Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia

Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia
Bab 66 kenapa aku


__ADS_3

"Tuan kau harus kerumah sakit, disini alatnya tak lengkap" ucap Darma


Memang tadi Zack langsung memanggil dokter Darma untuk melihat keadaan Tuan Adi dan ternyata memang jahitannya sobek. Tuan Adi ini baru saja operasi sudah melakukan hal seperti tadi memang ada ada saja tuanya ini berbeda dengan yang lain.


"Aku baik baik saja aku tak mau kerumah sakit" jawab Adi dengan ketus.


Adi langsung melengos begitu saja meninggalkan anak buahnya namun baru juga beberapa langkah, sudah ditahan oleh ayahnya.


"Ada apa ini, kenapa berdarah, kau melakukan apa Adi, sudah aku bilang kau istirahat "


"Maaf tuan besar, jahitannya terbuka kembali dan tuan juga harus diperiksa kerumah sakit , disini alat tak begitu lengkap tuan " ucap dokter Darma


"Baiklah bawa dia kerumah sakit "


"Aku tidak mau ayah, aku baik-baik saja nanti juga sembuh, aku tak selemah itu ayah "


"Pergilah na Ayah tidak mau terjadi apa-apa padamu. Ayo cepat pergi sekarang ya, Zack kau temani dia kau tenang saja istrimu akan baik-baik saja aku akan menjaganya, dia akan baik baik saja tak akan ada yang menyakitinya"


"Baik tuan " Zack sedikit takut saat menjawab itu karena tatapan tuan Adi begitu garang padannya seperti ingin menerkamnya saja.


Adi tidak menjawab perkataan ayahnya tapi dia mendengarkan apa yang ayahnya inginkan. Dia masuk ke dalam mobil diikuti Zack dan dokter Darma juga. Sedangkan Tuan Anggabaya dia menggelengkan kepalanya ternyata sifatnya turun pada anaknya, kalau saja istrinya yang menurunkan sifatnya mungkin Adi akan lemah lembut dan baik hati tapi ternyata sifat keras kepalanya dan juga pemarahnya turun pada sang anak.


***


"Kau jangan pernah pegang pegang lagi Bella " tiba tiba saja Adi berkata seperti itu sambil menatap tajam kearah Zack.


"Ehh iya tuan saya tak akan pegang nona Bella tapi kalau dalam bahaya bagaimana "


"Selamatkan dia tanpa menyentuh "


Zack melongo, selamatkan tanpa menyentuh, bagaimana ini konsepnya memangnya bisa" maaf tuan caranya seperti apa ya, menyelamatkan tanpa menyentuh itu bagaimana "


"Pikirkan lah sendiri kau punya otak kan, kau punya kepalakan maka fikirkan saja sendiri, aku tak mau repot repot memberitahu dirinya bagaimana caranya "


Zack melihat kearah dokter Darma dan dokter Darma hanya bisa mengangkat bahunya dan kembali fokus kearah jalan. Karena memang dirinya juga binggung dan tak mau ikut campur takut kena amuk nantinya.

__ADS_1


Membingungkan Sekali kan apa yang ingin tuanya mau" Zack kau persiapkan sebuah kejutan istimewa didekat markas, harus spesial sekali karena aku akan membawa orang yang spesial juga "


"Baik tuan aku akan melaksanakannya"


"Ingat harus istimewa harus romantis aku ingin memberi sebuah kejutan dan kejutan itu akan berlanjut pada hal yang paling menyenangkan, dan sangat ingin aku lakukan. Kalian semua anak buahku sangat bodoh dan tidak bisa mengimbangi aku saat berkelahi, untuk apa aku membayar kalian semua kalau kalian tidak bisa melawanku, lalu jika nanti tiba-tiba aku diserang atau keluarga diserang kalian akan kalah lalu aku harus maju sendiri " Adi malah jadi marah marah.


"Saya sudah melatih mereka tuan dengan benar, mungkin mereka tidak mau melukai Tuan yang sedang terluka seperti ini, makanya mereka hanya diam saja takut takut malah membuat tuan makin parah saja lukannya nanti "


"Tetap saja mereka harus melawanku aku bilang lawan ya lawan jangan pada diam saja. Intinya kau harus menyiapkan tempat special itu karena setelah pesta ayah selesai malam itu juga aku ingin membawa seseorang ke tempat itu, dia pasti akan senang dengan apa yang kau berikan "


"Baik tuan, saya akan melakukan tugas itu"


"Baguslah lakukan di ruangan terbuka dan buatlah se cantik mungkin kalau perlu tambahkan bunga-bunga hidup jangan bunga mati aku tidak suka, "


"Ya tuan"


Adi diam dia memegang dagunya dan kembali menatap Zack dengan tajam "saat di pesta nanti kau jangan terlalu banyak memegang Bella, aku tahu ini kita sedang bersandiwara kau dianggap oleh ayahku adalah suaminya Bella tapi sebenarnya bukan jangan berharap kau akan menjadi suaminya"


"Iya Tuan itu hanyalah sebuah sandiwara saja,di depan Tuan besar Anggabaya saya akan menjadi suaminya Nona Bella tapi saya tidak berharap untuk menjadi suaminya Nona Bella, bisa-bisa saya mati saya hanya melakukan peran yang Tuan berikan pada saya waktu itu, saya tak akan macam macam pada istri tuan "


"Tentu Tuan saya masih sayang nyawa mana mungkin saya menyia-nyiakan nyawa saya ini, saya belum menikah tuan"


"Bagus, cepatlah menikah kalau begitu banyak perempuan yang mau denganmu "


"Akan saya pikirkan dulu tuan "


Zack di sini seperti disalahkan dalam segala hal, tuannya ini sepertinya memang sedang marah sekali tapi kenapa harus melampiaskan pada dirinya. Kalau saja dirinya tidak disuruh oleh Tuannya untuk berpura-pura menjadi suaminya Bella dirinya juga tidak mau karena ini taruhannya adalah nyawanya sendiri.


Apalagi kalau tadi tuannya tahu dirinya masuk ke dalam kamar Nona Bella sambil menggandengnya bisa-bisa habis dirinya ini, semoga saja tidak ada anak buah yang melihatnya dan lalu melaporkannya pada Tuan Adi atau mungkin Nyonya Ziva jangan sampai itu terjadi apalagi Sera jangan dia sangat patuh pada Tuan Adi.


***


Bella yang sudah selesai makan membawa nampan isi piring kosong dia menyimpannya di wastafel, lalu mencucinya entahlah dirinya ingin saja mencuci piring kan dirinya sudah berjanji akan belajar jika nanti suatu saat mempunyai suami dirinya sudah pandai melakukan pekerjaan rumah tangga.


Bella tiba tiba membayangkan dirinya hidup bersama Alvaro, hidup bersama mempunyai anak, saling mencintai dan dirinya diam dirumah sedangkan Alvaro bekerja sepertinya begitu menyenangkan.

__ADS_1


Tapi tiba tiba bayangan itu hancur dengan datangnya wajah Adi di fikirannya, menyebalkan sekali kan dia selalu saja da dimana mana, dirumah ada disana ada, bahkan fikirannya pun ada.


Setelah segalanya selesai Bella keluar sambil sesekali bersenandung dan melihat kearah sekitar tidak ada orang kosong, ke mana orang-orang kenapa begitu sepi Bella keluar dan melihat ke pintu depan ternyata ada Ayah Anggabaya yang sedang diam menatap papan caturnya Bella segera duduk dan bergabung.


"Kenapa Ayah hanya melihatnya saja, apa ayah tak berniat memainkannya. Oh ya ayah dimana mas Zack aku tak melihatnya " sengaja Bella menanyakan Kak Zack sebenarnya bukan itu tujuannya kalian semua tahu sendiri kan.


"Ayah binggung mau main dengan siapa Bella, disini tak ada yang mau main dengan ayah, mereka kalah pada kabur dan tak mau duduk bersama ayah aneh aneh saja. Suamimu pergi kerumah sakit mengantar Adi nak, kenapa aku sudah kangen pada suami tampan mu itu "


"Bagaimana kalau denganku saja ayah, aku bisa kok. Begitu ya pantesan tidak ada "


"Benarkah kau bisa bermain catur nak " sambil berbinar menatap Bella


"Tentu aku bisa ya dulu saat bersama papi aku sering bermain catur ya meskipun aku tidak pernah menang, karena papih itu sangat pintar saat bermain catur aku tidak pernah menang darinya, dia banyak sekali strateginya"


"Wah jarang sekali ada perempuan yang suka main catur, ayolah temani Ayah untuk bermain catur. Ayah bosan kalau di sini tidak ada teman, di sini tuh sepertinya mereka takut pada ayah padahal Ayah baik loh Ayah tidak menggigit Ayah tidak mencakar dan ayah juga tidak melototkan mata seperti Adi, ayah hanya diam biasa saja"


Bella tertawa dengan kata kata mertuanya itu "mungkin mereka segan karena Ayah adalah Ayah dari tuan Adi, makanya takut mendekati Ayah. Ya sudah aku susun dulu ya semuanya, ayah hanya perlu diam dulu saja "


Bella segera menyusunnya dan selesai " ayo ayah mulai, kita bertanding sekarang siapa yang akan menang "


"Ayo mulai "


Mereka segera memainkan permainan itu, sambil sesekali tertawa bercanda mereka seperti kakek dan cucu ya karena memang umur Bella yang masih belia. Tapi dia bisa begitu akrab dengan orang yang lebih tua darinya Bella bisa membuat siapapun nyaman bersamanya.


Ziva yang memang ada di taman dan sedang memetik bunga melihat ke arah mertuanya dan juga Bella, mereka begitu akrab dirinya tidak pernah seakrab itu bersama mertuanya. Kenapa Bella cepat sekali dekat dengan ayah mertuanya.


Padahal mereka baru beberapa bulan saja bertemu bahkan dulu saja saat dirinya menikah dengan Adi butuh beberapa tahun dirinya untuk bisa berani berbicara dengan ayah mertuanya, maksudnya berani berbicara leluasa.


Tapi Bella dia begitu berani anak ini memang berbeda dan dia memang bisa mengalihkan posisinya bisa merebut posisinya, apalagi kalau Ayah mertuanya sampai tahu kandungan yang sedang Bella kandung adalah anak dari Adi bisa gawat kan.


Ziva kembali memetik bunga dengan asal sambil matanya terus fokus kearah dua orang yang sedang bermain catur " kapan aku bisa seperti itu, ayah tak pernah bisa membuka hatinya untuk ku, tapi untuk Bella ayah bisa, kenapa seperti itu, padahal disini aku menantunya bukan Bella "


"Aww "


Ziva melihat tangannya yang bersarang terkena duri " sial gara gara Bella ini, memang dia pembawa sial perempuan tak berguna dan tidak tahu diri, sudah dikasih hati minta jantung dia " rutuk Ziva.

__ADS_1


__ADS_2