Princess Pratama

Princess Pratama
Saudara kembar Abi Kevin


__ADS_3

Sementara disalah satu tempat, ada seorang pemuda paruh baya seusia papi Tama sedang meneguk kopi hitam pekat miliknya. Mata itu menatap tajam pada hamparan sawah di sebalik jendela ruang tamunya itu.


"Bagaimana Tuan? Apakah malam ini akan bergerak? Menemui putra saudara kembar anda?" tanya salah satu orang kepercayaannya.


Sebelum menjawab, ia menyeruput sedikit kopi hitam pekatnya itu dan melihat keluar jendela rumah minimalis berukuran delapan dikali empat meter itu.


Rumah dimana dirinya kini sedang bersembunyi dari kejaran para musuhnya. Yang saat ini masih saja memburunya dan menangkapnya.


"Ya, nanti malam kita akan menyusup ke kediaman besan sialan ku itu! Kamu siapkan saja segalanya. Yang kita butuhkan hanya Kendra. Kunci perusahaan itu hanya pada Kendra. Walau separuh dari perusahaan itu nanti tidak bisa kita dapatkan lantaran istri Kendra sudah tiada karena orang-orang suruhan mu yang bodoh itu, aku akan tetap senang karena ingin mengambilnya semua darinya!" katanya begitu kesal.


"Karena perusahaan itu seharusnya milikku dan juga milik kedua putra ku. Tetapi tidak. Entah apa yang tua bangka itu pikirkan. Hingga seluruh aset kekayaannya ia serahkan kepada Kendra dan juga istrinya! Seharusnya seua aset itu menajdi milikku!


Tetapi karena kesalahan dari anggota sialanmu itu, aku rugi separuhnya! Untuk itu, kau harus bertanggung jawab! Malam ini, kita akan bergerak!


Persiapkan semuanya!" tegasnya yang diangguki oleh orang kepercayaannya itu.


"Baik tuan. Maafkan keteledoran anak buah saya yang sudah melenyapkan putri sulung keluarga Pratama itu." Balasnya sambil menunduk dihadapan tuannya itu.


Ia tersenyum sinis sambil menyeringai kejam mengingat Kendra, putra dari saudara kembar nya yaitu Abi Kevin.

__ADS_1


"Kau tidak akan lepas dariku Kendra, putraku? Bukan! Lebih tepatnya putra Kevin! Saudara kembarku yang merupakan abangku yang kini hidup berdua dengan orang kepercayaannya!


Hahahha.. Kau tidak akan bisa menolak ini Kendra! Aku tidak bisa mengambil separuh harta ayahku! Tetapi aku menghancurkan dirimu hingga kau sulit untuk kembali normal seperti semula!


Hahahaha.. Kau akan merasakan akibatnya Kevin Wiryawan! Inilah tujuan dan alasanku kenapa aku memalsukan identitasku di depan istrimu itu! Yang sialnya, istrimu itu sangat mengenal dirimu! Hingga aku sulit untuk bisa menyentuhnya sekali lagi! Sialan!


Berulang kali aku menipunya, tetap saja dia mengenali diriku! Apa sih yang lebihnya dari lelaki cacat seperti mu, Kevin?" katanya sambil mendial nomor seseorang dan melakukan sambungan video call dengannya.


"Aku sungguh kesal memikirkan ini! Bukan sekali ini saja kamu melakukan hal yang sangat merugikan diriku! Tetapi sudah sedari dulu! Kamu selalu saja menghalangi langkah ku untuk membunuh tua bangka sialan itu!


Hingga kesempatan itu datang dan akhirnya aku berhasil! Ya, aku lah yang telah membunuh tua bangka Kendarakasa itu! Karena dia menolak memberikan semua aset berharganya padaku!


Hahahaha..


Aku akan puas melihat semua keturunan Kendaraksa mati perlahan! Sama seperti yang aku lakukan pada tua bangka sialan itu!


Dan.. Ada satu hal yang tidak kamu tahu Kevin! Sedari pertama kali aku melihat istri mu, aku sudah jatuh cinta padanya. Tetapi sayang, dia tidak menginginkan diriku!


Aku terpaksa melakukan cara kotor ini, agar kamu paham, betapa sakitnya hatiku saat tua bangka sialan itu selalu membeda-bedakan kita berdua! Baik dalam hal prestasi maupun bakat yang ada pada diri kita! Seharusnya dia tidak melakukaan hal itu. Karena bagaimana pun, aku ini tetap putranya! Tetapi kenapa tua bangka sialan itu selalu membedakan kita?

__ADS_1


Kamu memang seorang Polisi bergelar Ustad, saudaraku. Tetapi kamu tidak bisa menolong istrimu saat aku menidurinya!


Hahahaha..


Hahahaha...


Hahahahha..." Suara tawa yang menggelegar terdengar hingga ke dalam sebuah sambungan ponsel, dimana salah seorang lelaki yang mirip dengan dirinya kini sedang menangis melihat saudara kembarnya itu.


Ia tidak bisa berbicara sempurna selayaknya manusia normal lainnya karena penyakit yang di deritanya saat ini.


"Kenapa? Kau tidak menyukai perkataanku? Hem? Tak apa. Aku akan menujukkannya! Bagaimana aku akan menghancurkan keturunan Wiryawan melalui putra sulungmu! Dan aku akan mengambil istrimu, darimu untuk menjadi istriku!


Aku tidak peduli jika ia menolak, karena aku memiliki senjata yang ampuh untuk bisa menaklukkannya! Yang saat ini sedang bersamamu!


Hahahaha.. Hahhaha.." Ujarnya lagi sambil tertawa puas saat melihat wajah saudara kembarnya itu berubah seketika.


Dua orang di seberang sana menekan dadanya agar tidak lepas kendali lantaran perbuatannya yang selalu memancing emosi itu.


...****************...

__ADS_1



__ADS_2