
"Ya Allah.. Jika memang benar ini tujuannya, maka Kendra..." ia menggantungkan ucapannya saat melihat air mata Kendra yang tidak putus untuk berhenti mengalir.
Deru napasnya teratur. Walau matanya terpejam, tapi Uwak Lana bisa melihat gurat kesedihan di keningnya. Kendra memang tidak terisak seperti biasanya kalau ia menangis.
Tetapi air mata yang mengalir dikala matanya terpejam pertanda jika hati dan pikirannya begitu kalut, khawatir dan juga tertekan akibat kehilangan dua istrinya.
Pertama kecelakaan Tania yang akhirnya ia ketahui jika Tania sudah tiada. Dan sekarang? Setelah berita kematian Tania yang ia sendiri belum mempercayainya, malah ia dihadapkan pada kenyataan dimana Ziana dibawa kabur oleh Pamannya. Dan menghilang entah kemana saat ini.
Otak dan hati Kendra berpikir keras hingga air mata sebagai pelampiasan rasa sesak, keluh dan kesahnya dibawah alam sadarnya.
"Ya Allah Ken.." lirih Uwak Lana saat memegang dada Kendra yang napasnya terasa memburu.
__ADS_1
Sementara Kendra dibawah alam sadarnya sedang melawan dirinya yang lain yang mengatakan jika dirinya kini seorang suami yang tidak berguna dan ceroboh.
"Bisa-bisanya kamu kehilanga istri dalam waktu berselang dua bulan pernikahan saja? Pertama Tania kamu lenyapkan! Kedua, Ziana? Lelaki macam apa kamu? Suami macam apa kamu? Huh? Lelaki bodoh! Tidak berguna! Kalau aku jadi dirimu, lebih baik mati saja!"
Duuaar.
Kendra tersentak mendengarnya. Ia menggeleng dengan raut wajah sendu melihat pada dirinya yang lain.
"Buat apa hidup, jika kamu tidak bisa menyelamatkan kedua istrimu? Bodoh! Lemah! Hanya karena baktimu, kamu melepaskan istri pertamamu! Dan demi sebuah kekuasaan, kamu menumbalkan istri keduamu! Dasar iblis kamu Kendra! Aku menyesal ada di dalam tubuhmu! Lebih baik aku pergi dan tidak pernah kembali lagi! Laki-laki lemah dan lembek seperti kamu, lebih baik mati!! Agar tidak menimbulkan prahara di kemudian hari! Bodoh kamu, Ken! Lemah kamu! Suami tidak berguna!"
Bayangannya itu tertawa sinis padanya. "Lelaki bodoh! Pengecut kamu! Gara-gara kamu takut dan alasan berbakti, kamu sudah membunuh istri dan juga kedua anakmu! Suami bia dab kamu Ken!"
__ADS_1
"Nggak! Aku nggak gitu! Bukan aku yang membunuh Tania!" teriak Kendra di alam bawah sadarnya.
"Pembunuh! Penghancur! Iblis kamu! Suami jahannam!"
"NGGAAAKK!! AKU BUKAN PEM BUNUH! BUKAN AKU YANG MEM BUNUH TANIA! BUKAN AKU JUGA YANG MEMBUAT ZIANA DIBAWA PERGI! AKU TIDAK MELAKUKAN SEMUA ITU! KAMU DENGAR?! HUH? AAARRGGGHHTTT.. TIDAAKK!!! TANIAAA... ZIANAA... AARRGGHHTT.." Raung Kendra dibawah alam sadarnya yang membuat Uwak Lana yang baru saja masuk setelah sholat subuh dan juga Aldo sedang sarapan dibuat terkejut dengan ulah Kendra.
Mereka panik. Mereka memegangi tubuh Kendra dan mencoba untuk menyadarakannya. Tetap saja. Pemuda tampan, suami Tania dan Ziana itu meronta-ronta tidak jelas.
Fanya yang baru saja bersiap untuk turun dibuat terkejut dengan Kendra yang mengamuk di dalam kamar kakak sulungnya.
Begitupun dengan Ummi Mutia dan Uwak Maura. Kedua wanita berbeda usia itu pun berlarian menuju ke lantai dua untuk melihat apa yang terjadi dengan kendra.
__ADS_1
Karena suara teriakan Kendra begitu terdengar jelas hingga ke bawah. Tiba disana, mereka berdua terpaku melihat keadaan Kendra yang begitu menakutkan.
Ia saat ini sedang mengamuk memukuli dua orang yang saat ini memeluknya dengan erat. Uwak Lana begitu sedih dan terluka melihat keadaan Kendra.