Princess Pratama

Princess Pratama
Rencana penculikan


__ADS_3

Kendra masih terkekeh kala mengingat adik kecilnya itu. Tetapi kekehan itu surut saat mengingat Tania yang kini pergi darinya.


Pergi untuk menghindar dan menjauh darinya.


Lagi, dada itu terasa sesak sekali. Tidak tahu harus berkata dan dibawa kemana hati yang sesak itu saat ini. Uwak Lana yang masih terkekeh, kini menghela nafasnya.


"Dengarkan rencana Uwak, Nak."


Kendra menoleh padanya. "Uwak punya rencana yang sangat ekstrim untuk mu dan Tania." Lanjutnya lagi yang ditanggapi serius oleh Kendra.


"Rencana Ekstrim? Apa itu Wak kalau boleh aku tahu?"


Uwak lana menyeringai, "Culik Tania dan buat dia hamil keturunan mu!"


Deg!


"Hah?" Kendra melongo mendengar ucapan Uwak Lana.


Uwak Lana terkekeh lagi. "Kenapa? Kamu tidak setuju dengan rencana Uwak ini??" tanya nya sesekali melirik pada Kendra yang kini masih menatapnya dengan mulut menganga.


"Bu-bukan begitu Wak. Hanya saja.."


"Kenapa? Kamu takut Tania mengamuk padamu karena kamu menculiknya??"


Kendra menunduk dengan wajah sendu. Uwak Lana lagi dan lagi terkekeh. "Kamu ingin selamanya bersama Tania tidak?"


Kendra mengangguk.


"Jika iya, maka inilah cara satu-satunya. Culik Tania dan hamili dia!"

__ADS_1


Kendra menatap Uwak Lana dengan tatapan datarnya.


"Kenapa lagi??" tanya Uwak Lana saat melihat tatapan mata itu menjadi datar padanya.


"Tidak adakah cara lain Wak? Kok aku ngeri ya dengernya?"


Uwak Lana tertawa terbahak. Setelahnya terdiam dan kembali serius.


"Sayangnya tidak! Hanya cara itu yang bisa membuat Tania terikat dengan mu seumur hidupnya! Dengan cara ini, ia akan sulit untuk melupakan mu. Walau sebenarnya ia tidak pernah melupakan mu sih. Tetapi. Kamu memiliki kesempatan untuk kembali padanya karena buah cintamu dengannya nanti. Jika suatu saat ia menolak mu kembali." Ujar Uwak Lana yang diangguki oleh Kendra dengan bibir tersenyum manis.


"Rencana Uwak bagus sih. Tapi yang aku bingung. Gimana mau culik Tania, jika dia saja saat ini sedang berada di luar kota?"


Uwak Lana terkekeh lagi. "Ya kamu susul lah kesana! Datang seorang diri. Bawa persiapan perang dan juga pikirkan rencana ini dengan matang malam ini juga. Karena besok pagi, Uwak akan mengantarkan mu ke Bandara. Tiket pesawat udah Uwak pesan tadi." Imbuhnya santai yang membuat Kendra yang lagi dan lagi menganga.


"Cepat sekali Uwak bergeraknya?"


"Kan Uwak tahu sendiri, jika aku akan kalah jika berhadapan dengan Tania? Kelemahanku Tania, wak.." lirih Kendra masih dengan sendu.


"Uwak tahu. Maka dari itu, kamu harus bisa membuat Tania menjadi kekuatan mu. Jika istri kamu bisa menjadi kelemahan? Maka dia pun bisa menjadi kekuatan untukmu.


Kamu tidak boleh lemah karena kepergiannya. Tetapi kamu harus kuat karena kepergiannya. Buat apa? Buat kamu menjadi pemuda yang tangguh. Dan juga bertanggung jawab padanya.


Tania masih istrimu selagi kamu belum menjatuhkan talak padanya. Beribu kali ia meminta mu untuk menjatuhkan talak padanya itu tidak akan mempengaruhi tali pernikahan kalian yang sah.


Karena Talak akan jatuh jika suami sendiri yang mengucapkannya baik sadar atupun tidak sadar. Selagi itu tidak kamu lakukan padanya, kamu tetap suaminya sampai saat ni.


Nafkah lahir jalan terus bukan?"


Kendra mengangguk.

__ADS_1


"Bagus! Berarti nafkah batin yang belum?"


Kendra mengangguk lagi. Uwak Lana manggut-manggut.


"Baik. Kalau begitu, kamu harus lakukan rencana ini. Karena Uwak tidak yakin kamu dan Tania akan aman setelah ini. Kamu memang menikahi Ziana. Tetapi kamu tidak memutuskan hubungan mu dengan Tania. Maka Uwak yakin. Kalau Ummi kamu akan segera bertindak. Lakukan sebelum terlambat Ken! Percaya sama Uwak! Kamu tidak akan sia-sia jika melakukan hal ini kepada istrimu sendiri.


Karena kita tahu jika ada musuh yang saat ini sedang menanti keputusan mu. Dan jangan lupakan Ken!" Ucapan Uwak Lana terhenti saat mereka kini berada di lampu merah.


"Kamu lihat ditiang itu Ken?" tunjuknya pada Kendra yang kini memajukan tubuhnya untuk melihat kemana jari telujuk Uwak Lana mengarah.


"Cctv?"


Uwak Lana mengangguk.


"Ya, Ummi kamu memiliki cctv berjalan! Kemana pun kamu pergi, mereka selalu mengikutimu." Jelasnya sambil melirik ke kaca spion mobilnya yang sebelah kiri dan kanan terlihat satu buah mobil dengan plat yang sama selalu mengikuti mereka selama hampir dua bulan ini.


Lebih tepatnya setelah Kendra dibawa keluar dari rumah sakit oleh Tania malam-malam waktu itu.


Kendra yang baru mengetahui itu tertegun sejenak. "Darimana Uwak tahu jika kita selalu di ikuti??" tanya Kendra sambil melirik kaca spion di sebelahnya yang memperlihatkan plat mobil yang sama sudah berapa hari ini mengikutinya.


Uwak Lana. Tersenyum, "Kamu lupa siapa Uwak, Ken?" katanya tersenyum jumawa yang membuat Kendra tertawa.


"Ya, ya, ya. Aku tahu siapa Uwak! Ya sudah, ini ceritanya aku tetap jadi culik Tania gitu??" tanya Kendra memastikannya lagi.


"Ya, harus! Kamu harus melakukan ini jika kamu tidak ingin kehilangan Tania! Percaya sama Uwak! suatu saat nanti, ketika kamu sudah berkumpul dengan Tania. Maka kamu akan tahu maksud dan tujuan Uwak ini apa.


Sebaiknya kamu harus memikirkan caranya gimana untuk menculik istrimu sendiri dan membawanya untuk berlibur.


Masih ada waktu untuk kamu bisa mewujudkan semua itu. Sebelum hari pernikahan mu bersama dengan Ziana, adik kamu." Ujarnya sangat serius dengan mata menatap jauh kebelakang dimana mobil cctv berjalan Ummi Kendra itu masih saja mengikuti merka berdua.

__ADS_1


__ADS_2