Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia

Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia
Bab 150 aku ingin kita yang mengurus


__ADS_3

"Ki "


"Bella kau sudah kembali "


Bella menganggukkan kepalanya dan segera menghampiri anak anaknya bersama suaminya, tak lupa dirinya juga tadi sudah membersihan diri dulu, dirinya tahu kalau berdekatan dengan bayi harus bersih.


"Hallo anak anak mamah, maaf ya mamah selalu meninggalkan kalian "


Bella mengusap baby cempaka yang tiba tiba saja menggeliat tapi dia tak bangun, malah memeluk jari Bella.


Sedangkan Adi malah menoel noel kedua pipi anak laki lakinya dan membuat Andaru dan Aksa menangis.


"Mas kamu ya " marah Bella


Tapi Adi malah nyengir saja dan malah melanjutkan kegiatannya dengan menoel noel pipi anaknya lagi.


"Mas ya kamu ayo cepat kamu pangku mereka "


"Hehehe iya sayang aku diemin mereka "


Adi memangku Andaru dan Aksa yang melihat itu makin histeris menangisnya.


"Aduh aduh satu satu ya tangan ayah cuman satu "


Adi menyimpan Andaru lalu mengais Aksa, sekarang Andaru yang menangis histeris tadi juga belum reda tangisnya sekarang Andaru malah makin histeris. Adi menatap sang istri yang malah anteng bermain dengan anak bungsunya yang ternyata ikut terbangun tapi tak menangis.


"Heh Rizki ayo bantu bukannya diam saja " marah Adi

__ADS_1


Rizki segera berjalan kearah Andaru dan memangkunya, sebenarnya dari tadi Rizki ingin sekali tertawa tapi ditahan dulu, jangan sampai dirinya dimarahi habis habisan nanti.


"Tenang ya Andaru kamu jangan nangis kan ada om ganteng disini, jangan nangis ya om akan ajak kamu bermain "


Andaru diam menatap wajah Rizki lalu menaikan tangan ingin memegang wajah Rizki " apa sayang apa "


Andaru malah tersenyum " kenapa Andaru malah nurut padamu "


"Ya karena aku ayahnya "


"Hey kau Rizki "


"Hehehe maaf maaf hanya pura pura, tapi tak apa kok kalau nanti mereka memanggilku ayah aku suka "


"Menikah sana jangan harap ya kau "


Rizki melengos pergi sambil membawa Andaru, dia tak mau berdebat dengan Adi lebih baik pergi saja sambil berjalan jalan dirumah besar ini bersama Andaru.


"Aksa kau jangan menangis lagi ya, ayah disini Baa"


Aksa yang sudah berhenti menangis, malah kembali menangis saat ayahnya mengajaknya bermain, Adi yang sedang kebingungan tiba tiba mencium sesuatu yang bau.


"Sayang kamu kentut ya "


"Ihh apaan sih aku gak kentut ya "


"Terus ini bau apa "

__ADS_1


"Coba kamu cium pantatnya Aksa "


"Kenapa coba harus cium pantatnya Aksa "


"Udah kamu cium aja "


Adi segera mengangkat anaknya dan mencium pantat anaknya dan benar ternyata anaknya yang bau, maksudnya pantatnya.


"Dia pup deh sayang "


"Yaudah kamu bersihin sayang ayo sana belajar "


"Aku gak bisa Bella sayang "


"Ya makannya belajar dong mas Adi sayang, nanti kalau misalnya aku lagi pergi atau tidur gimana "


"Ya kan ada pelayan nanti kita cari pengasuh ya "


"Gak aku gak mau anak ku diurus sama pelayan atau pun pengasuh, kita yang harus mengasuh mereka mas "


"Tapi sayang "


"Gak ada tapi tapian aku gak mau, apa yang pernah terjadi sama aku terulang pada anak anak ku , aku ingin kita sama sama mengurus anak kita dengan kasih sayang yang sama tak ada yang dibeda bedakan semuanya sama"


"Baiklah sayang jika itu mau mu, tapi bagaimana caranya "


"Akan aku ajarkan "

__ADS_1


Bella menidurkan dahulu Cempaka dan segera menghampiri suaminya yang masih memangku Aksa lalu Bella memberitahu bagaimana suaminya harus mengurus anak anaknya.


__ADS_2