Princess Pratama

Princess Pratama
DPBR Nikah dadakan


__ADS_3

Jia tersentak saat bahunya di tepuk sang mami untuk duduk di samping Zayn yang akan segera mengucap ijab qobul dengannya.


"Nak, duduklah di samping Zayn. Abimu ingin melihatmu sebelum kamu di nikahkan dengan abang sepupumu," ucap mami Tania yang diangguki oleh Jia sambil tersenyum tetapi, terlihat begitu sendu.


Jia segera duduk di samping Zayn tanpa melihat pada sang abi yang kini duduk berdampingan dengan Onti Alzana dan Riya, saudari kembarnya.


"Mari kita mulai. Kamu sudah dengarkan persyaratan yang abi ajukan tadi, Zayn?" ucap Om Prince menatap lekat pada wajah putri keduanya itu.


Ada rasa sesal di hatinya. Kenapa baru sekarang ia memahami apa yang terjadi di antara kedua putrinya. Om Prince sudah mengatakan semua apa yang Jia katakan padanya tadi malam. Onti Alzana hanya bisa menghela napasnya. Ia memiliki rencana setelah ini.


Rencana yang akan membuat putri sulungnya berubah sekaligus meminta maaf pada saudari kembarnya. Onti Alzana hanya bisa menghela napas panjang saat melihat Riya tersenyum sinis pada saudari kembarnya itu. Geram, Onti Alzana menggeplak kepala Riya di hadapan semua orang.


Hingga semuanya terkejut bukan main dengan perbuatan ibu pada anaknya itu. "Jika kamu tertawa diatas penderitaan orang lain, lebih baik kamu keluar!" titahnya tegas tak terbantahkan yang membuat Riya menunduk takut sekaligus malu pada semua orang.


Om Prince memegangi tangan istrinya itu. "Ayo kita mulai. Lebih cepat lebih baik. Karena pesawat abi akan segera berangkat!" ucap Om Prince yang membuat Riya mendongak seketika melihat abinya itu.


Om Prince mengabaikannya. Mendadak saja hatinya sakit. Riya menunduk lagi. Acara ijab Qobul itu kembali di lanjutkan lagi.

__ADS_1


" Zayndra putra Wiryawan!"


"Saya, Abi!" sahut Zayn dengan tangan yang sudah saling berjabat.


"Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau dengan putri kandungku Farajia Prince Arryan binti Prince Arryan dengan mas kawin satu buah rumah, saham di Wiryawan Group 10% dan juga cincin emas seberat tiga gram dua mili di bayar tunai!" Om Prince menyentak sedikit tangan Zayn.


"Saya terima nikah dan kawinnya Farajia Prince Arryan binti Prince Arryan untuk saya, dengan mas kawin satu buah rumah, saham Wiryawan Group 10% dan cincin emas seberat tiga gram dua mili dibayar tunai!" jawab Zayn begitu lugas yang membuat hati Jia, Om Prince, Onti Alzana, mami Tania serta Abi Kendra berdesir hebat.


Kalimat sakral yang sudah mereka tentukan untuk mengikat kedua anak mereka, saat ini sudah terlaksana. Ucapan Onti Alzana tadi malam dilaksanakan dengan baik.


Acara nikah dadakan itu begitu membuat penghulu itu shock. Ia tak menyangka, jika putri kedua Onti Alzana secepat itu menikah bahkan dengan sepupunya sendiri.


Setelah acara itu selesai, tinggallah keluarga inti saja saat ini. Oma Annisa sedang dalam perjalanan bersama dengan Nenek Ira untuk menuju ke kediaman mereka.


Riya menunduk melihat tatapan Onti Alzana padanya begitu dingin dan sangat menakutkan terlihat di matanya.


"Ummi tak menyangka, ternyata.. Inilah wajah asli dari putri kandungku sendiri. Putri yang ku lahirkan dengan taruhan nyawa hingga aku hampir mati karenanya."

__ADS_1


"Ummi," lirih Riya dan Jia bersamaan.


Riya menatap Jia yang kini sedikitpun tak melihat padanya. Di sampingnya ada Zayn dengan wajah jelek bin buluknya itu. Yang membuat Riya sangat malas berdekatan dengannya.


Zayden tahu itu. Ia malah senang jika sepupu bermuka duanya itu tidak menyukai wajahnya yang buluk. Zayden sangat bersyukur bahkan ia seringkali terkikik geli saat melihat adik sepupunya itu yang sangat jijik melihatnya.


Benar kata abinya, akan ada wanita yang sama seperti Jia yang menyukai apa adanya. Walau dirinya buruk dan buluk seperti itu.


Zayn menghela napas panjang saat melihat wajah Riya yang berubah kala melihat istrinya.


"Aku tidak menyangka jika akan melahirkan seorang anak berwujud manusia tetapi, berhati iblis sepertimu, Riya! Ummi menyesal bisa melahirkanmu! Mulai hari ini, kau akan kami tinggal sendiri di rumah ini. Kami akan terbang ke Jerman untuk mengurus pekerjaan abimu. Sedangkan ketiga adikmu, ummi titipkan pada Jia dan Zayn serta Zayden di rumah baru mereka. Kamu! Tidak boleh keluar dari rumah ini tanpa seizin kami berdua! Untuk sementara, kamu kami hukum!"


Dduar!


Bergetar tubuh Riya saat mendengar ucapan sang Ummi untuknya. Ini seperti pengusiran secara halus untuknya. Ditinggalkan seorang diri tanpa ada yang menemani. Dan ia pun hanya boleh keluar saat sekolah dan mengaji saja.


"Dan ya, akan ada yang menjaga kamu di depan rumah ini 1x24 jam! Kamu tidak bisa lepas dari pantauan kami! Kamu harus di hukum karena kelakuanmu yang sudah membuat abimu membenci saudaramu sendiri! Hukuman yang kami berikan tidak sebanding dengan perbuatanmu selama ini. Untuk itu, kamu akan kami hukum selama tiga tahun lamanya. Tiga tahun yang terbuang percuma yang dirasakan oleh saudaramu tanpa kasih sayang Abimu! Sungguh, aku malu memiliki putri durjana sepertimu! Ayo, bang. Kita berangkat!"

__ADS_1


__ADS_2