
Abi Kevin tersenyum melihat besannya itu. "Masuk dulu, Besan! Tama mana? Nggak datang kah? Tia bilang, Tama datang kesini?" Tanya Abi Kevin dengan senyum teduhnya melihat Uwak Lana yang kini masih cengo memandangi pemuda yang kini memeluk Kendra dengan erat itu.
Kendra memeluk seseorang itupun, tak kalah eratnya. "Abang kangen banget sama kamu. Apa kabarmu? Sudah selesai dengan tugasmu?" Tanya Kendra yang diangguki olehnya dengan wajah basah air mata.
Kendra mengusap wajah itu dengan lembut. "Mari kita masuk, Wak." Ajak Kendra yang dangguki samar oleh Uwak Lana yang masih terkejut dengan pemuda yang sangat mirip dengan Kendra itu.
Ketiga orang itu masuk dan bertemu langsung dengan seorang wanita berhijab hitam baju gamis batik berwarna kuning itu tersenyum dengan mata berkaca-kaca padanya.
"Papi? Bang Aldo? Bang Kendra? Kakak mana?"
Deg!
Deg!
Uwak Lana membatu ditempat saat melihat seorang wanita dengan perutnya membuncit tersenyum dengan air mata berlinangan ke arahnya.
Aldo tersenyum melihat Ziana dengan perut buncitnya. Kendra dan lelaki yang saat ini merangkul pinggang Kendra itu tersenyum teduh pada Ziana.
"Apa kabar Dek? Sehat? Sudah berapa bulan usia kehamilanmu?" tanya Aldo pada Ziana yang kini berdiri dihadapan mereka bertiga.
__ADS_1
Ziana tersenyum. "Alhamdulaillah seperti yang Abang lihat. Aku baik dan sehat. Usia kehamilanku saat ini sudah memasuki empat bulan. Aku hamil kembar, Bang!" jawab Ziana yang ditertawakan oleh lelaki muda disamping Kendra itu.
Kendra menatap sendu pada Ziana. "Jangan bersedih seperti itu abang ipar! Semua ini bukanlah salahmu, hem?" ujar Ziana yang membuat Uwak Lana mengernyitkan dahinya bingung.
"Maksudnya?" tanya Uwak Lana pada Kendra yang kini menghela napas panjang.
"Duduk dulu, Wak. Akan aku jelaskan tapi, setelah Tania dibawa pulang dari rumah sakit. Ya? Aku harus kembali kesana. Tania bersama papi saat ini. Aku khawatir!" Ucap Kendra sembari berlalu memasuki kamarnya dan segera bersiap untuk menuju ke rumah sakit.
Tinggallah kini Uwak Lana, Aldo, Ziana dan pemuda yang kini memegang tangan Ziana dan membawanya pada Uwak Lana.
Pemuda dewasa yang masih gagah itu terisak. Matanya sudah menganak sungai mengeluarkan cairan bening yang terus membuat dadanya sesak.
Ziana memeluk Uwak Lana dengan erat. Ayah dan anak itu tersedu. Dari dapur Ummi Mutia keluar dengan nampan minuman hangat ditangannya.
Lelaki muda itu pergi meninggalkan mereka semua dan memasuki kamar Abangnya. Begitupun dengan Aldo. Ia menyusul Kendra yang katanya harus kerumah sakit malam itu juga.
Kendra dan Aldo berpamitan pada mereka semua untuk ke rumah sakit. Ziana terkejut bukan main saat mengetahui Tania dirawat disana. Ia pun ingin kesana. Tetapi lelaki muda mirip Kendra itu melarangnya.
"Nanti aja kita kerumah sakitnya, ya? Ini udah malam. Nggak baik bagi ibu hamil seperti kamu, Sayang." Ucapnya yang membuat Uwak Lana terkejut.
__ADS_1
Sementara Kendra dan Aldo tidak terkejut lagi dengan hal itu.
"Tunggu dulu. Papi masih bingung ini. Ken! Bisa kamu jelaskan?" tanya Uwak Lana pada Kendra yang kini kembali menghela napas panjang.
"Besok ya, Wak? Untuk malam ini. Aku harus ke rumah sakit dulu. Tania hanya bersama papi. Besok, kalian semua ke rumah sakit. Akan aku jelaskan semuanya, ya?" Ucapanya pada Uwak Lana dan mereka semua disana.
Dengan berat hati Uwak Lana menyetujuinya. Kendra pun, akhirnya pergi. Ziana semakin erat memeluk tubuh cinta pertamanya itu.
Keduanya larut dalam keharuan. Ummi Mutia dan Abi Kevin tersenyum melihat itu. Termasuk pemuda tampan mirip dengan Kendra itu. Ia yang lebih terharu melihat itu.
Masih teringat jelas olehnya, saat Ziana meminta pulang karena merindukan kedua oranagtuanya. Ziana sampai sakit waktu itu.
Ia terpaksa menahan Ziana untuk pulang demi keselamatannya. Baru beberapa bulan ini tahu jika Ziana diincar oleh pembunuh yang ingin mem bunuhnya.
Makanya ketika pembunuh itu sudah mengetahui letak Ziana, ia pun segera membawa pulang Ziana ke Indonesia. Tetapi, harus ke Kalimantan. Seperti kata Ummi dan Abinya.
Benar saja dugaan kedua orangtua itu, jika orangtua Ziana serta Tania, pasti akan menyusul Ziana sampai ke Belanda. Ummi Mutia terpaksa menyuruh lelaki muda itu membawa pulang Ziana demi keselamatannya. Setelah mereka tiba kemarin di Kalimantan, Ummi Mutia segera menghubungi orang Aldo yang ditugaskan untuk menjaga mereka, untuk menghubungi Aldo yang saat itu masih di Belanda.
Makanya mereka langsung pulang setelah melihat video Ziana dan lelaki muda yang sangat Kendra kenal itu.
__ADS_1
Uwak Lana dan Ziana masihlah saling berpelukan. Keduanya masih saling merindukan setelah tiga tahun lamanya tidak bersua bersama.
Typo bertebaran, besok othor revisi 🙏