Princess Pratama

Princess Pratama
DPBR Kejujuran Eyang Sukma


__ADS_3

Dua minggu berlalu sejak kejadian Maryam jatuh di timpa Zayden, sejak saat itu pula Maryam tak pernah datang lagi. Keluarga besar mendadak terkejut saat Maryam baru saja datang dan meminta mereka semua datang ke rumahnya sambil menangis.


Maryam tersedu saat mengatakan jika Eyang Sukma ingin menemui Onti Alzana dan Abi Prince. Ada hal yang ingin mereka bahas dengan kedua orang itu.


Onti Alzana dan Om Prince yang sedang bertugas di rumah sakit pun mendadak pulang untuk menemui Eyang Sukma.


Dan di sinilah mereka semua berada. Ada Jia dan juga Zayn. Onti Alzana dan Om Prince, Nenek Ira dan Kakek Ragata, dan juga Oma Annisa dan Opa Tama. Zayden baru saja tiba saat Eyang Sukma ingin berbicara.


Maryam terus terisak berada di hadapan sang Eyang yang kini tersenyum lembut padanya.


"Sini duduk, Nak!" titahnya pada Zayden yang baru saja tiba dan melihat pada mereka semua. Maryam tak sekalipun menoleh pada Zayden. Ia menatap semua keluarga yang mengangguk padanya sambil tersenyum. Zayden menurut.


Zayden pun duduk di kaki Eyang Sukma yang kini terdiam melihat mereka semua. Ia menoleh pada Maryam dan tersenyum.


"Buka niqobmu, Nak. Mereka berhak tahu paras mu seperti apa,"


Deg


Deg


Maryan menatap lekat pada sang Eyang yang kini menatap sendu padanya. Maryam menggeleng. Pertanda tidak mau. Ini sudah menjadi perjanjiannya dengan mendiang abinya dulu. Bahwa Maryam tidak boleh membuka niqobnya sebelum ia menikah dengan seorang pemuda yang menerima wajahnya tanpa membuka niqobnya.


"Buka, Nak. Keluarga besarmu berhak tahu,"


Deg

__ADS_1


Deg


Deg


Lagi, Maryam bertambah terkejut mendengar ucapan sang Eyang padanya. Maryam menatap lekat pada Eyang Sukma yang kini mengambil sesuatu di bawah selimutnya dan menyerahkannya pada Zayden.


"Buka kalungmu. Dan berikan pada ummi mu. Ia akan tahu siapa kamu sebenarnya,"


Dduuaarr!


Onti Alzana tersentak saat mendengar ucapan Eyang Sukma pada Maryam. Begitu pun dengan yang lainnya. Mereka semua ikut terkejut mendengar ucapan Eyang Sukma tentang siapa Maryam sebenarnya.


Pandangan mata Onti Alzana, Om Prince dan Jia sudah mengabur saat ini. Maryam yang dipaksa oleh Eyang Sukma untuk melepas kalungnya, segera melakukan perintah Eyang Sukma walau dengan kebingungan.


Maryam memberikan kalung emas berliontinkan mutiara hitam ke tangan Eyang Sukma yang membuat Onti Alzana terhenyak seketika.


Deg, deg, deg..


Onti Alzana dan Om Prince saling pandang. Kedua mata paruh baya yang belum terlalu tua itu seketika tergenang cairan bening.


"Hiks, Jia dan Riya! Inisial kedua liontin ini sama seperti milik Jia. J dan R!" ucap Onti Alzana yang membuat Maryam tergugu dan terhenyak seketika ketika ia ditunjukkan dengan liontin berinisial yang sama dengan milik Jia.


Maryam menutup mulutnya karena terkejut melihat Inisial di dalam liontin itu. Liontin pemberian Kakek Kevin yang di tujukan untuk kedua jodoh cucunya.


Semuanya tercenung dan sangat terkejut hingga tidak bisa berbicara. Hanya ada air mata yang terus mengalir di pipinya.

__ADS_1


Zayden menatap lekat pada wajah Maryam yang kini basah dengan air mata. Perlahan tangan kekar itu membuka niqob Maryam dengan cepat yang membuat semua orang terhenyak dengan jantung mencelos.


"Ya, Allah, Riya!!!!" pekik Onti Alzana sembari menerjang putrinya sulungnya itu. Begitu pun dengan Jia dan Om Prince. Kedua orang itu langsung memeluk Maryam yang kini tergugu akibat perbuatan ketiga orang yang selama ini sudah lama ia inginkan dan idamkan untuk menjadi keluarganya.


"Bisa Eyang jelaskan, kenapa Riya bisa menjadi Maryam? Dan kenapa selama ini Eyang hanya diam saja? Kenapa Eyang tidak memberitahukannya kepada kami? Dan .. Kenapa pula Eyang sampai berbohong sama kami? Ada apa sebenarnya, Eyang? Adakah hal yang kami lewati hingga Eyang memilih bungkam dan menyembunyikan Riya dari kami?" tanya Nenek Ira pada Eyang Sukma yang kini tersenyum walau sendu.


"Maafkan, saya yang sengaja menutupinya dari kalian. Bukan maksudku ingin menyembunyikan Riya kalian selama ini. Semua ini demi kebaikan putri kalian," jawabnya terbata dan sangat pelan.


Tubuhnya yang sudah renta tidak sanggup lagi untuk berbicara kuat. Onti Alzana dan Om Prince mengurai pelukannya saat mendengar ucapan Eyang Sukma tentang Riya.


Eyang Sukma kembali berbicara walau sangat berat ia rasa. "Saat itu, sebelas tahun yang lalu Anak saya, abi angkat Maryam menemukan Maryam dalam sebuah kotak karton berukuran besar dengan tubuh terluka. Wajah Maryam saat itu banyak terdapat luka goresan seperti di sengaja di lakukan. Belum lagi, kaki kanan Maryam saat itu terkilir hingga bengkak. Putraku membawa kabur Maryam dari Jerman ke Jakarta menggunakan paspor palsu.


Ia sengaja menyembunyikan identitas Maryam demi bisa melindungi keluarga kalian dari klan Hiu putih. Ia sengaja menyembunyikan Maryam dan mengganti nama aslinya menjadi nama yang saat ini ia gunakan. Jika saat itu terlambat sedikit saja ia tidak menemukan Maryam, otomatis putri kalian sudah di jual ke pasar gelap oleh Klan Hiu Putih yang dendam kepada Prince Arryan,"


Deg


Deg


Om Prince dan Onti Alzana tepaku di tempat saat mendengar nama Kaln itu. Klan yang sempat mengejar keduanya saat keduanya bulan madu ke Jerman. ( Nanti othor kisah kan cerita mereka. Ada genre komedinya).


Masih teringat oleh keduanya saat itu ketika pertama kali keduanya menyatu malah di ganggu oleh klan hiu putih itu. Mengingat akan kejadian itu, Onti Alzana merasakan panas di pipinya. Sedang Om Prince berdehem menghilangkan rasa malunya saat ini.


Eyang Sukma terkekeh pelan. "Tahukah kamu Nak Prince? Salah satu dari klan hiu itu adalah putraku. Indra lesmana. Pemuda yang sering menggunakan topeng jika bertemu denganmu dan Alzana. Ia sengaja menyusup ke dalam klan itu demi bisa melindungi kalian berdua. Indra memiliki hutang budi pada Alzana dan Prince karena sudah berhasil menyelamatkan abinya walau saat itu sudah tiada." Ujar Eyang Sukma lagi yang membuat Onti Alzana dan Om Prince saling bertatapan.


"Untuk itu, saat putri kalian di culik dan di siksa, ia tidak bisa melakukan apapun. Tetapi, ia bisa menyelamatkan putri kalian dengan cara membawanya kabur ke Jakarta hingga ke sini. Di tempat kalian berada. Maryam tidak pernah jauh dari kalian. Eyang selalu menyuruhnya untuk bertemu kalian berdua walau wajahnya tertutup niqob. Semua itu permintaan Indra yang sengaja melindungi kalian semua. Dan saat klan hiu putih tahu tentang keadaan itu," Eyang Sukma bergetar bibirnya mengingat kejadian saat putranya di bunuh di hadapan matanya sendiri.

__ADS_1


Kalau ada typo, komen ye? Othor kebut!


__ADS_2