
Selepas kepergian Riya dan Jia, kini tinggallah Zayn dan Zayden yang sedang mengamuk melempari dua gadis yang saat ini berusaha membujuk mereka berdua.
Kedua gadis itu begitu shock saat tahu jika Zayn dan Zayden sudah menikah dan memiliki istri. Mereka pikir, kedua pemuda tampan itu belumlah memiliki istri. Ingin mundur, itu tidak mungkin. Mereka bisa malu nantinya.
"Haaa..... Sialan!! Pergi kalian! Saya benci kalian! Jika bukan karena paksaan kalian, maka kami tidak akan mengakui kalian sebagai tunangan kami! Brengsek!" umpat Zayden dengan mata menyala marah.
Sedangkan Zayn menatap kedua gadis itu dengan tatapan kosongnya. Hatinya hancur dan terluka di saat bersamaan. Niat hati ingin menunggu sang istri untuk berbulan madu, malah keduanya terjebak hubungan satu malam dengan kedua gadis yang tidak mereka kenal itu.
Keduanya tahu, jika saat kelulusan keduanya, istri mreka sudah tamat dari SMA. Akan tetapi, karena kejadian baru saja, lenyap sudah harapan untuk keduanya berbulan madu.
Zayn sengaja mengatakan hal itu di depan umum agar kedua orangtua mereka tidak di permalukan seperti janji kedua gadis itu. Tetapi, apa yang baru saja ia dapatkan? Zayn shock berat saat melihat istrinya ada di sana dan memutuskan semua hubungan mereka tanpa mendengar dulu penjelasan keduanya.
"Hiks.. Aku harus apa Mami? Sudah berapa kali aku katakan pada kalian? Aku tidak pernah menyentuh wanita itu! Yang selalu aku sentuh dan aku jadikan objek fantasiku hanya istriku, bukan yang lain. Sekarang? Aku bisa apa? Huh? Mami? Apa mami bisa mengembalikan apa yang sudah hilang dan pergi? Aku sangat mencintai istriku, Mami! Tak pernah sedikitpun aku ingin menghianatinya! Tetapi, kalian para oangtua," tunjuka Zayn pada kedua orangtua gadis itu.
__ADS_1
"Kalian langsung menuduh kami yang telah menodai putri kalian berdua! Hiks, aku bersumpah atas nama Allah! Aku tak pernah menyentuhnya malam itu! Kami berdua jatuh pingsan setelah kepala ku di pukul di bagian belakang! Dan saat aku bangun, aku sudah tidak menggenakan pakaianku lagi! Hiks.. Jia.. Aku mau Jia.. Jia istriku, bukan yang lain.." isak Zayn begitu merana sembari menjelaskan kejadian nahas satu minggu yang lalu itu.
Kedua gadis itu salah tingkah saat mata tajam mami Tania menatap keduanya dengan datar. Kedua orangtua gadis itu menyela tatapan tajam mami Tania pada putri mereka.
"Sudahlah, Nyonya Tania! Anda harus menerima kedua putri kami! Jika bukan karena putra kalian, putri kami tidak akan ternoda hingga saat ini. Kami tidak mau tahu, kalian berdua harus menyetujui pernikahan ini. Satu minggu dii mulai dari sekarang! Titik! Tak ada penolakan!" tegas seorang wanita paruh baya yang sedang berusaha menekan mami Tania yang kini mengepalkan kedua tangannya.
Ke empat orang itu pun berlalu begitu saja tanpa melihat keadaan si sulung yang kini tersungkur dengan terus terisak. Mami Tania dan Abi Kendra mendekati kedua putranya dan memeluk mereka.
"Bangun, Nak! Inilah akibat kalian membantah mami! Dan lihatlah! Kalian menghancurkan pernikahan kalian sendiri dan juga kehidupan mami sebagai keponakan dari Nenek kalian! Puas kalian? Huh? Untuk apa kalian meratapi nasib? Sudah tak ada gunanya lagi saat ini! Kita harus pulang ke Indonesia dan menjelaskan semuanya kepada keluarga kita. Siap tidak siap, kita harus menerima keputusan dan kemarahan mereka. Terutama Nenek Ira!"
Deg
Deg
__ADS_1
Ia berjalan dan meihat ke depan. "Kita pulang! Urusan kita sudah selesai! Andai, rekaman cctv itu tidak rusak, maka aku sudah menemukan siapa dalang dibalik penjebakan ini. Kalian tenag saja, Allah pasti membantu kita!" Gumamnya sembari terus berjalan di ikuti Abi Kendra yang juga di ikuti kedua putra sulungnya yang semakin kuyu itu.
Ke empat orang itu akan kembali ke Indonesia. Lebih tepatnya ke Medan baru ke Aceh.
Sementara di Medan sana, Nenek Ira sedang menahan amarahnya saat mendengar ucapan putra bungsunya tentang kelakuan anak mami Tania keponakannya yang berarti cucunya.
"Baik, kita tunggu mereka pulang! Nenek akan lihat, sekuat apa mereka akan bertahan dari kemarahanku!" gumamnya dengan napas memburu.
Semua keluarga begitu shock saat mendengar berita yang Abi Prince katakan kepada mereka semua. Terutama Oma Annisa. Ia yang paling shock. Wanita paruh baya yang masih cantik itu sempat pingsan karena tidak percaya dengan perkataan Abi Prince saat sambungan video call berlangsung.
Awalnya ia tidak percaya. Tetapi, setelah Abi Prince menunjukkan rekaman saat acara wisuda hingga di taman hotel itu, Oma Annisa sampai pingsan melihatnya.
Kedua cucu tampan dan penurutnya berubah menjadi nakal seperti itu. Keduanya sudah menjebak seorang gadis dengan sengaja untuk tidur bersama mereka demi memuaskan has rat batin mereka yang berada jauh dari istrinya.
__ADS_1
Opa Tama segera menghubungi Mami Tania yang tidak mendapatkan jawabannya. Mereka menduga, jika ke empat orang itu sedang dalam perjalanan pulang. Begitupula dengan Abi Prince dan Onti Alzana. Mereka berdua dan juga kedua putri mereka sedang dalam perjalanan pulang.
Niat hati ingin berlibur, malah kenyataan pahit yang kedua putrinya itu dapatkan. Kedua orangtua itu tidak menyangka. Berarti apa yang teman Abi Prince itu sampaikan, benar adanya.