
Buk buk,buk buk buk Galang terus saja memukul samsaknya dengan semangat. Mungkin bukan semangat dia terlalu marah dengan kata-kata yang Aliya ucapkan.
"Galang " teriak Aliya yang baru saja sampai diruang olahraga.
Galang masih tak menjawab dia hanya fokus memukul samsak itu "Galang jangan seperti ini apakah kau marah padaku, ucapkan sesuatu padaku"
"Tidak, aku sama sekali tidak marah padamu untuk apa aku marah "
"Kalau kau memang tidak marah padaku maka tatap mataku, jangan seperti itu apakah kau mengibaratkan kalau samsak itu adalah diriku"
"Tidak sama sekali. Aku sama sekali tidak marah padamu dan tidak menganggap kalau samsak ini adalah diri mu Aliya, aku tak pernah membayangkan apapun "
"Maka tatap aku jangan seperti itu, ayo tatap aku Galang "
Aliya langsung menangkap samsak itu dan berhadapan langsung dengan Galang. Mereka saling tatap "Katakan langsung dan tatap mataku atau mungkin lebih baik kau katakan kata-kata yang membuatku sakit hati, agar kita seimbang. Agar aku tak merasa bersalah padamu, tapi sebenarnya aku tak merasa bersalah apa-apa "
"Untuk apa, ku rasa itu tidak perlu"
"Itu sangat perlu katakan saja padaku, aku akan tahan dan aku tidak akan marah padamu aku jamin itu. Ayo cepat katakan sesuatu padaku "
"Baiklah mungkin meskipun aku anak adopsi aku lebih beruntung darimu Aliya. Ayahku, Ibuku kakakku mereka menyayangiku lebih dari apapun. Bahkan mereka tidak membedakan aku dengan kakakku yang memang anak mereka. Aku lebih beruntung dari mu. Daripada dirimu yang hanya bisa menangis saat dimarahi oleh ayahmu, lalu tak di bela oleh bundamu dan juga selalu dimarahi oleh Kakakmu yang kadang-kadang suka menyiksamu. Aku lebih bahagia bersama keluargaku yang itu dibandingkan aku harus menjadi dirimu"
Aliya tersenyum tapi matanya menangis. Aliya menepuk bahu Galang "Ini lebih menyakitkan daripada apapun Galang, tapi ya sudahlah ini memang kemauanku. Aku suka kata-katamu yang sangat menyakitkan hatiku itu "
Aliya langsung pergi meninggalkan Galang. Galang yang merasa bersalah langsung memukuli lagi samsak itu"Sialan sialan sialan ini gara-gara Ayu, awas Ayu aku akan mencarimu dan kau tak akan lepas dari ku, ingat itu aku tak akan melepaskan mu "
Galang mengambil ponselnya dan memberikan pesan pada Alex untuk mencari Ayu dan mempertemukan mereka berdua. Lihat saja apa yang akan dirinya lakukan pada Ayu.
...----------------...
Aliya hanya menunduk saja, melewati sebuah lorong. Dia masih menangis kata-kata Galang benar orang tuanya tidak pernah adil padanya. Selalu saja kakaknya yang dibela.
__ADS_1
"Aliya "
Saat ada yang memanggilnya Aliya segera menghapus air matanya. Ternyata itu Bu Bahar "Bisa kita bicara sebentar"
"Tentu langsung saja bicara Bu, aku tak punya banyak waktu "
"Lebih baik di ruanganku saja, ayo kita bicara sekarang"
Aliya langsung mengikuti langkah Bu Bahar, dia langsung duduk tanpa dipersilakan. Bu Bahar juga tidak mengatakan apa-apa. Dia terus menatap Aliya dia ingin Aliya sendiri yang berbicara langsung tanpa harus dicecar olehnya.
"Jadi untuk apa aku ke sini, apakah aku hanya diam dan melihatmu saja Bu, kalau begitu aku lebih baik pergi saja "
"Jujur saja padaku Aliya, aku tidak akan marah padamu. Daripada kau terus menyimpan semuanya lebih baik kau jujur"
"Aku harus mulai dari mana dulu ya, tunggu-tunggu tataan ruanganmu jelek sekali. Apalagi itu foto itu kau berfoto dengan siapa jelek sekali, sangat tidak cocok dipajang disini malah membuat mataku sakit saja. Besar lagi, tapi kenapa tak sekalian saja semua ruangannya ditempel foto itu saja "
Bu Bahar melihat foto yang tergantung di dinding lalu dia mengambilnya "Baiklah jika kau tak suka maka aku akan simpan foto ini di sini. Mau bercerita sekarang. Tak ada yang menghalangi mu lagi kan"
"Jika perlu aku menjelaskan itu adalah kedua orang tuaku. Jadi tidak ada salahnya kan aku memajang foto keluargaku di sini. Jadi bagaimana apakah kau mau jujur padaku Aliya. Jangan memendamnya sendiri aku yakin bisa membantumu"
"Benarkah Ibu bisa membantuku, yakin sekali Ibu bisa membantuku. Memangnya apa yang aku perbuat sampai-sampai aku garus jujur, kurasa tak ada yang harus aku bicarakan dengan ibu "
"Ibu ingin kau yang langsung berbicara. Maksud ibu tanpa Ibu cecar kau langsung mengaku"
"Mengaku untuk apa, memangnya aku punya salah apa yang aku perbuat. Ku ingat-ingat tak ada yang aku lakukan dan tidak ada salah apapun aku ini "
"Kau tahu, aku ini tidak mau memperpanjang masalah ini apalagi sampai terdengar oleh Tuan Adipramana, jadi lebih baik aku langsung bertanya padamu kan daripada nanti langsung Tuan Adi yang berbicara denganmu lebih baik aku"
"Kau mencoba mengancamku. Apakah kau tidak takut denganku. Seberapa dekat aku dengan ayahnya Andaru, seberapa kenalnya aku dengan ayahnya Andaru kau itu bukan siapa-siapa di sini. Kau hanya guru yang mengajar dan kau tidak kenal dekat dengan ayahnya Andaru, sedangkan aku dari dulu mengenalnya. Jadi dia tidak akan mempercayai kata-katamu dia akan percaya kata-kataku, kau tau kan aku bisa memutar balikan fakta "
Aliya segera bangkit dan melihat ada surat petisi itu, Aliya memegangnya dan langsung membantingnya di hadapan Bu Bahar "Meskipun ada surat ini tidak akan mempengaruhiku untuk jujur ataupun mengatakan sesuatu hal padamu. Datu lagi jangan pajang foto itu lagi aku tidak akan pernah mau masuk lagi ke ruanganmu jika ada foto itu. Rasanya jijik aku melihatnya"
__ADS_1
Tanpa ada sopan sedikitpun Aliya pergi dari ruangan Bu Bahar, Bu Bahar hanya bisa memijit kepalanya saja. Kenapa muridnya seperti ini, kenapa Aliya berani sekali pada gurunya.
Apa karena dia dekat dengan orang-orang yang di sekolah ini, dengan petinggi-tinggi di sini makanya dia semena-mena seperti itu pada guru sekalipun.
...----------------...
"Ayu lebih baik kau sudah saja lah mencari bukti tentang Sinta itu akan membahayakan dirimu saja. Kurasa mereka akan balas dendam tentang apa yang kau lakukan waktu itu, saat memutarkan sebuah video di teater apalagi ada fotomu dengan Andaru pasti Aliya akan marah"
"Aku tidak akan pernah kalah olehnya Aina, kalau aku tiba-tiba kalah aku sama saja pengecut. Sebenarnya di sini aku bukan hanya untuk mencari bukti tentang Sinta sih, banyak yang harus aku buktikan bukannya aku mau ikut campur dan tidak fokus sekolah aku fokus dalam sekolah, belajar dan segalanya. Tapi aku ingin mengungkap semuanya aku tidak mau sekolah ini rusak dan kacau seperti ini"
"Tapi itu akan merugikan dirimu. Bagaimana kalau tiba-tiba kau dikeluarkan dari sekolah ini"
"Itu tidak akan pernah terjadi Aina. Aku tidak akan pernah mungkin dikeluarkan dari sekolah ini. Kau bisa tenang apapun yang aku lakukan ini demi kebaikan sekolah ini dan mungkin saja nanti aku bisa menemukan siapa pelaku dari tabrak lari Sinta, meskipun dia menyalahkan aku memang aku yang salah sih sebenarnya"
"Kenapa kau malah menyalahkan dirimu sendiri. Ini bukan salahmu sudah jangan pernah salahkan dirimu itu tidak baik"
"Hemm tetap saja "
"Ayu kau ada disini "
"Iya aku ada disini, kenapa Alex ada apa "
"Emm tadi aku dapat pesan dari Bianca katanya dia ingin bertemu denganmu ditempat biasa "
"Hemm baiklah, aku pergi dulu Aina "
"Kemana Ayu "
"Kebalkon biasa"
"Hati-hati " teriak Aina.
__ADS_1