Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia

Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia
Bab 160 akan aku coba


__ADS_3

Tiba tiba saja ponsel Rizki berdering, dengan cepat Rizki melihat siapa yang menelfon ternyata Alvaro, Rizki ragu untuk mengangkatnya, dia melihat dulu Bella.


"Angkat saja teleponnya siapa tahu Alvaro butuh bantuan"


Rizki langsung melakukan apa yang disuruh Bella "Hallo Al ada apa "


"Kau tidak akan meneruskan kuliahmu Ki, apakah kau akan meninggalkan kuliahmu aku akan kembali ke sana apakah kau tidak akan kembali "


"Sepertinya aku akan meneruskan kuliahku di sini saja Al biar aku bisa memantau keadaan Bella"


"Apakah kau sedang bersama Bella sekarang aku lihat dia sudah melahirkan ya apakah aku bisa berbicara dengannya itupun kalau dia mau kalau tidak, tidak masalah"


Rizki menatap Bella, Bella pun menatap Rizki dengan binggung ada apa coba " kenapa Ki"


"Katanya Alvaro pengen bicara sama kamu, kamu keberatan nggak dia mau pergi lagi kuliah tuh"


Bella langsung saja mengambil ponsel Rizki " iya Al "


"Apa kabar Bell, gimana keadaan kamu, kamu sama anak-anak baik-baik aja kan, aku lihat dari postingan Rizki kamu udah lahiran anak kamu kembar tiga ya, alhamdulillah aku bahagia lihat kamu melahirkan dengan normal dan juga sehat serta tidak terjadi apa-apa"


"Kabar aku baik baik aja, makasih Al, lalu kamu gimana"

__ADS_1


"Aku baik-baik aja kok ini juga aku mau kuliah lagi, aku nelpon Rizki buat ajak dia balik lagi ternyata dia mau terusin di sini ya buat selalu bisa sama kamu, apakah kita masih bisa berteman Bell ah maksudku apakah kita masih bisa seperti dulu seperti sahabat aku tahu mungkin kita di masa lalu pernah ada hubungan, tapi aku janji tidak akan pernah mengungkit-ungkit lagi tentang masa lalu kita, aku tidak akan pernah mengungkit-ngungkit tentang kita lagi"


Bella diam cukup lama, apakah dirinya bisa bersahabat lagi dengan mantan pacarnya "kita coba dulu ya, tapi apakah kau sudah benar-benar melupakanku"


"Mungkin untuk melupakan aku tidak bisa Bell, aku tidak akan pernah bisa melupakanmu dengan cepat aku masih merasa bersalah dengan apa yang telah aku lakukan padamu. Mungkin kalau saja aku tidak memutuskan mu, tidak meninggalkanmu semua ini tidak akan terjadi, mungkin kau masih ada di sampingku tapi aku akan mencoba untuk melupakanmu dan menghapus rasa cinta ini padamu aku janji itu"


"Semua itu bukan salahmu dan kau juga tidak usah menyalahkan dirimu semua ini sudah menjadi takdir, takdir kalau kita tidak bisa bersatu kalau kita itu bukan jodoh tapi satu hal yang perlu kau ingat jangan pernah melakukan apa yang pernah kau lakukan padaku, pada perempuan lain jangan pernah kecewakan perempuan itu saat perempuan mencintai laki-laki itu dengan sungguh-sungguh jangan kau sakiti dia jangan kau tinggalkan dia, jangan kau gegabah mengambil sebuah keputusan karena egomu saja "


"Iya aku tidak akan pernah menyia nyiakan lagi perempuan yang nanti akan menjadi pendampingku, aku tidak akan pernah mengulangi apa yang pernah aku lakukan padamu sungguh aku minta maaf Bel, aku sangat-sangat minta maaf padamu aku tidak tahu kalau akan sefatal ini yang aku lakukan, kalau saja waktu bisa diputar aku ingin mengubah semuanya aku ingin kita masih bersama tapi itu sudah percuma kita tidak akan bisa bersama dan sampai kapanpun kita tidak akan bisa bersama yang harus aku lakukan sekarang hanyalah melupakanmu dan menghapus rasa cintaku ini padamu, ini sangat sulit untukku Bell, sulit sekali bahkan sampai sekarang rasa cintaku semakin besar padamu tapi aku tidak bisa egois dengan mengganggu rumah tanggamu bersama suamimu, aku tidak mungkin melakukan itu awalnya aku ingin melakukan itu tapi aku sadar kalau aku melakukan itu aku laki-laki yang tidak tahu diri aku laki-laki yang brengsek"


"Semoga kau cepat mendapatkan pengganti nya pengganti yang lebih baik dariku, lebih dari segalanya dan bisa mencintaimu dengan sangat tulus lebih besar dari cintaku dulu padamu, aku selalu berdoa untuk kebahagiaanmu di sana kau hati-hati jangan lupa makan kau selalu saja melupakan makanmu itu, jangan terlalu memikirkan tentang tugas-tugas tapi pikirkan juga tentang dirimu tentang kebahagiaan mu, aku yakin kau bisa melupakan aku, aku yakin kau bisa membuka hati untuk perempuan lain dan aku yakin akan ada perempuan yang bisa membuatmu melupakanku seutuhnya"


"Sebuah keputusan tidak ada yang salah ini tentang takdir kita tidak ditakdirkan untuk bersama dan Tuhan sudah merencanakan untuk kehidupan kita, inilah rencana hidup kita, kita tidak bisa bersama-sama kita tidak bisa bersatu mungkin di kehidupan nanti kita bisa bersama"


"Ya semoga saja di kehidupan nanti kita bisa bersama-sama lagi dan aku tidak membuatmu kecewa aku ingin saat di kehidupan nanti kita berjodoh kita bisa hidup bersama-sama "


Bella menarik nafasnya " Emm baiklah semoga kau baik-baik saja ya, aku harus mengurus anak-anakku dulu kau bicara lagi dengan Rizki ya"


"Baiklah Bell "


Bella langsung memberikan ponselnya pada Rizki, Bella langsung berbaring disamping anak anaknya, tapi matanya sama sekali tak terpejam. Matanya kosong menatap foto pernikahannya dengan suaminya.

__ADS_1


"Maafkan aku tidak bisa menemanimu lagi Alvaro tapi aku akan sekali-kali menengok mu sambil membawa barang-barang aku juga, kau di sana baik-baik saja ya tak apa kan aku meninggalkanmu sendirian"


"Tidak masalah aku tidak masalah kau tinggalkan sendirian di sana, aku ini seorang laki-laki masa aku harus takut saat ditinggalkan kau tapi kau harus benar-benar kuliah ya jangan tiba-tiba memberhentikan kuliahmu di tengah-tengah"


"Ya aku akan tetap kuliah kok "


"Tolong jaga Bella baik-baik ya jika dia disakiti oleh suaminya kau bicara padaku dan aku bisa merebutnya nanti"


"Katanya kau ingin belajar melupakan tapi sekarang berbicara seperti "


"Hanya berbicara saja memang tidak boleh, kita tidak akan tahu kedepannya hidup manusia akan seperti apa ya kan , kau bisa bicara apapun padaku tentang keadaan Bella, aku masih tidak tenang untuk meninggalkan dia bersama laki-laki itu dia bukan laki-laki baik. Dia seorang mafia apakah Bella akan bahagia bersama dia"


"Kau doakan saja untuk kebaikan Bella dan juga suaminya jika Bella sudah memilih Tuan Adi berarti dia percaya kalau Tuan Adi bisa menjaganya dan juga bisa menjadi suami yang baik untuknya "


"Ya akan aku coba "


"Yasudah kau hati hati ya "


"Ya Ki "


Rizki segera mengakhiri sambungan telponnya, menatap Bella dan juga anak anaknya yang tertidur

__ADS_1


__ADS_2