
Uwak Lana menatap tajam menghunus jantung padanya karena pengakuan Ummi Mutia yang memang benar seperti dugaannya.
Bahwa ia sakit hati dan dendam karena cintanya yang tak berbalas olehnya. Uwak Lana tersenyum miris mengingat kejadian berapa puluh tahun silam tentang kejadian dimana dirinya terlambat tahu jika Ummi Mutia ternyata menyukai bahkan sejak pertama kali bertemu dengannya.
Uwak Lana sangat terkejut saat papi Ali mengatakan fakta itu di malam pertama mereka berdua. Dimana Ummi Mutia datang untuk bertemu dengan Ali tetapi tidak ingin bertemu dengannya.
Lantaran dirinya sakit hati dan kecewa. Dalam kecewa nya itu, Ummi Mutia di jodohkan oleh sang Jendral dengan putra satu-satunya. Yaitu Kevin Wiryawan.
Seorang pemuda dewasa yang sudah mengenal papi Tama sedari mereka masih SD hingga SMP mereka tetap bersama. Bahkan keduanya tetap bersahabat sampai dimana keduanya putus kontak karena kepergian mendadak sang jenderal yang disaksikan langsung oleh Uwak Lana dulunya.
Kini, Ummi Mutia kembali untuk menuntut balas padanya dan juga keluarganya karena rasa sakit di hatinya. Dibantu oleh Kevan, semua rencana itu berjalan sempurna hingga ia harus ketahuan saat Kendra masuk rumah sakit dan Uwak Lana memergoki dirinya sedang berbicara melalui sambungan telepon bersama Kevan yang kini sedang berada di markas Kendra.
Uwak Lana baru menyadari, jika Ummi Mutia sengaja menjebak putri agar bernasib sama sepertinya lantaran cintanya yang tak berbalas itu.
__ADS_1
Ia membuat Kendra dalam dilema dan keputusan yang sulit. Dan ia juga membuat Ziana masuk ke dalam jerat cinta Kendra yang tak berbalas untuk putri Uwak Lana itu.
Yang membuat Uwak Lana shock seketika saat mengetahui fakta yang sebenarnya. Akibat dendam masa lalu, Ummi Mutia tega melibatkan anaknya dan juga anak Uwak Lana.
Dan kini?
Malah Tania yang menjadi sasaran mereka. Entah apa maksud dan tujuannya itu, Uwak Lana belum mengetahuinya.
Dan saat ini keduanya masih saling berhadapan dengan tatapan mata yang menyiratkan kekecewaan satu sama lainnya.
"Aku tidak membencimu. Tetapi mencintaimu. Tetapi itu dulu. Tidak dengan saat ini. Tetapi Karena kamu, aku harus menikahi lelaki yang tidak aku cintai!" Balasnya.
"Tetapi cinta tidak bisa dipaksakan Mutia!"
__ADS_1
"Aku tahu. Maka dari itu, aku membuat putrimu masuk dalam permainanku. Dan sekarang? Kamu bisa melihat luka, cinta sekaligus rasa sakit di mata putrimu bukan? Begitulah dulu yang aku alami. Saat aku tahu kalau kamu menikahi Maura." Ungkapnya yang membuat Malik, putra sulung Uwak Lana mematung seketika kala mendengar pengakuan Ummi Mutia pada sang papi.
Uwak Lana menghela napasnya. "Kamu salah Tia.. Kamu salah! Aku memang tidak mencintaimu. Tetapi aku sangatt menyayangimu sama seperti Ali yang sudah ku anggap sebagai adikku sendiri."
"Iya, jika Ali yang seperti itu. Karena dia mendapatkan salah satu adikmu. Lah aku?? Aku harus menahan rasa sakit ini seorang diri! Kamu pikir enak memendam rasa seorang diri? Cinta yang bertepuk sebelah tangan? Bahkan saat aku tahu jika kamu sudah memiliki tunangan, aku sudah hancur berkeping-keping!
Aku akui, aku terlambat mengungkapkannya. Maka dari itu, aku sengaja membuka mata mu dengan cara seperti ini."
"Kamu salah Tia. Kamu melibatkan anak kita dalam hal kita dulunya!" seru Uwak Lana dengan suara naik satu oktaf.
Yang tadinya datar, kini berubah menjadi tinggi seiring dengan napasnya yang memburu karena menahan emosi dan kesal kepada ummi Mutia. rekan dokter saat ia bertugas dulu hingga kini sudah menjadi besannya.
...****************...
__ADS_1