sudah lihat kan kehidupan mereka, mereka sangat membutuhkan makanan maka dari itu kalian jangan pernah membuang makanan lagi ya, ingat ada yang lebih membutuhkan"


"Iya, sekarang aku sudah belajar seharusnya Aksa kemarin tidak melakukan itu, seharusnya aku bisa berpikir kalau orang di luar sana masih membutuhkan makanan. Mulai sekarang Aksa berjanji akan selalu menghabiskan makanan yang Aksa makan dan tidak akan menyia-nyiakan makanan itu ataupun membuang-buangnya lagi "


"Cempaka juga sama tidak akan membuang makanan, Cempaka akan memakan makanan itu meskipun pelayan memasaknya tidak enak, tapi, Cempaka akan memakannya untuk menghargai mereka, mereka sudah lelah membuat makanan itu"


Lalu Rizky menatap ke arah Andaru yang diam saja dia tidak berbicara apa-apa, dia hanya melipat tangannya dan menatap lurus ke arah depan, ditatap Rizki terus menerus pun tak membuat Andaru takut.


"Lalu kau Andaru bagaimana, apakah masih tetap ingin menghambur-hamburkan makanan seperti tadi malam"


"Bisa kau lihat dari ekspresiku, apakah aku akan melakukan apa yang kau suruh, apakah aku akan kasihan pada mereka. Tidak aku tidak akan pernah kasihan pada mereka, itu salah mereka karena mereka tidak pandai untuk mencari pekerjaan dan tidak pandai untuk mencari uang, makanya mereka harus kesusahan seperti itu, kalau saja mereka pintar seperti ayah pasti mereka tak akan begitu "


"Terserah kau saja paman, aku sekarang mau makan es krim "


"Tidak ada es krim untukmu, kau saja tidak patuh padaku dan kau sama sekali tidak simpati pada mereka kau ini psikopat atau bagaimana Andaru aku sungguh aneh padamu "


"Tidak tahu, aku juga tidak tahu mungkin iya dan mungkin juga tidak, haruskah Paman bertanya seperti itu padaku, apakah itu sangat penting untuk paman"


"Iya harus, karena kau tidak punya simpati sama sekali pada orang lain, sepertinya aku harus membawamu ke psikolog anak "


"Aku rasa tidak perlu aku baik-baik saja dan aku sehat, jadi Paman jangan asal bicara ya "

__ADS_1


Rizki menghembuskan nafasnya, rasa-rasanya tidak akan ada ujungnya kalau terus bertengkar bersama Andaru yang ada dirinya akan naik pitam dan makin marah lagi pada Andaru.


Sudahlah, biarkan saja mau bagaimana lagi yang terpenting dua anak ini sudah mengerti dan tidak akan membuang makanan lagi dengan sembarangan seperti semalam.


Kalau untuk Andaru sepertinya harus Bella yang menghandle-nya dia akan lebih patuh pada ibunya, dibandingkan dengan orang lain, aku jadi penasaran bagaimana dia disekolah, apakah patuh atau malah membangkang seperti ini.


"Paman, Cempaka ingin makan apakah kita boleh makan dulu ini sudah siang Cempaka sudah lapar dan ini sudah waktunya kita makan siang Paman, perut Cempaka sudah demo paman "


"Tentu, kita makan sekarang ya kau mau di restoran mana dan makan apa sayang Cempaka "


"Giliran Cempaka yang mau kau turuti. Tapi, giliran aku yang mau kau sama sekali tidak menurutinya"


"Karena kau juga tidak menuruti apa kemauanku, maka aku tak akan mengikuti apa kemauan mu itu "


"Apa maumu. Aku sudah membagikan semua yang kamu mau itu, aku sudah ikut bersamamu. Seharusnya kamu ikutin apa kemauanku, Paman kau jangan seperti ini pilih kasih, mentang-mentang mereka patuh padamu Paman "


"Maka dari itu hargailah orang lain dan kau juga harus punya sedikit simpati pada orang-orang, jangan seperti itu Andaru mamamu tidak akan suka, jika kau seperti ini. Kita akan beli es krim seperti apa yang kau mau, tapi ubahlah sikapmu itu jangan seperti ini terus, jangan membuat dirimu tidak disukai oleh banyak orang "


"Aku tidak peduli. Meskipun aku tidak disukai banyak orang yang penting mamaku masih menyayangiku itu sudah cukup. Aku tidak akan memperdulikan siapapun orang di luar sana yang membenciku, hanya mamahku saja yang begitu berarti dalam hidupku "


"Terarah kau saja, aku sudah memberitahumu dan menasihatimu bisa-bisa aku gila kalau terus menasehati dirimu lebih baik kita makan saja seperti yang Cempaka inginkan"


Aku segera membelokkan mobilnya ke arah rumah makan, sederhana kita lihat Andaru apakah akan membuat masalah lagi atau dia akan diam dan memakan makanannya tanpa banyak bicara dan protes sedikitpun.

__ADS_1


Ayo kita mulai lagi rasannya dirinya ingin terus bermain-main bersama anak kecil ini.


__ADS_2