
Hari demi hari dilewati dengan keadaan Kendra yang semakin memprihatinkan. Kendra semakin hari semakin menjadi. Ia selalu berhalusinasi jika melihat Tania kini sedang hamil besar mengandung buah cinta keduanya. Dan sudah melahirkan saat ini.
Ia selalu menangis dan tertawa disaat yang bersamaan. Tubuhnya semakin kurus. Tinggal tulang dan kulit saja. Wajahnya semakin tirus. Dengan jambang dan janggut tumbuh berserak di wajahnya yang membuat wajah Kendra semakin terlihat buruk.
Satu minggu setelah kejadian Ziana diculik, Paman Kevan datang lagi dengan membawa kabar jika Ziana sudah ia nodai. Kendra yang mendengarnya mengamuk semakin parah. Ia memukuli apapun yang ia temui dan semakin memba bi buta hingga tidak terkontrol.
Mata yang melotot dan tubuh yang selalu siap siaga ingin menghancurkan Paman Kevan dan kedua putranya yang baru saja ia tahu dari Pamannya itu, dan juga dirinya selalu marah dan tertawa sendiri ketika Uwak Lana tau Kendra masuk ke dalam ruangan itu dan kembali menghajarnya.
Semua yang melihat keadaan Kendra menangis pilu. Mereka tidak menyangka jika Kendra begitu terpukul, tertekan dan begitu merasa bersalah karena tidak bisa melindungi kedua istrinya.
Waktu itu Paman Kevan kembali dengan video saat Tania jatuh ke tepi jurang dan juga ia jatuh kedasar sungai yang mengalir deras disana. Belum lagi foto Ziana yang meringkuk dengan tubuh penuh lebam dan juga ia dipaksa mengalami pele cehan dari Pamannya sendiri yang membuat Kendra kalap dan juga semakin tertekan saja.
Paman Kevan yang menyadari jika rencananya itu berhasil, segera pergi meninggalkan kediaman Uwak Lana secara diam-diam. Meninggalkan Kendra dengan rasa bersalahnya dan juga tertekan karena ia tidak bisa melindungi kedua istrinya.
__ADS_1
Semua keluarga terkejut bukan main saat menyadari jika Kendra sedang mengamuk menghancurkan semua isi kamar Ziana hingga hancur semuanya.
Kendra mengamuk tidak terkendali. Meluapkan rasa marah dihati dan pikirannya karena tidak bisa melindungi kedua istrinya. Dan ia pun gagal ingin memukul Paman Kevan karena pemuda paruh baya itu langsung kabur setelah memberikan video itu padanya yang membuat Kendra shock setengah mati mendapati kenyataan yang sebenarnya.
Kendra semakin tertekan saat Ummi Mutia mengatakan jika perusahaan miliknya yang di Singapura kini sudah diakuisi oleh Paman Kevan dan juga kedua anaknya. Sedang Aldo ia buang entah kemana.
Kendra yang mendengar itu tidak bisa berpikir lagi. Yang ia pikir ialah, karena dirinya maka semua itu terjadi. Mulai dari Tania, Ziana hingga ke Aldo yang kini entah kemana.
Kendra berubah menjadi seseorang yang begitu menakutkan dan tidak terkendali. Untuk menenanggkannya saja waktu itu butuh lima belas orang perawat lelaki dan lima orang dokter khusus kejiwaan hingga ia bisa dibawa kerumah sakit malam itu juga.
Dokter Umar merujuknya kerumah sakit di Jakarta. Rumah sakit milik Dokter Dimas yang ternyata rekan kerja Dokter Kenan suaminya Tante Bella. Tante Tania dan Ziana. Yang merupakan adik kandung dari Mami Annisa dan Uwak Lana.
Kendra ditangani dengan baik disana. Dokter Kenan sendiri yang merawatnya bersama sang istri. Sudah lumayan membaik. Walau sesekali ia masih tertawa, menangis, memanggil Tania dan Ziana jika ia menemui wanita yang mirip dengan kedua istrinya itu.
__ADS_1
Dokter Dimas pemilik rumah sakit jiwa yang ada di Jakarta itu begitu kasihan melihatnya. Hingga ia menyarankan untuk membawa seseorang dari Inggris untuk mengobati Kendra.
Tetap saja, tidak ada perubahan yang lebih baik. Ia baik jika hanya bersama dokter Dimas dan Dokter Bella saja ia mau berbicara seperti manusia normal lainnya.
Tetapi ketika dengan orang lain, dokter ahli kejiwaan dari Inggris, ia berubah menjadi depresi lagi dan tidak ingin ditemui oleh siapapun lagi.
Kendra sering mengambil bayi pasien yang sedang dirawat disana karena menganggap jika itu adalah anaknya bersama Tania.
Jiwa dan pikiran Kendra semakin terganggu saat ini. Kendra benar-benar sudah gila dan tidak bisa diobati melainkan hanya seseorang yang Kendra inginkan untuk mengobatinya.
Dan itu hanya Tania yang bisa. Tania yang sudah dianggap tiada tetapi masih ada dihati dan pikirannya hingga saat ini.
...****************...
__ADS_1