Princess Pratama

Princess Pratama
DPBR Jodoh kami, sepupu sendiri


__ADS_3

Kedua pengantin cantik berbalut hijab dan niqob putih itu berjalan keluar di tuntun oleh Onti Ziana mereka.


Keduanya berjalan bersamaan yang membuat semua orang takjub di buatnya. Terutama Pak penghulu yang kini mulutnya menganga lebar.


Zayn dan Zayden yang melihat Pak Penghulu menganga keheranan, keduanya pun menoleh bersamaan.


Deg, deg, deg..


Jantung keduanya di pompa begitu kuat saat melihat istri mereka kini berpakaian sama dan juga menggunakan niqob yang sama. Zayn dan Zayden segera menghampiri keduanya dan berdiri tepat di hadapan keduanya.


Keduanya tersenyum di balik niqob yang tertutup itu. Zayn dan Zayden bertukar posisi saat tahu jika istri mereka berlawanan. Pak penghulu di buat bingung lagi.


"Itu.. Bagaimana cara mengenalinya? Bukankah keduanya menggunakan niqob dan baju yang sama? Zayn dan Zayden juga sama persis. Bagaimana keduanya bisa tahu yang mana suami mereka? Saya benar-benar bingung di buatnya!" celutuk Pak Penghulu yang membuat suasana haru itu menjadi terkekeh seketika.


Zayn dan Zayden terkekeh mendengar ucapan Pak Penghulu itu. Onti Alzana dan mami Tania mendekati kedua anak mereka.

__ADS_1


"Buktikan pada mereka semua, jika kalian berdua tahu yang mana istri kalian!" ucap Onti Alzana yang diangguki oleh kedua pangeran mami Tania itu.


"Berikan dulu mahar yang kamu berikan untuknya, kemudian bacakan doa untuknya," titah mami Tania yang diangguki oleh Zayn.


Ia yang lebih dulu melakukan hal itu pada Jia yang kini menatap lekat wajah sang suami tampannya itu. Mulai dari kemarin malam, keduanya tidak bertemu. Sengaja di pingit katanya. Dan juga wajah keduanya kembali tampan lagi saat dulu mereka melihatnya.


"Farajia Prince Arryan, Abang tidak punya banyak harta untuk bisa di berikan padamu. Abang hanya punya ini. Inilah mahar yang bisa abang berikan untukmu. Mungkin, saat menikah dua minggu yang lalu, mami sengaja tidak memberikannya. Karena inilah tujuannya. Kita menunggu Zayden yang juga akan menikah dan maharnya pun sama.


Tetapi, bukan itu yang menjadi masalahnya. Apakah kamu mau menerima mahar ini? Mahar ini tidak seberapa jika di bandingkan dengan yang Abi dan Ummi berikan selama ini untukmu." Ujar Zayn yang di balas senyum oleh Jia.


Zayn tersenyum, ia segera memasangkan maharnya pada Jia yang kini terkejut melihatnya. "Katanya cincin aja? Kenapa ada beginian juga?" protes Jia yang di tertawakan oleh Zayn dan semua orang.


"Untukmu, akan abang lakukan apapun itu!" jawab Zayn mantap dan segera menggenakan maharnya itu. Setelah itu, ia mengulurkan tangan dan di sambut oleh Jia. Zayn mengecup kening Jia sambil menengadahkan tangannya dan berdoa untuk kebaikan istrinya yang akan dilimpahkan padanya.


Semuanya tersenyum haru. jepretn layar putih terus menghiasi kedua pasangan itu. Baik itu kamera foto maupuan rekaman video. Semuanya mengarah kepada mereka semua. Selesai dengan Zayn, kini giliran Zayden.

__ADS_1


Zayden tersenyum melihat istrinya tersipu seperti itu. "Famiriya Prince Arryan. Abang hanya memiliki cinta yang tulus untukmu. Abang tidak bisa memberikan harta yang banyak untuk maharmu. Abang hanya mampu memberi kamu mahar yang sama seperti Bang Zayn untuk istrinya. Karena mahar itu murni keringat kami berdua. Jika kamu menginginkan lebih, abang bisa mencarinya lagi untukmu." Ucap Zayden yang membuat semua orang terkejut bukan main.


Mami Tania terkekeh melihat wajah terkejut menantunya itu. Yaitu Jia. Zayn terkikik geli melihat Jia yang kini menatap lekat padanya.


"Maukah kamu menerima mahar yang tidak seberapa ini?" tanya Zayden yang diangguki oleh Riya dengan mata berkaca-kaca.


Zayan segera memasangkan mahar itu untuk istrinya yang lagi dan lagi membuat Jia dan Riya terkejut. Mahar yang sama tetapi berbeda bentuk saja. Kedua bersaudara itu saling tatap.


"Lihat kesini atuh, suami kamu di sini, loh. Jangan bilang kalau kamu tidak bisa mengenali suami kamu sendiri?" gurau Zayden yang dihadiahi tepukan maut oleh Riya di lengannya, Zayden tertawa. Semuanya pun ikut tertawa.


Riya mengecup tangan Zayden yang dibalas kecup di keningnya. Jepretan kamera kini menghiasi keduanya. Mata Riya berkaca-kaca saat Zayden berdoa dengan memegangi kepalanya. Setelah itu ia mengecup sekali lagi kening Riya yang membuat Riya memejamkan matanya.


Kedua mempelai lelaki itu memeluk istri mereka sekali lagi di hadapan semua orang. Dengan menggunakan baju kemeja putih tulang dan juga jas senada. Membuat keduanya sangat sukar untuk di bedakan yang mana Zayn dan Zayden saat ini. Tetapi, kedua istri mereka bisa menggenali keduanya dengan baik.


Pak Penghulu hanya bisa menganga melihat pengantin kembar itu.

__ADS_1


"Ck! Ini, sih, namanya, Jodoh kami, sepupu kami sendiri!" celutuknya yang membuat semua keluarga besar tertawa termasuk Eyang Sukma yang kini tersenyum haru melihat Riya sudah menikah walau di usia yang masih muda.


__ADS_2