Princess Pratama

Princess Pratama
Kesempatan Kedua


__ADS_3

Kendra terus merasakan paru-paruya penuh dengan air. Ia semakin lemah saat melihat tubuh Tania yang lemah tak berdaya di pangkuan seorang pemuda yang terus berusaha memompa dadanya dengan sesekali berteriak karena Tania tidak kunjung sadar.


"Hunny.. Bangun.. Abang butuh kamu.. Jangan pergi Hunny.. Berikan kesempatan kedua untukku bisa memulai kembali kehidupan kita. Pernikahan kita. Bangun Hunny.. Bangun.. Abang butuh kamu, Hunny.." lirih Kendra dengan mata yang sudah terpejam.


Air yang terus memenuhi paru-parunya membuat dirinya tidak bisa lagi bernapas dengan normal. Sesak dan penuh. Bahkan sangat sakit.


"Siapa itu? Kamu Bang Kendra?? Kamu dimana? Kenapa disini gelap sekali??" keluh nya dengan tangan terus meraba-raba.


"Bangun Hunny.. Abang butuh kamu.. Jika kamu pergi. Maka abang pun ikut pergi. Berikan kesempatan kedua padaku Hunny.. Bangun.."


Tania seakan bisa mendengar suara Kendra tetapi tidak bisa melihatnya ada dimana.


"Abang. Kamu dimana? Kenapa gelap begini??"


"Bangun Hunny.. Bangun! Berikan kesempatan kedua untukku.."


Lagi, telinga Tania mendengar suara bisikan itu. Tania mencari jalan keluar. Tetapi tidak menemukan apapun. Semuanya gelap dan tak terlihat.


"Asyhaduanla lailahailallah.. Waasyhaduannamuhammadurrasulullah.."


Tania memnyipitkan matanya saat melihat sinar bias terang memasuki rongga matanya. Matanya menyipit dan terpejam saking tidak tahannya dengan cahaya silau itu.


Tania membuka perlahan matanya dan berjalan menuju cahaya itu dimana seorang pemuda sedang menunggunya dengan tangan terulur padanya.


"Abang? Papi? Bang Kendra??"


"Tania.." lirih orang yang mengulurkan tangannya pada Tania.


Tania tertegun. Ia sadar dengan suara siapa itu.


"Bang Kendra?? Kamu??"


"Bangun Hunny.. Jika kamu pergi maka aku pun akan pergi. Ayo! Waktu ku tidak banyak lagi disini!"


Deg!


Deg!


Tania terpaku ditempat saat melihat wajah pucat Kendra yang kini berlinangan aiar mata sedang mengulurkan tangan padanya.


"Bang Kendra?? Suamiku??"


Kendra tersenyum, "Ya Hunny. Ini aku! Ayo!" ajaknya lagi yang diangguki ragu olehnya.

__ADS_1


Tania perlahan mengulurkan tagannya pada lelaki yang mirip Kendra itu.


Deg, deg, deg..


Nyessss..


Seperti ada hawa aliran listrik yang mengejutkan tubuh keduanya yang kini saling bertatapan.


"Hunny.. Berikan kesempatan kedua padaku. Bantu aku untuk bangkit Hunny. Aku bangun dan kembali hanya untukmu. Namun, jika kamu pergi. Maka aku pun akan pergi bersama kamu."


Deg, deg, deg..


Jantung Tania semakin bergetar hebat. Mata itu mengembun saat melihat wajah pucat itu kini tersenyum lembut padanya walau dengan air mata beruraian membasahi pipinya.


Plak.


Grep!


Deg, deg, deg..


Keduanya saling berpelukan dan saling meresapi rasa dihati.


"Abang sangat mencintaimu Tania.. Sangat mencintaimu.."


Tania mengangguk di dalam pelukan hangat yang selama ini begitu ia rindukan.


"Uhuk-uhuk-uhuk..uhuk.."


"Tania!"


Deg!


"Ken!! Kendra!!! Tidak!!!" teriak Aldo saat melihat tubuh Kendra jatuh terhempas setelah dadanya membusung ke atas dan suara mesin monitor berdenting panjang.


"Aaahhh... Tidaaakkk!!! Jangan pergi Ken!!!" teriak Aldo yang membuat Uwak Lana, Uwak Maura dan Ziana terpaku dan mematung di tempat saat mendengar suara jeritan pilu Aldo dari dalam ruangan IGD itu.


"Nia! Bangun sayang! Kamu sadar Dek?"


"Uhuk-uhuk.. Uhuk.. Ba-bang Ken-dra.."


Deg!


Deg!

__ADS_1


"Uhuhk.. Tania.." lirih Kendra dengan mata terbuka lebar.


Jantungnya berdegup bertalu-talu. Ia melihat ke sekitar dimana ia saat ini berada dengan Aldo menatapnya terkejut.


"Kamu sudah sadar Ken?" tanya Aldo yang kini terkejut melihat jika Kendra sadar kembali. Padahal tadi mesin monitor itu sudah berdenging.


Pertanda jika ia sudah tiada.


"Al? Tania mana? Tadi aku lihat Tania dan juga sempat memeluknya? Dimana dia? Aakkhh.. Ssstt.. Kita dimana Al? Tania mana? Auchh.." desisnya menahan sakit di kepalanya.


Dokter tersenyum dan mengucap hamdalah setelah sadar dari terkejutnya melihat Kendra yang kini sudah siuman.


Ia kembali memeriksa Kendra. Kendra memejamkan kedua matanya saat rasa pusing menghantam kepalanya dengan kaut.


"Aku ingin tidur Al.. Biarkan aku tidur sejenak. Kalau Tania datang, katakan padanya. Jangan pergi lagi. Tunggu aku. Aku akan menjemputnya ke Singapura.." lirihnya dengan segera memejamkan kedua matanya.


Aldo yang masih terkejut di kejutkan lagi oleh seorang dokter untuk menjawab ucapan Kendra.


"I-iya ken! Pasti! Aku akan katakan pada Tania nanti. Untuk sekarang, kamu istirahat aja dulu, ya?"


"Hem.." jawab Kendra yang sudah mulai ingin terlelap karena pengaruh obat yang di suntik dokter tadi.


Aldo menangis terharu. Ia bangkit dan berjalan sempoyongan menuju keluar ruangan IGD itu.


Ceklek.


Uwak Lana segera mendekati Aldo yang kini kembali menangis sembari memegangi kepalanya yang kembali pusing.


"Gimana Al? Kendra kenapa tadi? Ada yang parah kah? Kenapa tadi kamu berteriak seperti itu??" tanya nya menyerbu Aldo yang kini masih saja menangis haru karena Kendra sudah sadar kembali.


"Hiks.. Kendra kembali lagi dari kematiannya Tuan!"


Deg!


"Apa?" teriak Ziana yang langsung jatuh terduduk di lantai. Ia terhenyak dengan berita yang Aldo sampaikan baru saja.


Uwak Maura segera memegang tubuhnya. "Bangun Nak. Duduk dulu." katanya pada Ziana yang kini masih ngeblank saat Aldo mengatakan jika Kendra baru saja kembali dari kematian.


"Maksudnya apa Al? Kembali dari kematian? Kendra??" tanya Uwak Lana yang diangguki oleh Aldo.


"Iya tuan. Kendra sempat kritis dan napasnya itu berhenti dengan dada membusung ke atas. Tak lama setelahnya ia jatuh dan mesin monitor itu berbunyi membuat saya berteriak. Tapi.. Setelahnya ia sadar kembali dan memanggil nama Tania berulang kali." jawab Aldo


Yang membuat ketiga orang itu tertegun seketika saat mendengar jika Kendra bangkit karena memanggil Tania. Yang artinya jika Tania lah yang membawanya kembali dari kematian.

__ADS_1


"Alhamdulillah tuan. Kendra masih diberikan kesempatana kedua untuk hidup. Dan itu pun karena Tania. Aku menyesal telah membohonginya. Entah apa yang terjadi dengannya kini, aku pun tidak tahu.." Lirih Aldo semakin merasa bersalah kepada Tania yang kini entah seperti apa kabarnya.


Satu lagi nyusul ye? Masih di ketik ini! 😁


__ADS_2