Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia

Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia
Bab 186 Bagi regu


__ADS_3

"Kenapa Bella bisa ada dirumah sakit "


"Kami menemukan Nyonya tergeletak begitu saja di pinggir pantai Tuan dan kami langsung membawa Nyonya ke rumah sakit, tapi kami tidak menemukan Tuan Adi dia tidak ada"


"Kenapa begitu rumit hidup anakku, kalian jaga Bella sampai dia sembuh dan jangan beritahu tentang kejadian di rumah. Biarlah dia pulih terlebih dahulu. Kalian cari Adi dan kalian cek CCTV setiap tempat. Siapa tahu ada musuh Adi di sana. Aku tidak mau terjadi apa-apa lagi pada keluargaku jadi kerjakan apa yang aku bilang"


"Baik Tuan Anggabaya "


Saat Tuan Anggabaya selesai menelfon dan membalikan badannya ada Aksa disana.


"Apa yang terjadi pada Mama kakek, kenapa Mama bisa ada di rumah sakit lalu Ayah ke mana. Apa yang terjadi"


Tuan Anggabaya segera mendekati cucunya dan mensejajarkan tubuhnya dengan sang cucu.


"Mama tidak apa-apa, dia baik-baik saja kau kembali pada Andaru ya, kakek masih ada urusan kakek harus menelpon teman-teman kakek untuk mencari Cempaka. Kau tidur bersama Andaru"


"Katakan yang sesungguhnya kakek jangan menyimpan rahasia dariku, aku mendengar apa yang kakak bicarakan dengan orang ditelepon tadi. Ada apa dengan mama jangan membuatku takut jangan membuatku merasa kalau mama juga di sana sedang tidak baik-baik saja"


"Baiklah kakek akan mengatakan kalau mamamu sedang tidak baik-baik saja, dia sakit makanya kau jangan menelpon mamamu dan jangan memberitahu kalau Cempaka tidak ada. Kita cari dulu Cempaka sampai Mama mu pulang ya "


"Tapi, aku ingin tahu keadaan Mama, bagaimana dia sekarang. Kenapa aku tidak boleh menelponnya Mama, mama sakit kan aku harus segera menelponnya"


"Jangan nanti saja, ada waktunya kau untuk menelpon mamamu, biarkan dia istirahat apakah kau ingin dia cepat pulih dan segera pulang ? "


"Ya, aku ingin segera Mama pulang kemari dan kami berkumpul lagi. Cempaka juga harus kembali"


"Ya maka dari itu kau harus segera tidur sekarang dan membiarkan mamamu juga untuk beristirahat, dia pasti akan baik-baik saja kita akan mencari Cempaka sebelum mama dan ayahmu pulang. Jadi saat mereka menelpon jangan kau beritahu kalau Cempaka tidak ada, diamlah seolah-olah semuanya terlihat baik-baik saja"


"Tapi, bagaimana dengan luka yang Andaru punya, apakah Mama tidak akan curiga Andaru saja sudah sebesar ini masih sering dimandikan oleh Mama"


"Nanti kita akan jelaskan pada mamamu pelan-pelan ya. Ayo sekarang kau tidur bersama Andaru temani dia, kasihan dia tidur sendirian"

__ADS_1


"Ada opah disana "


"Iya kakak tahu, tapi kan opa tidur di kursi bukan tidur di tempat tidurnya Andaru. Makanya kau temani dia tidur di tempat tidurnya, pasti dia sangat ingin tidur bersama adiknya cepat sana"


"Tapi, kakek harus selalu memberitahuku tentang keadaan Mama dan juga Ayah, bagaimana sekarang keadaan Ayah. Apakah Ayah tidak sakit kan, tadi aku mencoba menelpon ayah tapi ayah tidak mengangkatnya bahkan nomornya sudah tidak aktif, apa Ayah tidak mengisi baterai ponselnya"


"Tidak begitu Ayah kan sedang sibuk mengurus mamamu, makanya dia sulit dihubungi. Sekarang kau tidur ya seperti yang apa kakek katakan, tidur sayangku bersama kakakmu. Jangan memikirkan hal berat seperti ini biar kakek saja yang memikirkan semuanya"


Aksa dengan terpaksa mengikuti kemauan kakeknya, kakeknya ini kadang sangat keras kepala seperti Andaru tak bisa dibantah sama sekali.


...----------------...


"Dari mana saja kau Aksa, kenapa kau tiba-tiba saja menghilang seperti itu. Temani aku di sini tidurlah bersamaku. Tempat tidurnya besar dan bisa menampung badan kita yang kecil"


Aksa dengan cepat melakukan apa yang kakaknya mau, dia berbaring dan memegang tangan kakaknya dengan erat.


"Kau rindu mama tidak, rasanya aku khawatir pada Mama. Kurasa ada yang terjadi pada mama"


Aksa langsung menatap wajah kakaknya, memang kakaknya yang paling dekat dengan mamah dibandingkan dengan dirinya dan juga Cempaka.


Andaru menatap sekilas adiknya " Doakan saja yang terbaik, aku tidak bisa janji untuk bisa menemukan Cempaka. Tapi dengan sekuat tenaga aku akan mencari Cempaka. Mama pasti akan sedih sekali kalau pulang tidak melihat Cempaka. Apalagi sahabatnya Paman Rizki juga terluka"


"Hemm, kau benar mamah pasti akan sangat terpuruk dan marah pada orang-orang itu "


"Ya sudah apakah kau tidak mau istirahat, menenangkan pikiran mu. Apakah kau tidak ada niatan untuk tidur Aksa aku tahu kau sangat lelah "


"Aku lelah tapi pikiranku tidak bisa beristirahat"


"Tidurlah jangan terlalu dipikirkan, biar aku yang memikirkan bagaimana caranya bisa kita menemukan Cempaka. Kau tidak usah banyak pikiran ya"


"Tetap saja aku kepikiran Andaru, aku tak bisa tenang aku binggung "

__ADS_1


Andaru memeluk adiknya dan menepuk nepuk bahunya"Sekarang tidurlah aku disampingmu, kita fikirkan lagi besok ya bersama sama "


Aksa menganggukan kepalanya menatap sekilas pada Andaru dan matanya tiba-tiba saja berat dan ingin sekali tertutup.


...----------------...


"Kita harus beristirahat dulu Sera, kita harus memikirkan dulu caranya untuk menemukan Cempaka. Kita tidak punya rencana apapun hanya berputar-putar saja dan tidak ada hasilnya. Kita harus mengecek semua musuh Tuan Adi dulu baru kita mencarinya"


"Kalau seperti itu akan lama lagi, yang ada kita akan menghabiskan waktu Nyonya dan Tuan sebentar lagi akan pulang, lalu saat mereka tahu anak mereka hilang bagaimana apalagi Andaru juga tertembak, belum lagi Rizki dia koma "


"Kau tenanglah Sera, jangan seperti ini kerjamu akan berantakan. Sudah ikuti kata-kataku kita harus melihat dulu siapa musuh-musuh dari Tuan Adi, kita harus menyelidiki satu-satu kita tidak bisa langsung seperti ini. Ayo cepat ikut aku jangan keras kepala"


Zack segera menarik tangan Sera, sulit sekali membawa anak ini untuk bekerja sama. Banyak membantah Sera ini. Kalau nanti menjadi istrinya apakah Sera akan terus membantahnya juga.


"Sudah disini saja, tidak mungkin pulang ke rumah dan mengeceknya satu persatu, ingat-ingat saja siapa musuh dari Tuan Adi. Lalu kau suruh anak buahmu itu untuk menelusuri semuanya dan kita juga harus cepat bergerak. Tidak mungkin kita menunggu hasilnya saja"


"Ya aku tahu makannya kau menurut lah padaku Sera jangan membantah terus, aku sedang pusing jangan kau buat pusing lagi "


"Ya sudah kalau kau tak mau aku buat pusing, kita kerja masing-masing saja "


Sera melepaskan pegangan tangan Zack dan berlalu begitu saja masuk kedalam mobil. Zack juga tidak mengejar Sera biarkan dia menenangkan dulu saja dirinya.


Kalau nanti dikejar malah akan makin panjang saja, dan semuanya tak akan selesai-selesai juga kan.


"Aku sudah menulis beberapa nama yang aku curigai, kalian pantau mereka semua dan aku bagi regu menjadi 5 orang per-regu kalian harus mendapatkan informasi yang valid. Jangan sampai ada yang salah"


"Baik Zack akan kami laksanakan "


"Segera bergerak sekarang juga "


Mereka masuk mobil masing-masing dan pergi meninggalkan Zack sendirian. Zack setelah sedikit menenangkan Fikirannya masuk kedalam mobil juga.

__ADS_1


"Aku binggung bagaimana nanti menjelaskan pada Nyonya dan Tuan tentang keadaan ini, mereka pasti akan marah sekali Cempaka hilang dan sampai sekarang belum ditemukan juga"


Zack melihat ke sekitar dan melajukan mobilnya, disini sepi takut terjadi sesuatu nantinya. Apalagi fikirannya sedang sangat kacau.


__ADS_2