Princess Pratama

Princess Pratama
Isi surat Fatma


__ADS_3

"Ya sudah, kami pergi Mbok. Semoga makin laris dan ramai pengunjungnya ya?" Ucap Tania mengakhiri pembicaran mereka.


Mbok Iyem tersenyum, "tentu Neng. Semoga suami kamu juga cepat sembuh ya? Hati-hati saat menyeberang jalan! Banyak mobil yang lewat!" Teriak Mbok Iyem pada Tania yang kini sudah berlalu sambil membawa Kendra yang kini masih memeluk tubuhnya.


Keduanya berjalan beriringan. Sementara didalam mobil avanza berwarna hitam itu, seseorang tersenyum licik pada pasangan muda itu.


"Ini bayaranmu! Tugasmu sudah selesai! Keluar!" titahnya pada Fatma yang kini menunduk takut padanya.


"Ba-baik tuan! Permisi!" jawab Fatma dengan segera lari ngacir ke mobil putih milik seorang teman suaminya yang kini juga sedang dirawat dirumah sakit.


Fatma menitikkan air matanya saat ia tadi berusaha menekan Kendra yang hampir saja kembali mengalami hangguan jiwa akibat perkatannya yang memaksa Kendra untuk menerimanya.


"Hiks.. Maaf Bang.. Aku terpaksa.. Semoga kalian berdua bisa paham apa isi tulisanku itu.. Hiks.. Bang Aldo.. Maafkan aku yang gagal melindungi bos dan istrinya.. Hiks.. Maafkan aku.. Semoga kamu paham Tania.. Aku sangat berharap kamu paham dengan isi surat itu.." lirih Fatma sembari memutar kemudi menuju kerumah sakit dimana Aldo dan putranya kini dirawat intensif.


Sementara itu diruangan Kendra, Tania yang penasaran segera membuka kertas yang digulung menjadi bola yang sengaja Fatma lemparkan tadi padanya.

__ADS_1


"Apa itu, Hunny?" tanya Kendra yang kini berbaring dipangkuan Tania.


Tania menggeleng, "Nggak tahu Bang. Tetapi kertas ini tadi kak Fatma yang memberikannya." Jawab Tania yang diangguki oleh Kendra.


"Buka saja. Mana tahu penting. Abang sangat mengenal Fatma seperti apa. Jika ia melakukan hal seperti itu, pastilah ada penyebabnya. Dia gadis yang baik. Ucapannya tadi itu sengaja untuk menekan abang lagi. Makanya tadi, abang bisikkan kata-kata itu sama kamu. Fatma terlihat begitu tertekan semenjak kita masuk kedalam tenda itu. Terlihat jelas dari sorot matanya saat menatap kita tadi." Ujar Kendra yang diangguki oleh Tania.


"Abang benar. Jika saja tadi abang tadi melarangku, pastilah aku sudah merobek mulutnya itu. Berani sekali dia meminta menjadi istri ketiga? Walau sudah aku jelaskan secara garis besar saja, tetap juga ia keukeuh. Eh, tak tahunya ia punya misi terselubung. Yang berkaitan dengan kesehatan kamu saat ini." Timpal Tania yang diangguki oleh Kendra.


"Buka dan baca apa isi surat itu. Barangkali, dia butuh bantuan kita?" ucap Kendra menebak apa yang terlihat dari sorot sendu mata Fatma tadi saat menatapnya.


"Assalamu'alaikum Bang Kendra dan Tania. Maafkan atas kelancanganku meminta kamu untuk menikahiku. Sebenarnya bukan itu tujuanku. Aku ingin meminta tolong kepada kalian berdua. Aku terpaksa mengikuti permainan seseorang karena aku dibawah kendalinya.


Suamiku bernama Aldo tangan kanan Bang Kendra kini dirawat dirumah sakit Jaya Medistra. Ia mengalami koma saat ingin menemui bang Kendra dua bulan lalu saat ia tahu dalang penculikan Ziana."


Deg!

__ADS_1


Deg!


Tania menunduk melihat Kendra yang kini menatap juga pada nya.


"Lanjutkan!" titah Kendra yang diangguki oleh Tania.


Tania kembali melanjutkan surat dari Fatma.


"Maafkan aku Bang, yang datang terlambat. Saat ini kami bertiga dibawah pengawasanya. Kami tidak bisa bergerak kemana pun. Putraku sedang dirawat dirumah sakit yang sama dengan bang Aldo saat ini. Jika kalian sudah keluar, segeralah menemuinya. Barangkali Bang Aldo bisa sadar setelah mendengar suara kalian berdua.


Bantu kami, Bang Kendra.. Tania.. Aku mohon.. Aku terpaksa melakukan hal ini karena aku butuh uang untuk biaya operasi anakku dan juga bang Aldo yang kini koma karena ingin dibunuh oleh tuan Kevan.


Maafkan aku, Bang Kendra.. Tania.. Sekali lagi maafkan aku! Aku sebenarnya dipihak kalian. Karena Aldo merupakan suamiku. Aku mohon.. Bantu aku!


Salam sayang, Fatma dan Aldo.." lirih Tania mengakhiri bacaan surat itu dengan napas tercekat. Begitupun dengan Kendra. Keduanya tercenung dan terpaku saat mengetahui jika Aldo masihlah hidup dan sudah menikah dengan orang dari masa lalu Kendra.

__ADS_1


__ADS_2